Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, January 24, 2015

Sisi Lemah Seorang Introvert

Sejujurnya memang introvert adalah kepribadian yang paling rumit, tapi menurut saya,tiada yang beda antara introvert dan ekstrovert, keduanya ada untuk saling melengkapi sebagaimana adanya siang dan malam. pada intinya introvert atau eksrovert itu sama buah karunia berupa kepribadian dari Allah. masing-masing mempunyai nilai plus-minus dengan segala potensi yang dimiliki. Hanya saja kepribadian introvert memang lebih rumit untuk dijelaskan. Dan sejauh ini saya baru menyadari, bahwa ia juga ternyata susah untuk dikendalikan. Berawal dari sebuah keisenganku masuk ke dalam grup-grup facebook yang berkaitan dengan introvert baik diluar  maupun didalam negeri. Dan wow….!!! Ternyata tulisan/ postingan yang mereka tulis di grup tidak seperti yang apa yang ada difikirin tentang introvert ini. Mereka (para introvert dalam grup tersebut) kebanyakan lebih bangga menonjolkan sisi buruknya dibanding saling membantu untuk mengeksplore potensi tersembunyi mereka. Mereka dengan bangga memperlihatkan bahwa mereka tak pernah bersosialisasi meskipun ditegur orang-orang dekat mereka, mereka bangga tidak punya teman, mereka senang diklaim pendiam, dengan satu alasan, JUST BE THEIR OWN SELVES. Its so terrible..!!!!!

Cara berfikir atau sudut pandang, mungkin inilah yang menyebabkan seorang introvert menjadi introvert fanatic. Terlalu kaku pada sifat bawaan mereka dan enggan mengoptimalkan potensinya. mereka tidak mau bersinggungan dari realitas social, sehingga pemikiran mereka tak pernah bisa dikomparasikan dengan yang lain, slalu berkutat pada argumentasi mereka sendiri, tak mau belajar tentang bagaimana cara orang lain mengambil sebuah sudut pandang dalam suatu permasalahan. Itu yang membuat para introvert kaku dan terkesan aneh.

Baiklah, untuk memperjelas penjelasan ini, saya akan coba urai segala inti sisi lemah para introvert:

#MENUTUP DIRI

Seorang introvert mempunyai daya pengamatan yang tinggi, super detail. bahkan dia mampu memperhatikan Sesuatu yang tak terfikirkan oleh orang sekalipunpun. Tapi sayangnya kebanyakan kemampuan itu tidak digunakan untuk memperbaiki kualitas diri, menambal kekurangan yang menjadikannya aneh di lingkungan social. Tidak bisa berinteraksi di lingkungan social bukan menjadi alasan dia tidak bisa bergaul. Malahan kebanyakan introvert lebih memilih untuk berkutat pada dunianya sendiri. Tanpa sedikitpun ingin tahu bagaimana nikmatnya bergaul sama yang lain, atau sekedar memahami apa yang membuat orang lain merasa nyaman bergaul dengannya.

Menutup diri, bagi seorang introvert adalah hal yang paling menyenangkan namun sejatinya itu merugikan diri mereka sendiri.ibarat makan buah, mereka hanya mencicipi kulitnya lalu membuang buahnya. Mereka beralasan tidak tahu gimana caranya bergaul dengan orang-orang, gimana cara ngomong, apa saja yang harus diomongin ketika sedang berkomunikasi. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu pastilah muncul dan dialami oleh semua orang, tak terkecuali orang yang ekstrovert. Bedanya. Orang ektrovert mencoba dulu baru berfikir, sedangkan para introvert berfikir terlalu matang namun tidak ada percobaan, sehingga pemikiran tersebut bukannya mendorong untuk action, malah menjadikannya paranoid. Ketakutan yang tak beralasan.

