Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Friday, March 7, 2014

that is just why...

Aku terdiam, kekosongan membungkam tangan-tangan ini untuk bahkan menulis apa yang sedang rasakan. Untuk sejena aku membuka mata, dan melihat betapa ramainya dunia ini, namun aku tak merasakan apa-apa. Mati, mungkin seperti ini yang dirasakan oleh orang-orang yang bernasib sperti ini, hijrah ke lain dunia, namun  tak pernah kembali. Berharap keadaan disana lebih baik daripada apa yang dirasakan kini, barangkali lebih ramai, barangkali lebih kena di hati. Namun mati bukanlah alasan yang tepat, meski banyak diantara mereka menyadari terlambat,  menenggak racun, dan kecewa lebih dari apa yang di fikiran hampir tersemat.


Its just why…. Mungkin terdiam bisa menjadi jawaban sementara. Daripada harus melanglang buana dengan ketidak pastian, atau malah berusaha demi sebuah kehancuran. Tidak…  barangkali aku harus terdiam dan berfikir ulang. Meski waktu tak bisa mengulang. Ya..hidup ini adalah kesempatan. Masih ada ujung yang harus kita dapatkan.

Tuhan Maha Pengasih, Tuhan Maha Penyayang. Yang menyematkan seberkas kelembutan dibalik kerasnya hidup. Yang mencampurkan percikan warna cerah kedalam kelabu. Cahaya dalam gelap. Dan putih dengan hitamnya.

Its just why, hidup ini harus berlanjut sampai ujungnya. Mengakhiri segala sesuatu sebelum waktunya bukan jawaban yang tepat dari kemelut hidup, atau hampanya perasaan. Tunggulah rintik hujan datang, meski kemarau panjang belum jua memperlihatkan akhirnya.

Jangan pernah berkata percuma, kalau apa yang telah lalu membuat kita merindu, bukanlah luka itu lebih baik daripada tidak merasakan apa-apa. Terkadang kopi pahit hangat terasa nikmat daripada segelas air putih, meski tak melulu kita harus menikmatinya, harmonisasi dinamika kehidupan ini membutuhkan ketegaran, agar bisa berjalan dengan tujuan, bukan apa-apa, namun entah bagaimana jadinya jika pahit itu tertenggak, namun pahitnya tak dapat kita rasakan, lalu bagaimana kita membedakan manisnya.


Its just why, aku harus menikmati ini semua, leburan mimpi, kehangatan luka baru yang berganti tanpa haru.  Ini bukan antara aku dan kamu, atau kalian dengan mereka, mari lihat diri ini masing-masing sendiri dan meresapi luka tanpa menebar perih kepada yang lainnya. Agar tak memudar senyum yang tlah dititipkan dibawah kelopak mata yang kadang menderas tak sengaja. Bertahanlah. Atau kau musnah tanpa terkenang.

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--