Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Friday, May 17, 2013

Tuk Kita Renungkan..,

pernahkah kita memikirkan,
kita baru merasakan indahnya kasih sayang Allah  justru ketika kita kekurangan. uang sekurangnya 5 ribu yang kita dapatkan dari hasil keringat sendiri terasa nikmat ketika kita berusaha bagaimana uang segitu bisa cukup untuk hari ini, meski hanya dengan dua lembar tempe goreng tanpa sayur, namun di setiap kecapan di mulut terasa nikmat, masih mengawang di fikiran kita bagaimana orang-orang yang hidup lebih menderita dari ini, dan kita masih bisa tersenyum, alhamdulillah ya Rabbi, lalu bagaimana dengan orang-orang yang diberi kelebihan rizki oleh Allah??? apakah mereka mengucap syukur ketika mereka memikirkan bagaimana uang-uang ini dihabiskan, apakah mereka mengingat Allah ketika mereka sibuk berburu barang belanjaan di mall..??? dan apakah sempat terucap kata hamdalah ketika mereka pusing memikirkan barang-barang mewah mana yang akan dia beli..??

pernahkah kita membayangkan,
kita merasakan betapa hebatnya pertolongan Allah ketika kita terpojok oleh kesempitan dunia.  bagaimana kita hari-hari kita hanya berkutat oleh sesaknya menyelesaikan studi, atau tugas pekerjaan yang membuat sesak di hati, belum tagihan dan tunggakan hutang yang tak terkendali..lalu kita pasrahkan diri, menghamparkan sajadah usang di sepertiga malam menata hati, menangis sejadi-jadinya mengakui akan kelemahan diri, pasrah, diatas ketundukkan, menyerahkan sepenuhnya kepada Sang Maha Tinggi, mencoba bersabar dan tetap melanjutkan kehidupan, lalu tiba-tiba di tengah penuh sesak itu, kita benar-benar merasakan, betapa sang pembimbing skripsi yang sebelumnya terlihat sadis kini agak melembut, sang bos yang kejam terlihat memeperlihatkan senyumnya, atau orang yang menghutangi memberi tempo lagi kepada kita, alhamdulillah...terasa sekali pertolongan Allah itu, hingga kata syukur yang terucap benar-benar menghujam ke dalam hati, dan hidup terasa lebih longgar dari sebelumnya,

lalu,
bagaimana dengan orang-orang yang diberi kelonggaran dan kebahagiaan itu??
akankah mereka selalu teringat akan nikmat-nikmat itu, lalu beribadah kuat kepada Allah?
apakah kelonggaran itu membuat mereka mensyukuri kehidupan yang dijalani lalu memanfaatkan waktu longgarnya untuk beribadah dan menimba ilmu Allah..???

pernahkah kita menerawang,
kita merasakan hangatnya kasih sayang Allah ketika diuji dengan rasa sakit??kita menyadari betapa berharganya kesehatan itu, sehingga kita beristighfar kepada Allah, dan mencoba memperbaiki aktifitas hari-harinya setelah kembali sehat nanti. kita merasa bahwa ini bagian dari ujian Allah, yang akan merontokkan dosa jika kita melaluinya dengan kesabaran, sehingga kita tidak mengeluh apalagi tidak menerima keadaan, atau malah kita lebih rajin bertobat, barangkali sakit ini adalah pintu kematian.
lalu,
bagaimana dengan orang-orang yang diberi kesehatan,??

alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan hidup untuk kita merenungi semua itu,  lalu bagaimana dengan yang kini tlah mati tanpa sedikitpun menyadari itu semua, bahkan sedikitpun tak terhadirkan Allah di fikiran mereka semasa hidupnya?? naudzubillahi mindzalik.

saudarakau, dunia bukanlah cermin bagi kehidupan orang-orang beriman, orang yang kekurangan bukan berarti hina, orang yang penuh ujian tak berarti orang yang celaka. berbahagialah dengan rasa hati-hati dan penjagaan hidup kita atas Allah, barangkali akan ada lebih banyak pesan dan hikmah buat orang-orang yang banyak diuji didunia ini, semoga kita termasuk orang yang selalu bersyukur dan bersabar, semoga kita menjadi hamba yang beruntung di akhirat nanti...

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--