Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tuesday, October 11, 2016

Penat Menyengat

"Ara, terkadang dibutuhkan mengalah tanpa bermaksud menyerah. sekedar mereposisi apa yang sedang dijalani.pahit, bagiku kekalahan sekecil apapun terasa pahit. namun  Tuhan sedang memberi pelajaran . bahwa sebesar apapun ego ini, aku takkan pernah punya sayap untuk terbang sekehendak diri. aku harus mundur sejenak dan membiarkan Tuhan menyelesaikan pelajaran ini. ya, 10 tahun pelajaran kekalahan yang belum jua usai."
                               (Kudus, 4 Oktober 2016)


    Dalam pandanganku, kehidupan seorang introvert tak ubahnya seperti cerita film X-Men. ya..mirip sekali. seorang mutan yang mempunyai kemampuan spesial luar biasa, namun terasingkan di kehidupan. bahkan di masyarakat terlihat seperti orang yang aneh. hingga ketika muncul kejadian-kejadian buruk. mereka mengaitkannya kepada para mutan-mutan spesial ini. saya terkadang bingung plus lucu dengan kemiripan yang ada. jangan-jangan pengarang cerita x-men ini juga seorang introvert? siapa tau.

     Introvert. satu kepribadian yang condong pada ketertutupan diri dan pemikiran yang telalu dalam. tidak nyaman berada ditengah-tengah lingkungan sosial. penyendiri.sehingga perkembangan mentalnya pun tak seperti orang-orang pada umumnya. suatu karakter yang memang terlihat aneh jika ditilik dari luarnya saja. namun bagaimana dengan Bill Gates, Mahatma Gandhi, J.K Rowling, bahkan Albert Einstein. mungkin diantara para introvert, mereka ini yang paling tidak terlihat aneh meski tetap melekat sifat introvertnya, ya karena mereka sukses, berhasil menguasai kelemahan karakternya. kesuksesan berhasil menutupi pandangan buruk masyarakat dunia tentang introvertnya. lalu bagaimana dengan mereka yang tidak sesukses orang-orang ini? apakah tetap menjadi bahan perbincangan buruk masyarakat di sekitarnya?

       Kembali ke cerita X-Men yang saya bahas di awal tadi. kalau di dalam cerita itu para mutan diadopsi disatukan dalam sekolah khusus mutan lalu dikembangkan segala potensi mereka masing-masing. harusnya para introvert juga disikapi seperti itu. bukan untuk memarginalkan diri. namun lebih kepada penanganan khusus. agar ketika dewasa nanti mereka berhasil mengatasi kekurangan dari sifat introvert tadi dan mengeluarkan potensi mereka. ini PR penting buat anak-anak psikologi.

        kenapa saya berbicara seperti itu seolah-olah ini adalah hal yang besar. saya mengatakannya karena ini menyangkut kehidupan seseorang. dan yang lebih jelasnya lagi. saya adalah bagian dari sifat tersebut. seorang introvert yang tidak diberi pengarahan khusus maka dia menjadi bukan siapa-siapa. telur-telur potensi yang seharusnya bisa menetas dan menjadi sesuatu yang istimewa membusuk dan tidak menghasilkan apa-apa. mereka butuh penanganan lebih. bukan berarti mereka manja. mereka butuh dorongan yang lebih kuat untuk bisa berlari secepat yang dia dapat.

       introvert usia 25 keatas yang gagal mengembangkan dirinya sendiri atau tanpa bimbingan orang-orang di sekitarnya, bermental tak lebih dari seorang remaja usia 15 tahun. jika dia dituntut sesuatu yang dirasa tidak dapat dilakukannya secara benar, bukan solusi yang dia fikir, justru ego yang berjalan difikirannya. dia begitu rapuh. sedangkan orang lain memandangnya dia harus seperti orang-orang kebanyakan yang seusia dengannya. tak banyak para orang tua yang memahami ini, tak banyak juga orang-orang seperti Einsten dan kawan-kawannya.

         introvert yang gagal hanya akan melahirkan ketakutan-ketakutan difikirannya. ketakutan yang seharusnya dihadapi dengan tegar. malah berputar-putar membayangi diri tanpa sedikitpun bisa dihindari. akibatnya tlah habis waktu untuk berkembang dan ketika ada masa usia stabil (karir, keluarga, pendidikan), orang-orang introvert ini masih juga belum beranjak dari tangga pertama ujian perkembangannya. miris. namun percayalah. ini bukan sekedar cerita dongeng.

         Panas menyengat yang tak berkesudahan, jalan satu-satunya yang hanya bisa dilakukan oleh para introvert adalah mendekat pada Tuhan, agar senantiasa diberi petunjuk dan kemurahan berupa kemudahan hidup. jalan ikhtiar yang tidak bisa dilakukannya dia niatkan dengan menyerahkan semuanya kepadaNya. ketawakalan yang tanpa batas dengan kerelaan akan segala sesuatu yang nantinya terjadi sebagai imbas kealpaan memperjuangkan kehidupan ini. semua ini dilakukan semata-mata agar ada sedikit kerenggangan fikiran dan jauh dari niat diri untuk melakukan hal-hal yang membahayakan.

        kita lahir dengan sederhana, dengan sederhana pula kita nantinya akan mati. kehidupan dunia ini singkat. tak perlu dibuat penat. kepenatan-kepenatan ini mncul karena kita gagal bertahan dalam race kehidupan dengan yang lainnya. melihat mereka berhasil memperjuangkan hidupnya, menjadi orang sukses dan menjalani dunianya dengan sempurna. sedangkan kita gagal di dalam prosesnya. kita kalah kaya, kita kalah segalanya. namun kita masih bisa berjuang menggapai kehidupan setelah kematian tiba. kehidupan yang tak berkesudahan. maka jangan jadikan ini penat, duhai kawan yang selalu hidup dalam ketegangan fikiran.
        

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--