Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Thursday, June 5, 2014

Nasihat ; Setetes Embun Bagi Jiwa Yang Kering

           Sebagai manusia kita pastinya mempunyai hubungan dengan manusia lain di dunia ini, entah saudara, partner kerja, tetangga, ataupun teman. Nah, pertemanan adalah salah satu bentuk hubungan yang paling menarik apalagi untuk usia-usia remaja. Bahkan ada yang bilang pertemanan itu lebih mengasyikkan daripada persaudaraan, karena dengan teman kita bisa curhat apa saja, sedangkan kalau dengan saudara, masih fikir-fikir mau ngomong apa. Mungkin benar, bisa juga salah. Namun selayaknya teman menjadikan refleksi diri kita sendiri tentang bagaimana kita berhubungan dengan orang lain, bagaimana pandangan orang atas diri kita, nah itu semua bisa dipelajari dari hubungan pertemanan ini.

              Bicara soal teman pasti sangat mengasyikkan, jalan bareng, kepo-kepoan, melakukan aktifitas bareng, menikmati moment-moment kebersamaan yang mungkin takkan pernah tergantikan, bahkan aktifitas tersebut tidak berhenti sampai mereka menikah kelak, asal gak keblinger saja. Nah, ternyata dalam pertemanan ini pun tidak selamanya kita berbagi kebahagiaan, ada kalanya salah satu diantara kumpulan teman tersebut ada yang sedang mendapat masalah, entah itu urusan keluarga, pacar, sekolah, dan lain-lain, biasanya pertama kali yang dia datangi adalah teman, meski ada juga yang lari ke ibu. Bagi kita, menceritakan semua permasalahan yang ada cukup untuk meringankan beban masalah yang sedang kita hadapi. Namun pastinya kita tidak asal sembarangan ngomong atau membuka masalah kita kepada siapa saja. Oleh karena itu menjadi teman sejati tidaklah mudah. Karena percaya tidak percaya, bagi sebagian wanita, teman lebih berharga daripada pacar sekalipun.

              Berikut ini akan saja jelaskan tips bagaimana menasehati teman yang sedang berada dalam permasalahan, karena tidak semua apa yang kita omongkan mungkin bisa masuk ke dalam fikiran mereka, maka ada beberapa faktor penting yang harus kita jaga, namun sebelum kita masuk ke tips, ada baiknya saya coba terangkan bagaimana kriteria pribadi yang enak untuk diajak curhat:

  1. Lebih dewasa
  2. Rendah hati
  3. Tidak suka membocorkan rahasia
  4. Tidak suka menjustice/ menyalahkan orang
  5. Penuh perhatian

  6. Kemudian, ketika ada seorang teman yang sedang berada dalam masalah, berikut ini yang harus kita lakukan:

  7. Bersikaplah care dan empati atas kejadian yang sedang dialami teman.
  8.           Pertama kali yang dibutuhkan orang yang sedang berada dalam masalah adalah perhatian, karena dia butuh sandaran support dari orang-orang terdekatnya. Seolah ada yang ikut merasakan penderitaannya, sehingga dia merasa sedikit nyaman dengan perlindungan bentuk perhatian yang diberikan temannya. Banyak sekali orang yang tidak begitu peduli dengan apa yang orang lain rasakan, bahkan langsung menyalahkan orang tersebut seperti kata-kata "kamu sih…cerobooh, hilang kan tuh hp…" atau "udah dibilang kan jangan berhubungan dengan orang itu, kamu sih bandel, ditinggal juga kan kamu" atau " tapi masalahmu itu tidak lebih besar dari masalah yang sedang kuhadapi"

                mungkin kata-kata tersebut memang benar kalau dilihat dari sudut pandang orang lain, namun sejatinya hal tersebut tidak memberikan pengaruh baik untuk teman yang sedang kesusahan tadi, itu seolah dia sedang berada di depan para eksekutor yang tengah mengacungkan senjata. Dalam ilmu psikologi tidak saya rasa tidak ada kamus menyalahkan, yang ada adalah penunjukan kesalahan, namun itu tidak serta merta diberikan di awal, itu malah akan menjadikan si dia semakin shock dengan kesalahan atau penderitaannya.

                  Sebenarnya tidak susah untuk memberikan perhatian dan empati kepada teman yang sedang dalam masalah seperti itu, meskpun kita sendiri pun punya masalah yang lebih besar dari dia. "kamu kenapa din, ada masalah kah? Ceritakan saja…" kata-kata tersebut meski terkesan sepele, namun bagi orang-orang yang sedang ditimpa masalah it problably means that he welcome to her and open his hand to be hug.

