Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Monday, December 9, 2013

Obrolan Senja

    Bulan desember seperti ini hujan dan angin kencang, ditambah mendung yang setiap hari berkeliaran tak kenal waktu, itu rasanya seperti berada di dalam film resident evil, terlalu mencekam untuk dinikmati keberadaannya.tapi bagaimanapun, di daerah solo ini musim sepertii ini masih bisa dinikmati daripada disekitaran jakarta, banjir becek dimana-mana. susah untuk beraktifitas..

sore ini kucoba menikmati rintik gerimis dari balkon atas dengan secangkir kopi mix panas, tak ketinggalan kegokilan latif menemani hibernasi senja ini.

"wah hujan-hujan gini paling enak berduaan sama istri ya men" pancing latif

"ah elu, men..merusak suasana aje..udah tau lu lagi ngomong ma senior, malah bahas urusan nikah, jadi sedih kan gua nih"

"hehehe..sory dah...menurut loe, enak menikah muda atau dewasa, men?"

"maksudnya dewasa?"


"ya udah mapan gitu, udah punya tabungan banyak. jadi udah persiapan dana gitu"

"menurut loe, enakan hidup yang datar atau dinamis?"

"enakan dinamis lah, masalah, ujian, rasa gundah, itu kan pemanis kehidupan men, masak iya kita  hidup dalam zona aman terus"

"nah itu dia jawabannya.."

"tapi kan......"

"sst..jangan terlalu perduliin omongan orang-orang tua...."

"wiih...kenapa bisa gitu..durhaka donk kita?"

"maksudnya tuh, jangan terlalu mengikuti fikiran mereka, mereka selalu mewanti-wanti agar kita hidup mapan dulu sebelum menikah. karena mereka ingin anaknya selalu ihdup bahagia. padahal inti kebahagiaan kan gak selalu pada kesenangan semata"

"maksudnya..?"

"lu milih deh....hidup tanpa masalah atau kita bermasalah tapi selalu bisa mengatasinya"

"ya bermasalah tapi sanggup mengatasinya donk, ini soal rasa"

"nah itu, orang-orang tua terlalu khawatir kita kenapa-kenapa nantinya, padahal itu mengurangi kita dalam menikmati hidup ini,coba fikir, seumuran kita kan masih manis-manisnya merasakan cinta, romantis, ya gak?"

"seumuran gue lagi, bukan seumuran loe :D"

"iya seumuran loe.hadeeh.."

"nah terus..?"

"lha iya kalo kita menikah di usia muda kita masih bisa berbagi cinta ma istri, mesra-mesraan. meskipun kita nantinya agak tersendat urusan finansial, kerja keras buat cari nafkah meski masih kuliah, keringat kita masih beraroma cinta men, "

"emangnya kalo udah agak tua gak bisa begitu apa?"

"ini semua tentang awalan men, jika kita mengawali pernikahan dengan begitu rasa cinta ala anak muda, menggebu gebu. maka selanjutnya pun kita tak segan untuk berbuat mesra, sedangkan kalau kita menikah di usia tak lagi muda, pastinya gak semenggebu anak muda donk. udah banyak gensinya, yang ada cuma urusan hak-kewajiban."

"setuju men, setuju banget gua..."

"dan satu lagi yang paling penting..."

"apaan tuh men...apaan...???"

"kalau kita menikah muda, otomatis kita dikaruniai anak pun ketika kita masih muda, itu berpeluang kita untuk punya banyak anak, dan ketika anak-anak kita tumbuh dewasa, kita belum begitu tua men, jadi kita masih bisa mencandai mereka sehingga hubungan anak-orang tua masih terjalin hangat"

"emmh,,,gitu yah.."

"iya lah..lu tahu kan gaya orang-orang tua kita, suka mendoktrin kita, menyuruh-nyuruh kita, gak begitu peduli urusan kita., gak mengerti keadaan dan perasaan kita. nah, perbedaan umur yang mencolok juga berpengaruh dengan itu semua men.. kalo orang-orang tau pengennya kan bener sendiri, merasa sudah merasakan manis pahit kehidupan ini, padahal kehidupan kan selalu berputar, tiap kita punya rangkaian kehidupan sendiri."

"betul..betul..betul...ringkasnya, kalau kita belum begitu tua saat anak kita remaja.kita masih bisa mengikuti alur kehidupan  mereka, sehingga kita masih bisa merasakan perasaan mereka."

"nah itu..."

"satu lagi pertanyaan gue men, mumpung ada senior disini"

"ah elu ngomong umur mulu ma gue, gue jadi berasa kakek-kakek ini"

"hehehe...menurut lu men, enakan pacaran dulu ato langsung nikah?"

"nah kalo yang itu tergantung kadar keimanan.hohoho"

"euh..kok bisa?"

"ya kan agama kita nglarang kita mendekati zina, lu tau kan gaya pacaran anak muda sekarang kayak apa?"

"iya deh, tapi kan kita butuh mengetahui karakter calon pasangan kita men, biar gak nyesel.butuh penjelasan logis nih gue"

"itu pertanyaan lama yang sampai sekarang masih jadi pembahasan. yang kebanyakan orang berusaha mengkompromikan dirinya untuk pacaran, namun hanya untuk mengetahui karakter calon pasangannya, tapi hampir tiada yang selamat, semuanya terjerumus"

"logis, men...logis...terus.???"

"kita main yakin aja, Allah sudah berjanji, orang yang baik pasti mendapatkan orang yang baik, orang jelek akan mendapatkan yang seperti itu juga"

"kalo keliru gimana men?"

"ah lu itu, mana ade orang yang rajin ngaji bergaul ma orang yang suka mabuk-mabukan? atau preman yang doyan kumpul ma orang masjid, kan jodoh kita juga biasanya gak jauh-jauh amat toh men,,,ya ketemunya disitu-situ aja, teman kuilah, teman kerja, teman bermain..nah..lingkungan itu yang menjadi alasan"

"nyambung men..nyambung...tapi kalo masih salah pilih?"

"lu itu rewel deh, kalo masih gak dapet yang pas, berarti itu ujian buat kita, mungkin saja diperjalanan nanti semuanya berubah sehingga menjadi pas"

"maksudnya tobat gitu.."

"pinter...."

"cakep men omongan lu,,,lu emang bener senior gua deh,.hahaha"

"udah ah, udah mau maghrib nih,,,siap-siap.."

1 comments:

Ahmad Saadillah said...

asyiknya bisa ngobrol di senja hari ..
salam kenal ..
follow blog saya ya sob
http://infoejaman.blogspot.com

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--