Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Monday, September 23, 2013

Kebiasaan Nyisa'in Makanan..


{وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا}
Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS al-Furqaan:67).
      
  Allah memberikan bekal kehidupan kepada manusia begitu lengkapnay, 3 kommponen utama kehidupan, air, udara, juga api dijagaNya sehingga kehidupan berjalan seimbang, menghasilkan bibit makanan, sandang, dan papan tersedia melimpah ruah. Allah membebaskan manusia mengambil, menikmati, mengolah dan meregulasi sesuka mereka. agar manusia ringan dalam mengemban tugas utamanya di dunia, yaitu beribadah kepadaNya. tuk mengejar tiket ke syurga, namun pelak manusia menikung fitrah akal bertuhanNya sendiri. tergantikan nafsu liar yang tak bersisi, tak berporos dan tak berujung. sehingga semua kelimpahan anugrah di dunia inibukannya digunakan untuk mencukupi kebutuhannya, malah untuk memperkaya diri. tamak dicari, tugas sebagai hamba terlupakan, lalu apa yang difikirkan sehari-hari? meresahkan apa yang belum didapat, menyiakan apa yang tlah ada.ironis.



    sungguh banyak sekali kebiasaan-kebiasaan buruk manusia di dunia, sehingga saking bisanya dilakukan, hal tersebut menjadi sangat lumrah terlihat di masyarakat. dan salah satu kebiasaan buruk yang ingin dibicarakan disini, yaitu tentang makanan. ya, banyak sekali masyarakat yang terlanjut biasa menyisa ketika makan. meninggalkan bekas/sisa makan di piring, entah itu sedikit atau banyak, yang jelas tak lagi layak dimakan kalo sudah terbuang di tong sampah. terlihat aneh memang. mereka mengambil makanan dalam porsi yang sedikit atau banyak, tetap aja menyisa. entah mereka sudah merasa kenyang atau lagi tidak selera dengan menu makanannya, yang jelas mereka sengaja membiarkannya menjadi sampah. beberapa anggota keluargaku pun masih ada yang berperilaku seperti itu.hmm

Rasulullah bersabda, (diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Ja’far); “sejelek-jeleknya umatku adalah orang yang dilahirkan dalam kenikmatan dan bermewah-mewahan, mempunyai makanan yang bermacam-macam, pakaian yang berbeda corak dan warna, kenderaan segala tipe, serta sombong dalam omongan dan perkataan.” (As-Suyuthi, jilid II).

     kalau boleh jujur, aku paling tidak suka melihat orang makan yang sengaja nyisa, alias meninggalkan sisa makanan. mungkin bagi mereka itu hal remeh yang gak terlalu penting untuk diperhatikan, kalau dirupiahkan pun mungkin tak seberapa, yang penting masih ada duit buat beli makanan lagi.tapi mereka tidak menyadari bahwa di sudut bumi yang lain betapa banyak sekali saudara-saudara kita yang keadaannya begitu memprihatinkan, sampai-sampai mereka sangat kesulitan mendapatkan makanan yang layak. di Afrika misalnya, banyak sekali saudara-saudara kitayang terkena penyakit karena kekurangan gizi, anak-anak busung lapar, keadaan mereka tak lebih baik daripada kucing-kucing liar disini yang gendut karena mendapatkan makanan sisa yang banyak di tong sampah warung setiap harinya. bayangkan jika sisa makanan yang berada di piring-piring kita itu kita kumpulkan perbulannya lalu ditimbang lalu dikonversi menjadi beras atau makanan pokok dan dikirim ke saudara-saudara kita yang kekurangan makan, mungkin itu akan sangat membantu. lantas kenapa kita lebih peduli kepada kucing-kucing warung yang sudah mendapatkan jatah rizki sendiri dari Allah itu daripada mereka?

{وَلا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا}

Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenngu pada lehermu (terlalu kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (terlalu boros), karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal” (QS al-Israa’:29).


    bahkan kalau kita mau melihat seksama pemberitaan tentang negara-negara muslim yang sedang dilanda konflik sekarang ini. Syria misalnya,dimana  akses-akses jalan untuk pengiriman makanan ditutup. sehingga saking susahnya mendapatkan makanan alami (makanan yang bisa diambil dari alam secara cuma-cuma) para mufti mereka disana terpaksa menghalalkan daging kucing. tidakkah kita bergetar mendengar kepedihan-kepedihan itu? lantas bagaimana cara kita membantu mereka? ya kita sisihkan sebagian uang kita untuk kita salurkan kesana? atau minimal kita turut doakan supaya mereka segera terlepas dari keadaan seperti itu.. atau setidaknya lagi, kita jeli membelanjakan uang, tidak menyisakan makanan, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah. betapa kehidupan kita masih lebih layak dan enak daripada mereka.

Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?.Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih. Dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar. (Al-Waqiah: 41-46)

    akupun seringkali jengkel sendiri kalau melihat anggota keluargaku niyisain makanan saat makan. sampai kalau gak tahan aku terpaksa menyindirnya dengan ngomong "kalau makan dihabiskan biar cepet kaya", mereka tanya "emang apa hubungannya makanan dengan kaya?" lalu kujawab aja "gimana nggak, kalau urusan kecil seperti makan aja kita mubazirin rejeki Allah, gimana Allah percaya kita bisa menggunakan yang lebih besar dengan sebaik-baiknya?,ini tentang kepercayaan"

    sejak lama memang aku mulai mengkondisikan hal seperti itu. meskipun dalam urusan lain aku masih sering aja kecolongan buang duit ke hal-hal yang gak jelas. namun untuk urusan makan aku selalu teliti, sampai-sampai aku membuat prinsip 'Lebih baik mengambil porsi banyak, tapi habis, daripada sedikit tapi tetep nyisa.' jadi jangan heran kalau lihat aku makan kayak orang maruk, sampai butiran-butiran nasi di belakang sendok pun aku jilat, jangankan itu, sambel ma lalapan aja sampai gak ada bekasnya di piring hehehe.. meski tu terkesan aneh,tapi tetep saja itu lebih daik daripada nyisain makanan, tinggal milih , budaya barat atau sunnah Rasul yang kita pakai.

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah Saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (Al Israa’:26-27)

    meskipun hanya urusan makanan, namun itu bagian dari sumber kehidupan manusia. mungkin kita merasa hal itu terkesan sepele karena memang dari lahir, makanan sudah tumpah ruah tersedia di lingkungan kita. bayangin aja gimana kalau seandainya Allah berkenan menggoyahkankeseimbangan kehidupan ini. yang dampaknya sumber makanan menjadi sulit didapat, pastinya kita akan kepayahan. orang harga kedelai naik dikit saja kita sudah heboh. apalagi kalau makanannya yang tidak ada,nah lho.. maka dari itu kita perlu yang namanya bersyukur.  karena dengan bersyukur, hati menjadi lapang dari keegoisan. sehingga pandangan terasa lebih peka terhadap sesama. bukan untuk saling mencari kesalahan orang lain, namun lebih bijaksana lagi. agar kita lebih bijak dalam bertindak, dan tangan terasa sangat ringan untuk berbagi.semoga bermanfaat. ^^

«مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ»Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan, serta tidaklah seseorang merendahkan diri di (hadapan) Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya”[HSR Muslim (no. 2588].


1 comments:

Alexandria said...

two thumbs.. ^^

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--