Seburuk-buruk bayangan, tak seburuk wajah aslinya. Prinsip itulah yang dulu kucoba saat pertanyaan-pertanyaan konyol tersebut menghantuiku. Tentang bagaimana cara bergaul, atau sekedar bingung apa yang harus dibicarakan ketika bergaul. Satu pengalaman dulu ketika masih SMA pernah aku duduk sebangku dengan paman yang usianya sudah tua, saat itu aku berkunjung ke rumah beliau karena di rumah beliau ada acara, yang lain pada sibuk membantu acara. Sedangkan aku, somehow, dihadapkan dengan posisi yang terlalu sulit kurasa. Ngobrol sendiri dengan pamanku yang notabene terhormat dan tak banyak bicara. Perasaan was-was itu muncul seperti monster yang tiba-tiba ada didepanku, tak bisa melarikan diri seperti saat ada tamu di rumah atau telpon rumah yang sedang bordering. Hanya ada satu jalan, menghadapinya. Dan tidak mungkin aku Cuma diem-dieman dengan beliau. Lalu aku coba awali obrolan demi obrolan, meski jeda antara obrolan itu cukup lama, namun ternyata aku bisa mengatasinya. Ternyata dari perbincangan tersebut aku mendapat  ilmu bahwa, ketika kita mengobrol santai dengan siapapun itu, bukan obrolannya yang membuat mereka nyaman pada kita, tapi pada perhatian kita dan respek kita kepada  mereka. Ketakutan-ketakutan itu hanya memunculkan dua penilaian orang lain kepada kita, kita dicemooh karena gak care, atau kita diremehkan karena gak pinter bergaul.

Nah, kedepannya ketika kita mulai terbuka pada orang lain, lama kelamaan kita akan mendapatkan pelajaran penting tentang social, yang mungkin orang ekstrovert sulit untuk menjelaskannya, karena mereka orang lapangan, just do it. Dengan terbukanya kita pada orang-orang kita jadi lebih mengerti tentang bagaimana cara orang mengambil sudut pandang, gimana membuat orang bahagia, gimana mengambil hati mereka, gimana cara mereka berfikir. Cara menghadapi orang-orang yang sedang marah, sedih, kecewa.dll. sehingga kita jadi lebih peka. Dan kita tidak egois karena kita tlah terbiasa mengambil sudut pandang yang berbeda ketika berfikir, hasil dari pengamatan saat kita bergaul-berinteraksi dengan orang-orang. Nanti di satu kesempatan akan saya coba jelaskan tips dan trik berkomunikasi bagi seorang introvert.

#CUEK

Cueknya seorang introvert berbeda dengan cueknya ekstrovert. Seorang ekstrovert cuek ketika dia sedang dalam kondisi tertentu, semisal sedang sibuk, sedang kesal, atau yang lainnya. Sedangkan seorang introvert menghabiskan seluruh waktunya dengan kecuekan. Mungkin bagi mereka cueknya bagian dari memperlihatkan wujud aslinya sebagai bagian kontradiksi dari kemunafikan. Tapi orang lain menganggapnya sebagai KEEGOISAN. “aku slalu dicibir teman-temanku karena aku pendiem dan tidak bergaul dengan mereka. Tapi inilah aku.”. itu adalah kata-kata yang membuatku sedih sebagai sesama introvert. Ya, memang begitulah kita. Tapi saya yakin kita berkata demikian karena belum pernah merasakan betapa bahagianya kita ketika melihat seseorang tertawa bahagia karna kita, atau merasakan betapa nikmatnya saat teman-teman mencari kita sebagai bahan curhat atau tempat untuk meluapkan segala gundah. Belum pernah kan?

Buang jauh-jauh sikap cuek, meskipun tidak bisa menghilangkan semuanya, minimal kita berusaha untuk menjadi yang terbaik di lingkungan kita. Kalaupun kita merasa tidak nyaman untuk memulai, itu memang bukan area kita untuk bergaul ramah tamah atau curhat-curhatan, tapi kita tidak dilarang kok melakukan itu, kita juga akan punya waktu sendiri untuk memanjakan diri kita dengan diamnya kita, tapi tidak semua waktu kita habiskan untuk itu. Sebenarnya ada banyak cara untuk menyiasati sifat introvert kita, agar tetap nyaman buat orang-orang di sekeliling kita, atau minimal menghilangkan penilaian yang buruk tentang kita.

