Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Wednesday, April 17, 2013

(Manusia) Tiada Sempurna....

     selayaknya hidup, kita adalah manusia kehidupan yang seharusnya berjalan di muka bumi ini dengan
saling berbagi, semestinya kita menjadi seorang penolong nan berwibawa yang rela merendahkan pundak kita untuk disandari siapa saja yang membutuhkan, meski di saat yang lain kita sendirilah yang berada diposisi sempit seperti itu, butuh tempat untuk melampiaskan duka nan kesedihan sebagaimana manusia lainnya.dan memang itulah arti kehidupan, kita ada untuk mereka, dan mereka ada sebagai cerminan diri kita.

      dan tak pelak sebagaimana sifat kemanusiaan yang lain,sebaliknya, kita yang semestinya berharap selalu menjadi sosok yang mengayomi dan memberi kebahagiaan kepada orang lain,pada saat yang lain pun, mengalami masa krisis yang tak kunjung usai. tanggung jawab, tuntutan kehidupan dengan segala konsekuensi hidup membuat jiwa kita melemah dan tak berjalan sebagaimana biasanya, hingga adakalanya beban hidup kita terasa lebih berat daripada yang sedang dicurhatkan oleh teman kita sendiri saat. sehingga mau tidak mau kita harus menjadi orang yang lebih bijaksana dan lebih banyak berkorban untuk teman kita, meski pada akhirnya tangis tak terbendung lagi saat kita tak berada diantara mereka. kita juga butuh mereka.

  
      hanya saja kesadaran akan kekomplekan hidup itu membuat kita harus lebih memahami akan esensi hidup ini, kita tidak mungkin memaknai tiap momen dalam hidup ini, tanpa ada sesuatu yang patut kita pegangi. kompleksitas karakter manusia tidak hanya terkait antar heterogenitas fisik atau letak geografis. namun manusia mempunyai karakter yang bermacam-macam, tak pelak, dari situ memunculkan ketidak nyamanan dalam berinteraksi antar sesama.

     ada manusia baik, ada pula yang buruk, selain dengan puluhan perbedaan yang tidak tersebutkan setidaknya dua jenis karakter ini dapat mewakili semuanya, ya, ada juga manusia bertabiat buruk yang membuat kita seolah mati langkah untuk berhubungan baik dengannya,yang juga nantinya akan berdampak kepada yang lain, kita terlanjur menjadi yang tersalahkan, atau bahkan menjadi korban ketidak loyalitasan, kecurangan, bahkan penghianatan persahabatan karena masalah sepele, semisal uang atau segala yang berhubungan dengannya.

      mungkin kita pernah mengalami sendiri mempunyai teman yang dulunya kita berteman baik dengannya kala hidup susah dulu, namun lambat laut mereka perlahan menjauhi kita saat taraf hidupnya mulai naik dengan alasan yang entah tak sanggup dicerna bagaimana itu bisa terjadi, ada juga pengalaman bagaimana seseorang mendekati kita hanya untuk mendapatkan sesuatu dari kita, entah itu uang, kemudahan, atau kekuasaan, yang kemudian lari setelah mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan dari pertemanan itu sendiri, atau yang lebih kejam lagi, adalah musuh dalam selimut. seseorang yang pura-pura menjadi teman namun dibalik itu dia punya maksud jahat dengan diri kita. naudzubillahi min dzalik.

     untuk itulah agama mengajarkan kita untuk menempatkan diri dilingkungan yang baik, berteman dengan orang yang shalih itu ibarat kita dekat atau berteman dengan penjual parfum, setidaknya kita mendapatkan bau harum darinya meski tidak berparfum, sedang berteman dengan orang buruk itu laksana dekat dengan tukang las, bagaimanapun, percikan api itu membahayakan sesama, itu tidak dimaksudkan agar kita tebang pilih atau dalam bahasa politisnya memanfaatkan kesempatan, namun dari situlah kita akan menegaskan siapa kita, dan bagaimana kita.

     mungkin ada yang berpendapat tak etis rasanya menjauhi orang-orang yang bertabiat kurang baik dan menjauhkan mereka dari pertemanan, namun adakalanya kita merasa perlu berfikir bahwa mengorbankan sesuatu yang baik dari diri kita untuk sesuatu yang belum jelas itu lebih tidak memungkinkan daripada mencoba membuat suasana pertemanan kondusif dengan teman-teman yang sudah jelas karakternya. akupun secara pribadi sangat hati-hati betul dalam memilih teman, lebih baik berjalan seorang diri daripada berdua namun membahayakan diri kita, aku mempunyai prinsip bahwa jika ada teman yang berbuat baik padaku, maka aku akan berbuat baik padanya lebih dari yang dia lakukan padaku, begitupun sebaliknya. itulah arti penting loyalitas. dimanapun loyalitas akan sangat dibutuhkan, karna orang yang loyal berjalan dengan hati, tak terpengaruh oleh keadaan bahkan materi.

     dalam hukum alam, terjadi hubungan sebab akibat yang sampai kapanpun itu tidak akan berubah, kecuali di lingkungan tersebut tidak lagi ditemukan kebaikan sedikitpun. orang yang baik akan diperlakukan baik oleh orang lain, begitupun sebaliknya. seorang dermawan akan lebih dihormati dan orang yang slalu membebani orang lain akan dijauhi dan dihinakan. di manapun itu pasti akan kita temui hal-hal seperti itu. dan berhati-hatilah dengan srigala berbulu domba, karena manis katanya tak semanis apa yang tersembunyi di balik hatinya

      lalu bagaimana dengan positif thinking, apakah kita harus selalu berfikiran negatif terhadap orang lain untuk mensikapi situasi seperti ini? menurutku, jika pertama kali kita bertemu dengan seseorang, maka positif thinking dengan sedikit kewaspadaan itu lebih baik. tanpa berusaha berfikiran negatif, kita mencoba untuk menelaah kepribadian orang yang baru kita kenal dari gelagat dan ucapannya, insyaAllah dengan berusaha juga berdoa kita akan terjaga dari segala tipu muslihat yang ada. dan sesautu yang tersembunyi suatu saat pasti akan terungkap juga.

    dan menyendiri itu lebih baik, daripada kita hanya mengharap suatu pertemanan namun tanpa kemanfaatan yang berarti, bukankah berada di atas jalan kebenaran itu cukup untuk menjadikan kita merasa tenang berada di atas dunia ini, ataukah kita harus mengikuti orang kebanyakan?

     manusia tiada sempurna, sekeras apapun usaha kita untuk tampil sebagai sosok yang paling sempurna, itu hanya akan menambah kecongkakan kita pada Sang Maha Pencipta, karena kita tlah diciptakan menurut porsi yang ada, dengan segala kelemahan juga kelebihan yang ada, fungsinya sebagai titik tolak kita untuk terus menghubungkan hati kita pada sang pemberi keamanan, yang terbaik adalah kita senantiasa berintropeksi diri menjadi manusia yang paling berguna bagi sesama, bukan untuk menguntungkan diri sendiri, karena kita hidup tak sendiri.

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--