Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Thursday, August 29, 2013

Mengumbar Kemesraan..

romantisme kita rahasia berdua,
kita tutup mata juga telinga..
tak lupa kunci rapat mulut kita.. 
bukan karna malu bercinta.. 
namun dimata orang pasti beda adanya..                                         
                              -Maula Achadin-

    memang benar, kemesraan adalah salah satu bentuk penggambaran betapa harmonisnya sebuah hubungan. rasa cinta juga sayang yang terbalut dalam ungkapan-ungkapan manja lewat kata ataupun tindakan menunjukkan seberapa kuat jalinan hubungan kasih kepada pasangannya, namun pelak jika mereka menyangka mengumbar kemesraan di depan umum itu bagian dari penunjukkan betapa baiknya jalinan mereka, betapa bahagianya keadaan mereka, atau beruntungnya mereka. mereka lupa hidup tidak hanya berdua saja, akan selalu ada pihak ketiga, keempat, kelima dan seterusnya yang bersemayam disekeliling mereka atas nama sosial, yang membuatnya mau tidak mau membuka mata dan mengubah sedikit pandangan ego . agar sadar, bagaimana pandangan penerimaan mereka atas sikap kita di depan umum. 

       suatu saat temanku yang seorang akhwat menikah dengan salah seorang temanku, dia seorang ikhwan. aku tahu betapa bahagianya mereka, dan keromantisan-keromantisan tersebut mulai menyebar ke facebook. gak ada yang salah memang, ketika mereka mengungkapkan rasa cinta lewat status facebook, terus di tag ke istrinya. namun bagi ikhwan lain yang mendengarnya, euh, saya rasa itu menjadi (maaf) sangat menjijikkan. apalagi disalah satu tulisannya 'kita shalat sunnah  saat kita hendak melakukan ibadah malam..', orang mana coba yang tidak maksud dengan kalimat tersebut, rasa cinta seolah telah merobek jala al hayah (rasa malu) antara mereka dengan khalayak umum. mungkin bagi mereka itu bentuk pengungkapan cinta begitu mengesankan sekaligus menunjukkan kepada teman-teman betapa menyenangkannya menikah itu. tapi apakah itu bukan sesuatu hal yang cukup tabu. mereka tidak sadar tidak semua teman facebook yang membacanya mengalami suasana hati yang sama bahagianya dengan mereka, bahkan lebih jauh lagi, bagaimana jika yang membacanya adalah orang-orang yang berfikiran mesum? 

        memang benar dan aku juga meyakini, seorang ikhwan atau akhwat itu sungguh besar rasa cintanya ketika menikah, karena mereka tak pernah mengumbar rasa sebelum menikah, mereka benar-benar menjaga hati dan perasaan mereka untuk suami/istri mereka nanti, sehingga ketika menikah. rasa cinta mereka benar-benar menggebu. itu terasa lebih romantis dari film titanic sekalipun. lalu bagaimana mereka menjalin hubungan pun sudah tidak dipungkiri lagi. mereka akan selalu mengukir kemesraan di hati pasangannya, seperti orang yang baru pacaran. namun tidakkah lebih baik jika itu tersimpan rapi di kamar mereka. ini juga harusnya menjadi PR buat para ikhwan dan akhwat bagaimana menjaga sikap mereka di jejaring situs. karena seringkali mereka lupa bahwa ribuan tatap mata slalu tertuju padanya berisi fikiran-fikiran yang ada.

     akun facebook seorang akhwat itu mempunyai daya pikat ribuan kali lebih kuat daripada akun facebook wanita pada umumnya. mau tahu kenapa? karena banyak syetan yang nongkrong di tiap akunnya. bagaimana bisa, logis saja. tiada yang mau melirik seorang akhwat dengan jilbab lebar bahkan bercadar melainkan seorang ikhwan yang lebih beriman juga berilmu dari lelaki pada umumnya. dan itu membuat syetan lebih tertantang untuk menggoda hati-hati mereka untuk membuat status-status indah bahkan foto-foto cantik untuk dikomentari meski dengan bahasa syar'ie. agar sang akhwat merasa tertarik dengan ikhwan yang mengkomentari status facebooknya. lucunya, ikhwan juga manusia. ketika lama-lama sang akhwat tergoda oleh fans2 ikhwannya, kemudian mengganti foto profil yang sebelumnya foto kartun atau gambar bunga menjadi foto asli dirinya, namun tidak terlalu cantik. akhirnya perlahan namun pasti, satu persatu para ikhwan yang biasa mengkomentarinya raib tak meninggalkan jejak sedikitpun, mungkin bukan ikhwan tapi bakwan :D.

  kita kembali ke tema. keromantisan itu wajar, mengumbarnya lewat jejaring sosial seperti facebook itu mungkin jadi kebahagiaan tersendiri buat suatu pasangan. namun tidak semua pembaca nyaman olehnya. sebenarnya masih ada banyak cara atau tempat yang malah lebih mengesankan untuk mengungkapkan rasa sayang selain di jejaring sosial, kecuali untuk pamer. seperti lewat sms, lewat screen laptop, ataupun secarik kertas merah muda yang diletakkan diatas meja kamar tidur. memang bagaimanapun itu, urusan dalam kamar harus tetap di dalam kamar.

      ada yang lebih parah lagi, mengumbar 'sentuhan' di tempat umum. aku rasa selain pegangan tangan, pengungkapan rasa sayang secara fisik tak dapat mengkompromi untuk tindakan yang lebih dari itu, seperti merangkul, mencium pipi, cubit-cubitan, euh., bukannya sirik namun mata umum rasanya tidak mentolelir untuk memandang hal-hal seperti itu. tidakkah itu seharusnya bisa dilakukan di kamar atau di rumah. apakah dengan menjaga sikap di tempat umum lantas keromantisannya menjadi kandas? bahkan aku berpandangan orang-orang yang sering mengumbar kemesraan itu tidak benar-benar mesra, melainkan hanya ingin pamer hubungan ke khalayak.euh...
  
       sebaiknya kita sadar bahwa da ribuan kepala yang berindera juga berfikiran di sekeliling kita. tidakkah lebih baik kita menjaga sikap untuk menghindari peluang terjadinya konflik ataupun kesalahan. semuanya jelas mempunyai tempat masing-masing. kita hanya butuh memahami keadaan, karena kita manusia, makhluk sosial yang butuh aturan.


andai kau tahu itu bukan milikmu,itu hanya titipan.... 
andai kau tahu itu untuk dijaga.,bukan untuk diumbar.. 
andai kau tahu itu sebuah tanggung jawab,bukan anugrah.. 

sayangnya kau belum tahu...

2 comments:

mutiara reva said...

trima kasih udah sharing

Darkness Prince said...

@Mutiara Eva- iya, sama-sama...salam kenal mbak eva :-)

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--