Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Friday, May 9, 2014

Mari Saling Memahami

 
     Sebagai manusia pada umumnya, ktia semua pasti berharap bisa menjalani kehidupan ini secara normal, melewati fase-fase hidup ini dengan stabil dan terkendali,dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga menua, dari fase sekolah dasar, menengah, atas, kuliah, sampai bekerja. Ya pemikiran itu sungguh sangat wajar. Namun tidak selamanya alur itu berjalan sesua harapan, karena hidup ini bukanlah tempat kita meletakkan harap, dan ada Tuhan, Sang Maha Penentu Keputusan. Kita yang menjalani, bukan yang menentukan. Karena ada tempat lain untuk menjawab semua harapan, membalas semua kelakuan, setelah mati nanti..



     Lalu apa maksud saya menulis ini tadi, yakni untuk mencapai kesepakatan pemikiran, bahwa ada banyak sekali perbedaan di dunia ini, ada kaya-miskin, kurus-gemuk,ganteng-jelek, bahagia-merana, pintar-bodoh, dll. kita tidak seharusnya menilai orang  secara kompleks, merata, menyamakannya dengan yang lain, sedangkan tiap orang mempunyai bermacam karakter, potensi, kematangan mental, lingkungan yang menjadikan tiap alur kehidupan dijalani secara berbeda pula.
dan itu semua tidak lepas dari faktor X, yakni takdir atau ketentuan Tuhan. So, sifat iri-dengki, ataupun meremehkan orang lain karena lebih rendah dari kita itu tak perlu terjadi, karena masing-masing mempunyai rahasia kehidupan sendiri dimana hanya dia dan Allah yang mengerti. Yang menjadikan kita tak selayaknya menjustice mereka hanya dengan melihat mereka secara kasat mata.
Dan sebagai sesama manusia, baiknya kita membantu mereka, mengangkat beban mereka, karena itu akan menjadikan hidup lebih berkualitas dan berarti lebih.

       Taruhlah ada seorang siswa yang bodohnya minta ampun, bukan berarti dia benar-benar bodoh, atau pemalas, selalu ada faktor X yang menjadikan dia seperti itu, mengucilkannya, memarahinya, mencacinya, itu tidak akan bermakna apa-apa bagi dia, malah menjadikan kualitas kepribadian kita semakin memburuk karna kita memperlihatkan keburukan kita dengan mencacinya, bisa jadi dia bodoh karena dia salah dalam menggunakan metode pembelajaran, atau ada masalah yang mengganggu fikirannya, atau dia takut untuk belajar, dan lain sebagainya.

     Ada juga seorang manusia yang miskin, bisa jadi itu bukan karena kemalasan, mungkin dia kurang beruntung dalam kesempatan pekerjaan, mungkin dia seorang pesimis, dll..

      Sebenarnya segala yang berhubungan dengan materi bisa ditambal dengan kehadiran orang-orang lain yang membantunya memetakan masalah yang sebenarnya tidak begitu berat bagi orang lain, namun terlihat berat bagi  dia. Itulah pentingnya kita saling membantu, bukan menilai negatif lalu menyingkirkannya begitu saja.

    Setiap dalam kesamaan menyimpan perbedaan, karena pada intinya perbedaanlah yang membuat keseimbangan di kehidupan ini, dengan keseimbangan akan tercipta kesamaan, dengan sifat perbedaan sendiri, yaitu melengkapi, bukan mencerai beraikan. Sebagai contoh, pria dan wanita dengan tingkat perbedaan yang sangat mencolok, pria yang diciptakan dengan kekuatan, kedewasaan, pola fikir, ditujukan untuk dijadikan pemimpin, sandaran bagi seorang wanita yang cenderung rapuh, namun berperasaan dan penuh cinta, mungkin tanpa pria seorang wanita akan cenderung mengalami banyak depresi kehidupan, namun pria tanpa wanita, hidupnya akan kacau dan berantakan. So, adanya perbedaan dalam kehidupan akan menjadi pelangi diantara rintik hujan yang mengindahkan, jangan dibuat cercaan, apalagi alat untuk meremehkan, semuanya sudah diatur dan ditentukan sedemikian detail oleh Allah dengan  porsi dan tujuan masing-masing, jadi jangan lagi ada stereotip dan diskriminasi sosial, isu rasisme, atau segala sesuatu yang bertujuan untuk menggeser apa yang sejatinya sudah ditetapkan, seperti feminisme.

       Kita kembali ke arah yang lebih spesifik, tentang pentingnya rasa saling memahami dalam kehidupan. Sebagaimana orang kaya yang memahami betul bagaimana kesyukurannya saat melihat orang yang jauh di bawah mereka, sehingga ada rasa ingin berbagi kebahagiaan, membantu mengangkat penderitaan, atau minimal mengurangi penderitaan mereka. Bagaimana orang yang pintar memahami betul bahwa orang-orang yang jelek nilainya sebetulnya mengalami kesalahan dalam metoda pembelajaran, bukan semata-mata mengecap bodoh, pun orang yang malas belajar butuh pencerahan untuk meluruskan kembali pandangan mereka tentang hakikat pendidikan, sehingga terdorong jiwanya untuk mengejar ketertinggalannya.

      Lalu adakah hikmah bagi yang sedang berada di bawah, saat-saat dimana mereka bergelut dengan ujian, penderitaan, kekurangan, yang entah sampai kapan mereka akan berada di keadaan seperti itu? Tentu ada, barangkali untuk yang sedikit mau berfikir mendalam tentang semua itu, akan selalu ada hikmah yang bisa diraih, bahwa dunia ini memang ladang ujian, berada diatas ataupun dibawah tetaplah ujian di dunia ini, bukan tentang apa yang tlah diraih atau dicapai, namun apa yang bisa kita sikapi atas setiap keadaan dan kejadian yang terjadi di kehidupan yang sedang dijalani ini. Sehingga tak ada sikap sombong saat enak, sikap putus asa saat merana. Hikmah bahwa dengan kondisi yang seperti itu, bisa merasakan bahwa keberadaan Tuhan itu sangat nyata, pertolongan yang begitu dekat itu terasa sepekat air es yang kita minum saat kehausan, kesyukuran orang susah yang diberi nikmat sedikit tentu lebih mampu menggetarkan langit dibanding orang kaya yang biasa mendapat uang jutaan. Lalu mana pensikapan yang lebih baik dari semua itu?


    so, mari kita saling memahami, saling berbagi kasih dan membuang segala sifat-sifat keegoisan. Dinamika kehidupan selayaknya bukan hanya dijadikan alasan kita untuk hanya memikirkan diri sendiri, lalu lenggang kangkung atas keadaan yang orang lain alami, kita hanyalah manusia biasa, jiwa kita saling membutuhkan meski kualitas hidup mengalami perbedaan. Dan itu tidak akan terjadi, kecuali dengan mencapai pemahaman yang tinggi,bahwa diatas langit masih ada langit, dibalik kehidupan akan ada kehidupan, dan setiap perilaku akan mendapat balasan. 

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--