Lawan dari cuek adalah empati, ketika social membutuhkan kita, kita siap untuk itu, kita bercanda, kita bercerita, kita melakukan aktifitas bersama. Ya, meski terkadang kita tidak menikmati, just do it them. Mungkin karena kita tidak mendalami maknanya. Adapun jika kita sedang merasa sangat butuh untuk sendiri, mereka nantinya akan paham kok, karena kita tlah melakukan hal yang diluar kita untuk mereka, mereka pun akan memaklumi ketika kita sedang butuh sendiri. Beda ceritanya kalau kita slalu cuek dan mendiamkan mereka, apapun yang kita lakukan bernilai negative  bagi mereka. Karena kita tidak melakukan apa-apa untuk mereka, sedangkan social itu artinya MEMBERI. Just give everything u have for getting their heart.

Kalaupun berat, tidak perlu susah-susah memaksakan diri, kita cukup MENGAWALI, cobalah untuk sekedar tersenyum dan say hello. Maka di pertemuan yang lain mereka akan mendekati kita, kita menjawab sekenanya atau sekedar oh…iya…hmmm  pun mereka akan menikmati perbincangan itu, karena kita sudah mengambil hatinya. Jangan malu untuk mengawali interaksi meski hanya sekedar senyum. Berempatilah, karena kita butuh mereka suatu saat nanti.

#SUPER SENSITIVE

Seorang introvert bisa mengintepretasi sebuah tatapan dengan ribuan argumen. Mereka paling doyan menerka-nerka, meskipun kebanyakan itu tidak seperti apa yang sebenarnya terjadi. Seperti wajah datar teman kepadanya yang diartikan sebuah kebencian. Atau candaan yang terlalu dibawa serius. Hal-hal semacam itulah yang menjadi paranoid bagi introvert dalam bergaul, sehingga mereka lebih cenderung menyendiri, kapanpun dan dimanapun.

Sensitif adalah bentuk dari kepekaan hati, lawan dari sikap acuh, tapi mengapa seorang introvert bisa sekaligus punya sifat sensitive juga acuh? Itu karena mereka terlalu berorientasi kepada diri mereka sendiri, alias egois alias mikirin diri sendiri. Kenapa? Karena seorang introvert merasa diri mereka terlalu berharga untuk bergesekan dengan lingkungan. Sedikitpun tak mau dihinakan, direndahkan, dll. Padahal sifat seperti inilah yang secara tidak langsung merendahkan mereka didepan umum, dengan kata lain, mereka merendahkan diri mereka sendiri, tapi marahnya ke orang lain.

Sebenarnya ada banyak cara untuk bisa mensiasati sifat super sensitive ini, salah satunya adalah banyak bergaul dan punya teman banyak. So, amati mereka dan refleksikan pada diri sendiri. Apakah mereka tersinggung ketika mereka diolok-olok saat bercanda? NO, apakah mereka selalu terlibat konflik pribadi karena urusan sepele? NO. karena mereka tahu tempat, bahwa ketika kita sedang bergaul. Mereka tidak membawa diri mereka masing-masing, mereka mensejajarkan diri mereka sama. Tidak ada yang lebih terhormat, terkaya,dll. So, semua lelucon just for fun. Don’t take it deepest.

Kemudian untuk mensiasati terkaan kita pada seorang temen, apakah dia sedang marah kepada kita atau tidak. Just start talking. Awalilah menyapanya dan berbicara sekedarnya, kalau dia sedang marah, dia pasti ogah-ogahan menjawab obrolan kita, but REALIZE it, dari pengalamaku dalam bergaul selama ini. Hampir 99% dugaanku salah tentang mereka. Mereka tidak sedang marah dengan kita. Dan kalaupun mereka sedang marah sedikit, mengawali ngobrol dengannya membuat semuanya jadi cair. Karena itu bagian dari permintaan maaf mereka (karena umumnya kita gengsi untuk minta maaf terang-terangan, apalagi bagi yang cowok). Percayalah bahwa dengan mengawali sebuah pembicaraan, mereka merasa kita sedang merendahkan ego kita untuk mereka,  dan itu suatu penghormatan yang sangat berarti sekali bagi mereka. Itulah kenapa kita harus mengawali pembicaraan saat sedang konflik dengan seseorang, entah itu dengan pasangan atau dengan siapapun. Alasannya? Sama seperti yang diatas.

