Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Wednesday, October 26, 2016

Mencicipi Masalah

Goodnight, world!

malam ini terasa begitu dingin, dengan sedikit gerah yang menyelip diantara pori-pori kulit. Aneh, biasanya pertanda akan datang hujan. Padahal siang tadi langit cukup cerah, jemuranpun berhasil kering hingga bermuka memerah. pertengahan oktober ini cukup meriah. dimana tak hanya cuaca yang datang tak menentu. Masalah hidup juga silih berganti menghampiri. namanya juga hidup, kata orang masalah bagian dari pembelajaran kehidupan. Agaknya malam ini pas untuk curhat sedikit dengan laptop baruku ini.

Minggu malam adalah saat dimana aroma kebebasan mulai terkikis, sedang jadwal-jadwal padat siap menghampiri. Meski bukan lagi menyandang status pelajar dan kerjaan juga gak padat-padat amat. namun rasanya keluar jalan-jalan selain weekend itu masih terasa tabu, jadi terkesan kaku. Didikan tentara ala bokap rasanya tak pernah beranjak dari alam bawah sadar.

dan malam ini terasa sekali oksigen menyusut di ruangan kamar tidurku, langit-langit kamar seolah berubah warna menjadi abu-abu cenderung gelap. mataku berkunang-kunang dan kakiku serasa pindah di kepala, begitu sebaliknya.

Sebenarnya apa yang sedang kufikirkan?

        kubuka kamus hidupku selembar demi selembar, dengan mata yang tak pernah sekalipun terkedip, memeriksa setiap ejaan kata yang belum seperempat penuh mengisi kamus ini. rupanya aku sering memikirkan sesuatu yang seharusnya tak kufikirkan, dan aku kehilangan kata 'masalah' di kamus ini. pantas saja bab kedewasaan masih berupa lembaran putih tanpa jejak satu huruf pun.

            pena di sebelah buku itu merayuku untuk menulis kata masalah. tepat di halaman 27 yang mulai terlihat usang dan beberapa terdapati keropos di sisi pinggirnya. bagaimana masalah seorang pre-mature yang sedang menuju 30 tahunan ?

Saat kita mencoba membandingkan 'achievement' kita dengan orang lain yang seumuran kita. lalu didapati kita tertinggal jauh dari mereka, ternyata itu adalah masalah.!

Saat kita melihat masterplan kita, dan kita belon mendapati apa-apa. ternyata itu juga masalah.!

Dan dari semua masalah itu. Yang menjadi paling masalah adalah ketika kita merasa sudah terlambat dan menjadi bukan siapa-siapa. Lalu menjelma menjadi rasa kecil hati dan frustasi, sedang masalah yang seharusnya dihadapi terus saja menguntit tanpa kenal lelah. Dan waktu menunjukkan konsistensinya berjalan menuntun usia kita yang semakin berkurang.

saat penat melanda, Ingin sekali aku merebahkan diri sendirian di pantai, menikmati desir angin laut sambil mendengarkan musik lembut dan mencoba membuang kabut-kabut yang menutupi fikiran.

sebenarnya andai kita mau merenungi sejenak, ketika masalah datang, itu artinya kita sedang naik ke tangga berikutnya, lalu berikutnya dan berikutnya lagi, sebagaimana yang kita tahu bahwa disetiap tangga, tingkat masalahpun semakin berat.  it should be better for us. sayangnya tidak setiap kita menghadapi masalah dengan baik, bahkan ada juga yang terus saja lari darinya. sedangkan kalau masalah yang ada tidak jua terselesaikan, dia takkan beranjak ke tangga berikutnya. dan sekali lagi, waktu tak pernah memberi kita toleransi.

         
kalau kita mau berfikir sejenak, sebenarnya masalah itu ada pada kita sendiri. seperti contoh kecil kita tidak mengerjakan tugas kuliah dengan baik, lalu dosen tidak meluluskan mata kuliah yang kita tempuh tersebut, sehingga muncul masalah. kita ingin menikah, tapi kita tidak serius menyisihkan uang untuk modal nikah, sehingga ketika telah sampai umur kita untuk menikah, kita tak jua menikah, jelaslah mana letak masalahnya. di mata orang-orang tertentu, setiap masalah yang ada tidak dilihat sebagai masalah melainkan tantangan dan batu loncatan untuk berkembang dan melesak maju. mereka adalah orang-orang yang tak pernah takut terhadap apapun dan menjadi dirinya sendiri sepenuhnya (dia paham apa yang dia butuhkan dan dia berjuang untuk itu). kebanyakan itu dapat terlihat pada wajah-wajah enterpreneurship.

maka hal pertama ketika kita menemui masalah adalah  hindari menyalahkan orang lain meskipun kita punya celah untuk menyalahkannya. hal terbaik adalah kita jujur pada hati kita masing-masing. mengakui kesalahan yang diperbuat dan mengikhlaskan menjalani dampak dari apa yang kita perbuat itu. mungkinkah itu bagian dari ujian untuk menaikkan derajat kita, ataukah ada efek dosa yang berimbas ke kehidupan kita sehingga terasa penuh dengan masalah. intropeksi diri jauh lebih membantu mengatasi ini semua daripada hanya menyalahkan dan mencari alasan.

