Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, November 27, 2016

Juara Kehidupan

        Minggu malam, di november pada putaran ke 26. Hujan deras masih mengguyur tempat ini sejak menjelang maghrib tadi. Petir dan guntur tak absen ikut berpetualang diatas rumah-rumah. Cukup mencekam. rasa dingin menyeruak menghinggapi tubuh meresap kulit lebih dalam, inchi demi inchi. tanpa sedikitpun memberi kesempatan untuk menghirup hangatnya nafas kehidupan. berlari. jantungku berdetak cepat seakan sedang berlari. ada apa dengan hidup ini sehingga aku harus berhalusinasi tentang siapa pemenang di antara kehidupan ini.
      Fikiranku sejenak menerawang ke salah satu teman kakak yang dimakamkan siang tadi, meninggal di usia 48 karena sakit paru-paru yang dideritanya. Belum sempat menikah. Di hari pertama pindah dunia, kini jasadnya bermandikan air hujan dibawah sana, sendirian.

       Kalau merenungi hal-hal semacam ini. Terasa sekali bahwa hidup ini begitu singkat. Akupun hampir tak percaya umurku sudah 27 aja. Baru kemaren jadi anak-anak, baru kemaren jd abg. Sekarang sudah hampir separo usia manusia. Pedih, kalau menyadari kematian itu sungguh dekat namun tak jua mempersiapkannya.masih bersantai-santai dengan kubangan dosa seolah-olah hidup selama-lamanya. Padahal ketika kita sudah meninggal, tak ada lagi peluang usaha selain mengunduh apa yang kita perbuat di dunia. Its not gambling then we can retry if we get failure.

       Cita-cita seorang mukmin pastinya ingin mati sebagai pemenang, disambut malaikat dengan suka cita dan dibawa ke hadapan Allah dengan suasana bahagia. Melihat orang-orang yang meninggal khusnul khatimah membuat kita iri. Namun rasanya susah sekali mrngikuti jejak kehidupan mereka. Kita memang sedang berhadapan dengan syetan. Yang slalu berusaha membelokkan jalan kita dari kebenaran. Andai kita selalu mengingat itu, bukan karir, bukan uang.

      ujian manusia di dunia memang sungguh berat. Apalagi untuk kita yang gampang sekali tergoda dengan hal-hal yang berbau duniawi. Males ke masjid hanya karena menhindari pertanyaan2 tetangga, takut menikah hingga akhirnya terjerumusbke dalam fitnah. Dan takut miskin hingga yang difikir setiap saat hanyalah bagaimana cara mendapatkan tambahan uang.

     Sungguh berat susah sekali bagi kita orang awam untuk beristiqomah. Taubat seminggu kambuhnya hingga berbulan-bulan. harapan satu-satunya adalah pengampunan dosa dari Allah atas segala kelalaian ini. Karena kalo amal kita dihitung matematis. Kemungkinan besar dosa ini yang lebih memberatkan timbangan daripada amal baiknya.Ya Ghaffar.. Ampunilah segala kelalaian ini ya Rabb.

     Terkadang kita korbanin jatuh bangun buat dapet perhatian dari seseorang. Dari atasan, dari kekasih. Tapi sama sekali kita lupa bagaimana cara mendapatkan perhatian dari sang Khaliq. Padahal itulah yang mempengaruhi nasib kita di akhirat kelak.

     Buat teman teman senasib yang belon juga bisa beristiqomah dan masih berada di kubangan maksiat. Semoga Allah menberi taufiq n hidayah kepada kita. Ternyata benar sungguh mahal harga hidayah itu. Jika kita pernah mendengar berita salah seorang gangster yang taubat dan masuk islam,lalu hidupnya benar2 dihabiskan dalam ketaatannya kepada Allah, sedang kita yang hidup lama dalam islam tak jua istiqomah.itulah betapa mahalnya hidayah. Meskipun kita masih pontang panting berusaha lurus lalu bengkok lagi,begitu seterusnya, semoga tidak putus harap akan ampunan dan hidayahNya. Untuk mengejar target kita menjadi pemenang kehidupan,meninggal khusnul khatimah.amiin..amiin ya Rabbal alamiin.


0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--