Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, June 9, 2013

Pertolongan Allah itu Sungguh Dekat

       entah hendak kulukiskan seperti apa rasa yang sedah membuncah di hatiku ini, antara bahagia, namun juga sedih. bahagia karena Allah tlah menolongku dan sedih karena aku malu Allah menolongku disaat aku sedang menjauhiNya lewat dosa-dosa dan keluangan kesempatan yang tidak kugunakan semaksimal mungkin. sebenarnya aku tak begitu pintar dalam mengolah kata, namun dari kejadian yang kualami tadi, aku merasa pintu fikirku yang dulu tertutup rapat kini terbuka lebar, aku baru menyadari, bagaimanapun keadaan kita Allah  senantiasa dekat dengan hambaNya, kalau sudah seperti itu adanya, tidakkah kita malu Allah dekat dengan kita sementara kita melupakannya, kita bermaksiat kepadaNya, sementara ni'mat masih mengalir, jatah rizki masih senantiasa turun dan pertolongan seringkali datang, baik itu dalam kesadaran kita ataupun tidak. ''apabila hambaku bertanya kepadaku maka jawablah, sesungguhnya Aku sangatlah dekat, aku akan memenuhi segala permintaan hambaKu jika dia meminta. maka penuhilah panggilanku dan berimanlah kepadaKu, jika engkau benar-benar hamba yang bertaqwa"


       belakangan ini keadaanku memang sedang diambang nestapa, bagaimana tidak, gara-gara ngambek, kuliah tersendak sehingga berjalan begitu lambatnya dengan penuh ketidakpastian. sedang keadaan ekonomi orang tua semakin hari semakin menurun.mungkin aku rela kalau ada yang menganggap aku sebagai anak yang durhaka. karena aku begitu bebal akan tanggung jawab sehingga masih saja membebani orang tua. dengan keadaan seperti inilah aku mencoba untuk mulai merubah pola hidupku. mau gak mau, terpaksa atau tidak. aku harus berubah. dulu aku yang serba hidup enak, uang saku lebih-lebih, bisa beli ini-itu sesuka hati. sekarang berubah 360 derajat, bahkan untuk makan sehari-hari pun kini benar-benar aku harus perhitungkan pengeluarannya. its fine, aku menganggap ini semua bagian dari konsekuensi dari tindakanku, aku bener-bener pasrah untuk masalah keduniawiaan ini. no pas no future. its just about my recent life, in every breath i took its me now. diberi uang berapapun akan aku terima dengan lapang, hidup menderita pun aku tantang. msemoga dari sini aku bisa benar-benar belajar memahami hidup. bahwa hidup ini sampah. tiada sampah yang dijadikan tujuan.


        jujur saja, semester ini aku belum (bisa) membayar spp, beda dengan kampus negeri, kampusku bayar spp dua kali tiap semesternya.jelas itu menjadi beban tersendiri buat diriku, bagaimana tidah, itu terasa susah banget untuk mengusahakan mendapatkan uang buat bayar spp sendiri. meskipun udah kuusahakan menyisihkan uang bulanan dan dapet tambahan lagi dari ngelesin privat, namun ternyata itu belum juga cukup. hingga ujung-ujungnya terpaksa minta uang lagi kepada orang tua, lagi dan lagi. yang semenjak bapak meninggal,manajemen keuangan keluarga diambil alih oleh kakak. nah, semester ini aku belum juga membayar spp yang kedua, padahal spp yang kedua ini adalah syarat agar bisa mengikuti ujian semester, aku udah berusaha mengumpulkan uang namun ini hanya bisa terkumpul untuk semester depan, karena emang gak banyak yang bisa disisihin.lalu aku berinisiatif kenapa aku gak pinjem uang ma temen dulu buat bayar, ntar tiap bulan kucicil. dengan begitu aku bisa bener-bener serius untuk hemat, biasanya kalau udah megang uang banyak sering lupa sih, akhirnya jajan gak jelas, nyesel dibelakang, padahal sudah dianggarkan tiap rupiah yang ada, hmm...namun ternyata strategi pertama itu gagal karna semua temenku yang kuanggap punya uang lebih lagi bener-bener bokek semua. yasudahlah. aku minta uang kakak lagi, batinku. 

         aku benar-benar mengaplikasikan hidup hemat, buat makan aku masak nasi dan beli tempe 3000 rupiah di pasar untuk digoreng dan dimakan selama dua hari, kujual semua barang-barangku, hingga barang berharga yang terakhir dan bener-bener kusayang, speaker aktif yang biasa menemani kegalauanku, kutawarkan ke temen-temen kos, berharap terjual 300ribu bahkan lebih, namun temen-temen malah ketawa, mereka pada nawar 250ribu, aku gak patah arang, kuupload dan kutawar-tawarkan lewat facebook melalui forum-forum jual beli online,aku bilang bahwa teman kosku pada nawar 250rb tapi kutolak, berharap disini ada  yang mau menghargai lebih, tanggapannya pun beragam ada yang merendahkan, bilang harganya keterlaluan, harga barunya aja gak kesitu, aku sendiri bahwa harganya masih benar-benar tinggi, kemudian mereka mulai berdatangan dan mulai pasang harga, mulai 200 ribu terus beranjak naik. tapi paling mahal sebatas 260rb. aku sempat sedih, masak iya speaker kesayanganku dihargai segitu.rasa pesimisku mulai muncul,. apalagi kemudian postinganku mulai sepi komentar, mungkinkah mereka tak lagi berminat menawar speakerku, duh, jangan-jangan gak laku. trus gimana ini,