Right man on the right place, semua ada tempatnya. Mensensitifkan diri dalam bergaul boleh-boleh saja. Hanya saja kita perlu ubah orientasi dari kita ke mereka. Artinya, sensitive ini digunakan untuk menjaga agar jangan sampai tingkah laku kita membuat mereka terluka, bukan sebaliknya, percayalah, kalau kita semua melakukan seperti ini, aku yakin tiada konflik di dunia ini.keegoisan hanyalah milik anak kecil, raja tak terkalahkan yang belum paham logika. Jika ternyata kita emang selalu disakiti oleh mereka. Fine, kenapa kita tidak menilik pada diri kita sendiri. Bukankah membalas kejelekan mereka itu sama saja kita memposisikan diri kita sama jeleknya dengan mereka?. Berbesar hatilah. Orang yang bijaksana terlihat kalah selangkah oleh mereka yang mengoloknya namun sejatinya mereka melesat jauh kedepan. Kok bisa? Tanyalah orang ketiga, bagaimana mereka menilaimu J. Orang diam bukan berarti tak bisa menilai, so. Jadilah orang baik, jangan terlalu sensitive.

#TERLALU BANYAK MIKIR

Suara gemuruh di dalam otak, itulah suara otak seorang introvert. Didalamnya berisi sel otak yang slalu aktif memikirkan atau mengimajinasikan sesuatu. Otak warna-warni penuh potensi kreasi dan inovasi. Namun sayangnya, sifat bawaan ini buntu untuk menghasilkan sesuatu yang riil kalo kita tidak mau menggerakkannya kedalam bentuk nyata. Ketakutan, kekhawatiran, rasa pesimis yang ada menjadi penghalang yang besar bagi seorang introvert untuk produktif. Tak banyak seorang introvert yang tahu potensi yang dimilikinya, pun yang sudah tahu merasa susah untuk mengembangkan potensinya karena halangan kelemahan sifat introvert lainnya, belum lagi cobaaan atas ketidak setujuan orang tua, terhambat financial, dan lain-lain. Namun bukan hidup namanya kalau tak penuh rintangan bukan? It’s a life, nikmatnya tu di rintangan itu sendiri.

Terlalu banyak mikir, banyak orang yang mengagumi potensi seorang introvert sebagai seorang kreatif, imajinatif, manajer, konseptor. Dll. Sayangnya sedikit orang yang berani mengungkapkan itu, alasannya, tak  mau jadi orang terkenal. Atau ada lagi. Kita yang bahkan tak mau jadi orang hebat Karena ketakutan-ketakutan yang tiada beralasan. Jangan bangga ketika ada orang yang bilang, “sebenarnya kamu itu pintar, tapi ….” Itu bukan berarti kamu benar-benar pintar. Tapi kamu orang yang gagal membuka pintu kesuksesan kamu hanya karena kamu menyembunyikan potensi kamu.atau takut terhadap sesuatu yang ada di fikiran kamu. Just do it.!!!

Just do it..???bukankah semuanya perlu pertimbangan?? Pertimbangan hanya untuk orang-orang yang kurang pinter, sedangkan kita orang introvert sudah penuh pertimbangan. Tapi kita terlalu idealis bahkan perfeksionis.pertimbangan-pertimbangan itu hanyalah bayangan ketakutan kamu sendiri. So, just do it is enough, you are the best one!!!!. Aku juga begitu, aku punya prinsip yang aneh saat kuliah. Seperti lebih baik tidak masuk kelas daripada terlambat, atau tidak presentasi daripada kurang matang persiapan, hasilnya..???ketika aku benar-benar on fire. I was the best one in class. Tapi ketika sedang terpuruk. Aku jadi males masuk kuliah, aku jgak pernah ikut presentasi, jangan Tanya bagaimana hasil nilaiku di akhir semester, bahkan terkadang hasilnya adalah no result, dan aku harus mengulang itu tahun depan, susah bukan?? Sedangkan teman-teman kuliahku yang (bukannya sombong) jauh sekali dari kemampuanku, Cuma modal nekat, mental baja, dan wajah beton. Kini melenggang kampus dengan title sarjana. Kini siapa yang salah..???