  9. Mendengarkan cerita dia dengan penuh antusias tanpa banyak menyela.
  10.              Ketika seseorang merasa bahwa ada teman yang perhatian dengannya, dia berfikir bahwa orang itu cukup pantas dan bisa dijadikan tempat curahan hatinya, kepercayaan itulah yang sangat sulit didapat, sependiem apapun dia,pun suatu saat dia pasti butuh seseorang untuk sekedar berbagi rasa sekalipun, dengan segala tipikal orang-orang yang berada di sekitarnya, dia paham, kemana seharusnya dia menuangkan segala unek-uneknya itu. So, ketika ada teman yang sedang curhat, dengarkanlah dia seolah kita sedang ikut merasakan penderitaannya, beberapa kali anggukan atau senyuman itu semakin memberikan kesan bahwa kita benar-benar mengerti keadaannya, maka semakin banyak dan semakin dalam dia menceritakan keluh kesahnya tanpa ada yang ditutup-tutupi. karena dia yakin kita gak akan membocorkan rahasianya. Dan jangan banyak menyela, karena beda, orang yang sedang bingung dengan  orang yang sedih, orang bingung mempunyai fikiran yang lebih terbuka sehingga apa saja masukan yang kita berikan ke dia, itu akan diserap dengan baik sebagai pertimbangan, karena dia memang butuh masukan, berbeda dengan orang yang sedang bersedih atau kalut. Dia hanya butuh seseorang untuk menumpahkan segala keluh kesahnya. Menyela apalagi menasehati itu malah membuatnya tertahan untuk meluapkan emosi sedihnya, malah bisa jadi dia berubah jengkel dengan kita karena merasa digurui oleh kita. Pahami, orang yang kalut dan mencurahkan kekalutannya pada kita, dia melupakan harga dirinya, rasa malu dan sungkannya pada kita, dia merendahkan dirinya dengan menceritakan semuanya kepada kita, hanya berharap kita mau mendengarkan, bukan untuk dikomentari. Maka sebaiknya kita bersikap pasif sampai keadaannya stabil dan tenang.

  11. Tanyakan sumber masalah dan pandangan dia tentang masalah itu
  12.           Setiap masalah yang sedang menimpa seseorang, itu pasti ada faktor x yang menyebabkan masalah itu muncul, jadi selayaknya kita mendengarkan curahan hati untuk menemukan sumber masalah yang ada. Bukan mensikapi masalah itu sendiri, karena bisa jadi masalah itu bersifat subyektif, sehingga mungkin solusi yang kita berikan benar menjadi solusi atas masalah yang sedang terjadi pada orang-orang pada umumnya, tapi belum tentu bisa jadi solusi untuk teman satu ini. Seperti saat teman kita merasa ditekan oleh ayahnya, dibatasi ruang geraknya,barangkali ada hal yang membuat nya memang harus disikapi begitu oleh ayahnya, namun pesan itu tidak sampai pada dia, sehingga terjadi miskom, atau salah paham.

                   Harus kita pahami bahwa setiap pandangan itu selalu berbeda. Ada ego yang mempunyai kecenderungan mempengaruhi pandangan. Maka sebaik-baik pandangan adalah yang objektif, tidak sekedar didasari dari pendapat kita saja, apalagi hanya sekedar spekulasi. Namun, kita tidak bisa serta merta memaksakan teman yang sedang dalam masalah untuk berpandangan seperti pada umumnya, karena dia sedang menjadi aktor, artinya orang yang sedang dalam masalah cenderung merefleksikan segalanya ke dirinya, merasa bahwa dia yang paling benar dan menjadi korban, simpelnya, ada ego yang menggelayuti sehingga  fikirannya tidak jernih. Dia selalu ingin dimengerti sebagaimana orang sakit yang slalu dituruti permintaannya. Its fine. Memang selalu begitu adanya. Maka biarkan dia menceritakan semua kisah, pendapatnya menurut pandangannya, kita yang stabil dan berfikiran jernih mencoba untuk memahami maksud dan pandangannya dalam masalah ini dan terus mensupportnya. Biarkan dia bicara sampai dia bosan dan capek sendiri. Biasanya kalau sudah plong. Dia akan menghentikan bicarannya. Dan itu saat kita untuk memasuki fikirannya.