BANGKIT DARI MASALAH!

pernah mendengar salah satu ayat yang artinya kurang lebih begini?
Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu merubah diri mereka sendiri.

ayat-ayat itu sering didengungkan oleh para motivator muslim, yang berisi ajakan untuk berikhtiar penuh, yang orang-orang memaknainya dengan bahasa simpel, kalau kita tidak berikhtiar, bagaimana Allah merubah keadaan kita?

        Dulu ketika mendapati ayat itu, saya sempat kebingungan memahaminya, dengan melihat konteks tersebut, seolah-olah kita meniadakan peran Allah, dimana-mana kalau kita mau berusaha ya akan sukses. terus dimana posisi Allah? terus bagaimana dengan orang-orang yang sedang terpuruk oleh masalah? dimana jelas susah sekali bangkitnya.

         Akhirnya ketika beberapa kali mendengar ceramah ust. Yusuf Mansur, saya mendapati tafsiran yang menurutku paling tepat dan paling pas untuk setiap keadaan, yakni berarti. Allah tidak akan merubah suatu kaum, kecuali kaum tersebut mau memperbaiki apa yang ada pada dirinya. dengan jalan memperbaiki hubungannya dengan Allah lewat berbagai macam ibadah kepadaNya, dengan memperbanyak sedekah, dzikir, dll. tepat. dengan begitu Allah akan mengangkat kesusahannya dan memperbaiki kehidupannya. bukankah Allah Maha Kuasa? ayat ini singkron dengan salah satu ayat.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

         suatu saat dalam ceramahnya ust. Yusuf Mansur berkisah bahwa dulu sebelum dia menjadi 'Agen Sedekah', beliau menjadi 'Agen Masalah' alias membuka jasa konsultasi kepada orang-orang yang mempunyai masalah dan tak kunjung teratasi. di dalam ceritanya, beliau menjelaskan banyak sekali orang konsultasi tentang masalah hidupnya, ada yang sudah menikah bertahun-tahun tak kunjung dikaruniai keturunan, ada yang susah mencari pekerjaan, ada yang dagangannya selalu rugi. pokoknya banyak sekali masalah yang ada.kemudian dalam terapinya beliau menyodorkan lembaran daftar dosa besar. 10 dosa besar ini terkenal dengan 10 dosa penghalang rizqi, yakni :

1. Syirik
2. Meninggalkan Shalat
3. Durhaka kepada Orang Tua
4. Zina
5. Harta Haram
6. Minuman Keras
7. Memutus Silaturahim
8. Bohong (saksi/sumpah palsu)
9. Kikir/ Pelit
10. Ghibah/ menggunjing 

jika ada salah satu bahkan lebih dari daftar dosa-dosa tadi yang dilakukan, maka orang yang bermasalah tadi disuruh tobat,karena kemungkinan besar itu penyebab masalah yang sedang terjadi. kemudian di doakan oleh ustad.

Simpel kan? hehehe
sebenarnya masalahnya tidak sesimpel ini. karena kita susah sekali untuk merubah kebiasaan buruk kita, apalagi yang menyangkut dosa, dosa besar lagi.. ya, jangan pernah putus berdoa kepada Allah. semoga dimudahkan dalam memperbaiki diri. dan jangan lupa bahwa setiap orang yang punya masalah butuh dukungan dari lingkungan sekitar agar tidak semakin down bahkan melakukan hal-hal merusak kehidupannya.

loh, pengen curhat kok malah jadi ceramah ya..hehe
sebenernya juga lagi banyak masalah sih.
biarlah, semoga tulisan ini ada manfaatnya..uhuyyy..

Ingat, manusia hebat itu adalah yang tak pernah mengeluh dan tak pernah memberatkan manusia lainnya..

** kalau sejenak saja kita merenungi kehidupan ini dengan lebih luas, tentang kehidupan setelah mati, rasa-rasanya selamat dari siksaNya itu lebih diharapkan daripada memikirkan segala kepelikan hidup ini. semoga kita bukan termasuk golongan orang yang merugi. Amiin


0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--