Just do it, bagaimana mungkin kita merasakan sesuatu tanpa melaluinya terlebih dahulu. Kita seringkali berfikir pragmatis-idealis, yang ingin skali coba langsung jadi langsung mahir. No way. Kita lalui dulu, baru kita evaluasi. Jangan bangga dengan pujian “sebenarnya kamu pinter” karena kita terlalu berkutat pada penilaian orang lain, ya. Terkadang kita jadi labil dan gampang terpengaruh dengan orang lain, bahkan dengan sesuatu yang kita anggap paling benar, kita lewatkan begitu saja dengan memilih pilihan orang lain yang belum jelas. Itulah kita, but semua masih bisa diperbaiki, selama kita masih berani bangkit dan mau belajar.

#MENDADAK PESIMIS

Kenapa seorang introvert menjadi seorang pesimis. Karena mentalnya terbangun hanya dari fikirannya sendiri, bukan dari lingkungan. Mengambil sesuatu dari satu sudut pandang saja. Itu yang menjadikan fikiran seorang introvert seperti benang kusut. Karena fikirannya tidak realistis, hanya imajinatif. Sehingga ketika dia benar-benar berhadapan dengan dunia realitas, dia bingung harus bagaimana. ketika orang lain belajar bagaimana hidup, dia masih terjebak dalam fantasinya. Belum lagi dengan buah dari kecuekannya yang menyebabkan tidak ada teman yang membantu, sifat super sensitifnya yang membuat tidak betah dalam lingkungan pekerjaan, dan terlalu banyak mikir. Itu menghasilkan apa yang dinamakan pesimis. Fikiran-fikiran dan imajinasi yang dulunya membumbung tinggi kini terperosok dalam sebuah kotak “aku tidak bisa melakukan itu’.

Sifat pesimis menjadikan kita tidak maksimal dalam melakukan sesuuatu, memendekkan target prestasi, dan kurang bergairah dalam menjalani kehidupan. Itu semua karna kita tidak tahu bagaimana mengelola sifat introvert dengan baik. Itulah kenapa seorang introvert mudah stress, depresi. Bahkan terkena gangguan psikis. Karena mentalnya terbentuk kurang sempurna. Dia penuh warna, namun rapuh. Jika anda mempunyai saudara atau teman seorang introvert, dekatilah dia, dia perlu bimbingan.

Yang menjadi pertanyaan adalah, haruskah kita slalu pesimis ketika kita sadar bahwa dunia ini keras, lalu kenapa tidak kita lawan waktu yang tajam dengan gagahnya kecerdasan yang dikawal keberanian kita. Kalau kita sadar penyesalan itu pahit, jadikanlah perjuangan ini sebagai pemanis. Hati yang terluka atau fikiran penuh tekanan, biarlah itu kita lalui sebagai sesuatu yang lazim. Namun yang menjadi pembeda adalah, kita bisa menikmati setiap esensi dari semua ini, tidak sekedar menjalani. Dan karna alasan itulah, kita menjadi seorang introvert, filosof penuh imajinasi.


            Sekali lagi, sebenarnya tidak ada yang salah dengan kepribadian introvert, hanya saja introvert adalah minoritas, ini yang terlihat aneh oleh dunia. Tapi jangan pesimis dulu, karena kebanyakan orang-orang hebat di dunia ini adalah seorang introvert. Jika kamu seorang introvert, dan ingin menjadi orang hebat, hindarilah kesalahan-kesalahan diatas. Kita memang bukan orang sempurna, namun kita penuh warna. Take care J

9 comments:

Twofic said...

Terimakasih Bro waa jadi tau nih sifat introvert, tampaknya saya juga punya sifat ini. banyak benarnya hehehe, yes belajar just do it.

Darkness Prince said...

@Twofic_ iya mas..semangat menjalani kehidupan ini sehingga menjadi introvert yg hebat..salam kenal yak :)

Anonymous said...