  13. Patahkan argumennya dengan logika sederhana
  14.                Kita semua paham bahwa orang yang sedang dalam masalah slalu ingin dimengerti, dan selalu merasa bahwa dia yang benar dan yang sedang tersakiti, jika memang dia benar, maka kita hanya butuh mensupportnya dan menuntun dia untuk bangkit dari keterpurukan. Namun jika ternyata dalam masalah ini dia memang bersalah (entah itu salah sangka, atau sesuatu yang terjadi karena kesalahannya sendiri), kita tidak boleh membiarkannya merasa benar, meskipun dia teman kita dan sedang merasa sedih. So, kebenaran tetaplah menjadi kebenaran, begitu juga kesalahan. Maka tugas kita adalah bagaimana mengubah pandangan dia yang selama ini salah dengan  tanpa sedikitpun mengiris hatinya. Susah..!!! Itu jelas susah. Namun dengan ketulusan dan niat baik kita, itu insyaAllah akan bisa dilakukan. Caranya adalah kita memasuki jalan fikirannya, carilah akar masalah semisal sebenarnya apa sih mau dia, atau pandangan dia tentang masalah ini,kemudian kita patahkan/luruskan argumennya dengan logika yang bisa dia terima. Seperti saat dia sedih karena selalu disakiti pacarnya namun dia masih cinta. Kita katakan saja, "iya sih..cinta memang butuh pengorbanan, tapi apakah cinta itu berarti harus selalu tersakiti???" atau "aku juga sependapat dengan kamu, hanya saja terkadang aku berfikir apakah kita harus mengorbankan segalanya untuk seseorang yang belum jelas dia jodoh kita..???" ajak dia berfikir pelan untuk menanyakan kembali atau mengevaluasi lagi prinsip-prinsip yang dipakainya itu, apakah itu memang benar atau ternyata ada kesalahan dalam membuat keputusan. Karena prinsip/idealisme itu terkadang diambil begitu saja dari sebuah kesan yang dia dapatkan dari beberapa kejadian kecil, namun terus dipakai tanpa memikirkan dengan dalam apakah idealisme seperti itu benar atau baik untuk dirinya. semisal para pengangguran yang hanya suka menongkrong dijalan, genk motor, dll, Terutama bagi wanita yang cepat sekali memberikan kesimpulan.

                     Jangan jadikan pertanyaan-pertanyaan tadi menjurus kepada pribadinya, itu malah terkesan menyerang dia dan mempermalukannya, namun berusahalah membuat dia seolah merasa bahwa yang difikirkan selama ini salah, namun kita tidak tahu apa salah dia. Yaitu dengan memberikan logika sederhana yang bersifat umum yang seolah bukan ditujukan untuknya tapi dia sendiri yang merasa hal itu ada hubungannya dengan dirinya. Agak susah memang mencerna kata-kata tadi. Namun jika itu bisa kita lakukan. You are the great friend…!!!, jika hal itu berhasil membuat dirinya berfikir, biasanya dia akan berkonfensi (mengakui) meski masih ada sedikit pembelaan, "iya sih sebenarnya memang aku  salah, tapi seharusnya dia bla…bla…bla…" atau "iya juga ya, tidak seharusnya aku melakukan hal seperti itu". Setelah pengakuan yang cukup panjang tadi diungkapkan, maka kata terakhir dari dia biasanya akan selalu "terus aku harus bagaimana donk…?"

  15. Memberikan solusi terbaik dengan Menunjukkan jalan keluar
  16.                      Nah..kalau sudah seperti ini, gantian kita yang cerewet, memberikan masukan sebanyak mungkin, karena fikiran dia sudah terbuka begitu luasnya. Ada tiga langkah yang harus dilakukan orang yang sedang dalam masalah: 1. melupakan/mengikhlaskan masa lalu, dengan begitu dia tidak selalu terkait dengan segala kegundahan masa lalu yang menjadikan perasaan bersalah / menyesal -nya muncul lagi dalam fikiran, itu bisa menghambat treatment nya. 2. membayangkan masa depan, seperti kita menanyainya ingin bagaimana kedepannya, seperti apa harapannya, sll. 3. bikin dia move on, tuntun dia menjalani hidup barunya, karena diawal-awal move on itu pasti akan terasa sulit, jadi tuntun dia, selalu kasih motivasi, berikan dia kebahagiaan lewat kegiatan mengasyikkan dll. Itu membuatnya semakin jauh kedepan dan melupakan masa lalunnya.


                     Kita semua pasti pernah mengalami bergulat dengan begitu banyak masalah, dari yang kecil, sampai yang membuat mata kita memerah. Kita semua sadar bahwa setiap masalah yang ada pasti terdapat solusi, sebagaima penyakit selalu ada obatnya, masalahnya itu sendiri adalah keadaan mental kita yang drop saat masalah itu menghampiri, membuat masalah yang sebenarnya sepele menjadi berat dan terkesan kusut, alias seolah tidak kunjung menemui titik terang, untuk itulah kita butuh orang lain, atau kita dibutuhkan orang lain saat mereka sedang berada dalam masalah, bukan untuk mengolok-olok atas kekalutan mereka, namun untuk membantu mengurai kusutnya masalah tersebut menjadi rapi sehingga menemui titik terang. Tidak selalu otak yang brilian menjadi kunci bagaimana tiap permasalah terpecahkan, namun hati yang teduh menjadikan otak berfikir secara sempurna. Tiada keteduhan yang menjadikan hati terasa sejuk, selain oleh iman dan kesadaran kita untuk saling memberi kepada sesama makhluk yang membuthkan. Take care guys :)


0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--