dan hari-hari batas terakhir membayar spp pun semakin dekat.
         memang beberapa minggu sebelumnya aku pulang ke rumah dengan niat memperpanjang sim sekalian minta uang ke kakak buat bayar spp, karena memang waktunya udah mau habis. di rumah aku gundah kapan saatnya minta uang, karena aku sadar seharusnya aku sudah bisa mencari rizki sendiri, aku benar-benar malu untuk minta uang ke kakak, bahkan disaat terakhir dirumah, sebelum aku berangkat ke solo lagi, tiba-tiba aku urungkan niat untuk minta uang meski sudah berada di samping kakak, "ntar aja kalau ponakanku yang sekos sama aku pulang, tak suruh nitipin ke dia", akhirnya aku pulang dengan tangan hampa. minggu kemarin aku bingung, pulang gak ya, karena itu 2 minggu sebelum ujian. ternyata si Dian, ponakanku yg kuliah dan ngekos sama denganku, pulang ke kudus.

        alhamdulillahirobbil'alamien, batinku, aku gak harus capek pulang ke rumah, ntar sehari sebelum ponakanku itu balik ke solo, aku mau sms masku agar uang spp nya di titipin ke dian. feelingku biasanya si dian kalau pulang ke rumah, balik ke solonya kalau gak hari minggu, ya senin paginya, karena kebetulan hari kamisnya tanggal merah. namun aku kaget karena ternyata hari sabtu si dian sudah balik lagi ke Solo,sebelum sempat membawa uang spp dari rumah, aku terlambat minta uang ke kakakku, sedangkan minggu depan sudah pengambilan kartu ujian. sempat menyesal kenapa tidak sms kakak hari-hari sebelumnya jadi uangnya bisa dibawa dian. tapi yasudahlah, ini bagian dari qadarallah, batinku, kalau sudah begitu seenggaknya hari senin aku harus pulang ke rumah minta uang spp, trus rabu balik ke solo buat bayar spp ke bank, sehingga kamisnya bisa ngambil kartu ujian. sebenarnya aku males bolak-balik solo-kudus, karena tbuhku tambun jadi capek sekali kalau lama di jalan. namun aku merasa ini bagian dari konsekuensi.yasudah, senin kemabli merencanakan balik ke kudus, 

        lagi-lagi skenario berubah atas ijin Allah,  aku dapet kabar kalau adiknya dian mau ke solo daftar kuliah,alhamdulillah, jadi aku gak harus pulang, biar uangnya dititipin ke adiknya dian saja, batinku. so, malem tadi aku kirim sms ke kakakku, ''mas, mbayar spp 1.150rb, tulung titipke datik wae seng sesuk meh neng solo.suwun'' (kak, waktunya membayar spp 1.150rb, tolong titipkan ke datik aja yang besok mau ke solo, makasih), tak lama kemudian dapet balesan dari masku:''durung ono duite" (belum ada uangnya), astaghfirullah. masalah muncul lagi, bukan karena tidak ada yang mengirim uang ke solo, tapi ini lebih gawat. tidak ada uangnya..padahal minggu depan sudah ujian semester, hatiku benar-benar kacau malam tadi, aku harus gimana ini, sedangkan temen-temenku pun tidak ada yang bisa membantu. tiba-tiba aku dapet sms dari no tidak dikenal "simbadda 300k anterin ke kost saya gan" hampir saja aku melonjak saking gembiranya. speakerku laku dengan harga yang tinggi, tanpa ada tawar menawar yang alot seperti sebelum-sebelumnya, seolah dilempar rizki oleh Allah begitu saja,.deall.......!!!!!!!!!!

        langsung saja kustarter motorku dan kubungkus speakerku, kuajak bang Said menemani pengiriman ke daerah ngruki untuk transaksi, malam itu juga, kupacu motorku ngebut menembus barisan udara malam yang memenuhi kota surakarta.tak perduli mata minuku buram melihat gelapnya jalan. juga lampu depan yang redup karena sudah lama aki bermasalah. biarlah, akhirnya kebeli barangku.alhamdulillah. ada tambahan buat bayar spp. :) nanti kekurangannya kupotong besar-besaran dari uang bulananku, gak perduli ntar makan apa. puji syukurku kepada Allah karna meski aku sering melupakanNya, bahkan bermaksiat denganNya, Allah masih sudi memberikan pertolonganNya kepadaku, bahkan sebelum aku ingat untuk berdoa meminta PertolonganNya, semoga ini pertanda Allah masih menyayangiku, hasbunallah wani'mal wakiil, ni'mal maula wa ni'man nashiir...

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--