Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Friday, October 5, 2012

Sensitifitas Diri..

#Suara Adzan..
A: eh, kok masih tiduran sih, yuk shalat berjamaah di masjid, biar dapet pahala dan disayang Allah."
B: "hah..!!ogah ah....liat tuh..orang begitu yang disayang Allah?" tukasnya sambil menunjuk ke salah satu temannya yang rajin shalt namun terkenal jorok itu.
nah loh, mungkin itu suatu statemen yang kacau bahkan menghina bagi ummat islam, namun mau tidak mau kita kudu mengakui, bahwa kejadian seperti itu memang sudah banyak terjadi di sekitar kita, betapa banyak orang yang begitu hati-hatinya menjaga diri dalam beribadah kepada Allah, namun disisi lain, dia membuat orang lain merendahkan orang-orang yang taat kepada Allah karena perilakunya meremehkan hal-hal kecil tersebut.
    Islam adalah agama yang sempurna, agama adalah aturan hidup baku yang bersifat horisontal dan transedental. dari hal yang terbesar sampai terkecil sekalipun, terangkum dalam satu dien suci nan Satu ini sebagai landasan perilaku juga jalan hidup manusia, agar selamat dunia dan akhirat. benar-benar sempurna.
    namun seiring perjalanan waktu, beraneka ragam perilaku hamba-hamba di dunia yang secara visual terlihat berjalan tak semestinya, meskipun kadarnya berbeda dan nilai pertanggung jawabannya berbeda, namun ternyata ini juga bisa berdampak besar bagi dirinya, lebih-lebih kepada manusia lain yang memiliki fikiran juga pandangan yang bermacam-macam.
     barangkali kita melihat banyak diantara kita yang sangat hati-hati dalam masalah besar namun cuek dan gak peka terhadap masalah kecil dan sepele, terutama tentang hal yang menyangkut diri kita pribadi, entah itu karena ketidak pekaan ataukah karena terlalu sibuk mengurusi orang lain. mungkin rasa sudah cukup menjadikan patokan bahwa ini telah menjadikan dia dengan segala apa yang berhubungan dengannya fine2 saja. padahal itu SALAH besar, kalau ISLAM sangat memperhatikan permasalahan yang kecil sekalipun, itu berarti bahwa sekecil apapun sebab, tidak akan serta merta menjamin efek yang sama kecil.

    meskipun tidak selalu, namun sering kali kita mendapati teman atau orang yang rajin pergi ke masjid namun kurang menjaga kebersihan diri sehingga kalau didekati olehnya terasa sekali bau badan yang menempel di bajunya tersebut, adalagi mungkin kita kenal orang yang rajin mengaji namun jarang sikat gigi, sehingga naudzubillah, bau mulutnya sangat berasa sekali ketika mengobrol di dekat kita. ada juga yang kamarnya berantakan, baju kotornya menumpuk gak segera dicuci. sprei item kumel karena gak pernah di cuci. sering garuk-garuk pantat, gali-gali upil, panuan, wah. parah sekali. mungkin kejadian-kejadian seperti ini lebih dominan kita temui pada orang-orang yang tinggal di kosan, karena kurang peka dengan lingkungan. hidupnya dari kamar-ke kamar. kalau sudah begini, mungkin tak akan ada yang merasa disalahkan, namun sebaiknya hal ini segera dibongkar dengan kesadaran penuh, bahwa kebiasaan-kebiasaan ini harus segera dihentikan. bisa kita bayangkan jika nantinya kebiasaan lama tersebut masih menempel ketika sudah berumah tangga.hmm...bukan kasih sayang yang timbul namun malah penyesalan lantaran kebiasaan buruk sang suami tersebut.
      masalah kerapian, kebersihan, kesopanan, dan perilaku yang pada umumnya bersifat horisontial (menyangkut hub sosial antar personal), meski bukan berarti itu bersifat fundamen, namun dengan menyepelekannya kita hanya akan merendahkan agama kita dan kredibilitas kita terhadap mereka karena perilaku kita ini. bayangkan saja ketika kita bertemu dengan orang yang baru kita kenal dengan kondisi seperti itu, mungkin orang itu langsung berfikiran negatif terhadap diri kita. seolah olah keshalihan yang kita bangun gigih itu luntur begitu saja lantaran hal sepele namun berefek besar ini. apalagi jika orang yang sedang berhadapan dengan kita itu adalah orang-orang non muslim, mereka berfikir apa begini islam itu, tidak mengajarkan kebersihan, kerapian. sungguh memalukan sekali. bukannya kita membawa bunga dari agama kita malahan kita yang merusak agama ini karena perilaku setengah-setengah kita dalam menjalankan syariat islam.
      mungkin pertanyaanya adalah bagaimana kejadian seperti itu bisa terjadi. jawabannya adalah sudut pandang yang kurang luas akan urgensi ISLAM yang dianut ini. pemikiran-pemikiran dangkal yang menyebutkan cukuplah hubungan transedental (antara manusia dengan Allah) saja yang perlu di jaga, itu sudah cukup. meski sebenarnya itu mungkin hanya alibi untuk menutupi sebuah kemalasan. namun jikalau benar, ini harus segera dirubah. Rasulullah saw berkali-kali mencontohkan dalam sunnah-sunnah beliau tentang perawatan diri dan menjaga kesehatan fisik selain hal-hal yang berbau kejiwaan. bagaimana seorang Muslim menjaga diri dari bau badan, berbagai macam penyakit, dan lain-lain. entahlah. memang manusia bukanlah makhluk yang sempurna, namun rasulullah juga manusia, dan beliau bisa melakukannya, kenapa kita tidak?
     sekecil apapun itu, akan berakibat yang fatal jika kita acuh dan tidak sensitif dengan diri kita sendiri. tak perlu tengok kesana kemari. mari kita bercermin diri. selain tentang pe
rtanyaan yang besar sekelas sudah selamatkah iman kita, sudah rajinkah ibadah kita, sudah rutinkah sunnah-sunnah dan sedekah yang kita lakukan, kita juga harus bertranya secara gamblang kalau perlu tanyakanlah pada orang lain, sudah bersihkah kita, sudah rapikah kita, sudah amankah bau badan kita, senyaman apa orang lain kepada kita, ???jangan sampai kita dijauhi manusia dan tidak dinilai hanya karena kita bau, kucel, tak sensitif terhadap pandangan orang, bahkan bertingkah aneh.. itu kunci bagaimana kita menjadi pribadi yang benar2 magnetik, tak ada cela lahir batin.

      sensitiflah kita akan pandangan orang lain terhadap kita,bukan untuk saling mencela dan menghujat, namun lebih ke perkembangan dan perbaikan kita dari waktu ke waktu, dari tahapan kehidupan ke tahapan kehidupan lainnya. karena itulah jawaban dari segala kekurangan kita, atau setidaknya. kita sadar, kita adalah cermin dari agama yang kita anut ini...selamat berinstropeksi diri,,

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--