Waduh mas benernya banyak juga...klo saya ini sudah emg sadar introvert pemikiran saya beda banget dh dengan yg lain..cntoh hal kecil kalo pun bercanda hanya canda"an cerdas kdang miris kenpa gw bisa ketawa cuma disisi ini sedangkan lawakan" mainstream poker face aja dapatnya diemmm...jujur aja ane pengen lari klo bisa musnah ni pribadi..saking pengennya jadi pribadi yg lain sampe" ane bikin survei ngikutin tingkah laku para" periang..hasilnya apa nihil...sudah gw coba in trik"nya kya gimana gw amati bener" pokoknya tapi tetap rasanya ada yg kurang hasil gagal....dri cara ngedekati wanita lh misalnya(jadi pribadi yg di senangi spya akrab gtu tujuannya bukan pacar) dru 16 org terdekat di lingkungan kampus itu..balasannya apa di chat..eh lu kah ini lain deh jcarrr di read nya aj klo kg delay brhari... miris kga tapi klo gw bechat.a dgn sekelompok urg tua ataupun bcara dgn merka lncar jaya senyum gw ngembang msuk...klo sma yg seangkatan malah kgk...apakah perbedaan pola pikir itu berpengaruh itu yg masih di pikran gw...jujur aja gw orgnya pintar kiranya(sombong nh) nilai akademik dri tk gw udh bisa lebih dri anak yg lain dri menulis bicara dll perfect lh ..kmdian sd sama perfect rangk 2 mulu..smp rank 2...nh pas smk ane mulai bosan dgn rank dan ane tinggalin tuh pribadi yg pintar" pgn brbh knapa gw kgk ad temannya...dgn survei org pintar cenderung memiliki tmn yg seangkatanya aj pola pikirnya...jdi ane mncba jadi nakal...nakal sehat mksudnya dri duduk dibelkang ngikut" kga kerjaan pr dll...hasilnya apa dlm 3 thun fakta real...smk hnya kumpulan org" idiot yg menyusahkan org tua dengan pola pikir mimpi" bulshitt meskipun sbgiannya kga (gw ngomong gino tapi dlm hati bilang diri lu juga egois lngsung jdi 2pribadi)..setelah tau gw fakta"nya realnya lh semester trakhir gw pengen brbh dikit dgn jdi pribadi asli dan bener aja gw dpt langsut nyebet rank 4 dlm 1 smater nilai akademik lngaung tinggi meskipun kedok asli pribadi muncul dan tmn" gw responnya biasa aja bahkan kya angin lewat mau gw berubah pa kgk..kya kga di anggap...

yah maaf belepotan sekiranya kgk jelas gw ngomong apa tpi itu maksud gw lh...gw bukan pendiam cuma beda porsi aja dgn yg bukan menunya...blalala lh...ane stresss klo crta kek gini

Darkness Prince said...

duh maaf baru liat komentar ini.. buat yang pengen sharing atau curhat seputar introvert. langsung lewat Whatsapp aja ya di 085724422210. biar langsung ketahuan dan bisa kejawab. hatur nuhun..

Anonymous said...

"Be yourself no matter what they say"

http://m.kompasiana.com/gumilangsatria/sosok-introvert-dan-dunia-di-dalam-pikirannya_550da52aa333119a1e2e423b

Jangan lupa baca buku "Introvert Advantage" karya seorang doctor (Psy.D) yang adalah introvert, selain ilmiah dan contoh sehari, buku ini ringan di baca..., biar gak tendensius sama org Introvert ya mas...

Wanita Muslim said...

Apakah seorang introvert itu perlu tau bahwa dia seseorang yg memiliki sifat introvert

Wanita Muslim said...

Apakah seorang introvert itu perlu tau bahwa dia seseorang yg memiliki sifat introvert

Darkness Prince said...

@Anonymous - yak betul..
@Wanita Muslim - Perlu sekali, karena introvert adalah kepribadian yang cukup rumit. bagi introvert yang kehidupannya berjalan normal dan tidak masalah.its no problem.namun kebanyakan introvert punya masalah dengan kekurangannya itu, baik yang berimbas ke dirinya atau orang lain

Aris Aris said...

Mengena sekali tulisannya. Karena hampir keseluruhan tulisan didalam blog ini memang fakta. Dan yang paling sulit dalam introvert adalah terlalu pesimis dan super sensitif.

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--