Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Friday, October 19, 2012

Masih Tentang Masa Depan

   Mungkin saat ini kehidupan karirku masih dibilang menggantung, senyap tak bersuara, seperti tong kosong yang nyaring nadanya. dan permasalahannya tetap sama, mau jadi apakah aku suatu saat nanti. aku masih bingun  memilih, dan waktuku tak sempat lagi terhitung, setiap menit keputusanku menunggu. benar-benar dihadapkan pada keadaan dimana aku hanya terdiam memandang, lalu terpejam, hingga di kali waktu yang lain aku terhenyak dari petiduran, lalu aku kembali terdiam, mencoba berfikir meski terus kosong. menjelma bak bayangan hitam yang muncul disegala arah. bagaimana aku. bagaimana aku...


    Guru, seorang pendidik nan mulia, ayahku seorang guru agama, terakhir kali beliau menjabat sebagai kepala Sekolah di salah satu madrasah di kotaku, sedangkab kakak pertamaku yang tlah meninggal 10 tahunan yang lalu juga seorang guru bahasa indonesia di SMP Negeri 3 Mayong, Jepara, keduanya PNS, dan keduanya memang pantas dimuliakan sebagai seorang guru. gajinya lumayan memang, namun berjenjang, namun gaji PNS adalah gaji syubhat, apakah aku harus memberi makan istri dan anak-anakku dengan gaji syubhat seperti yang pernah masuk dalam perutku ini? meskipun sekarang gaji syubhat menjelma dan berurai menjadi berlipat-lipat, aku masih ingat gaji PNS ayahku dulu masih kala dengan gaji buruh pabrik, namun sekarang seorang guru pns bisa beli mobil dan membangun rumah yang cukup mewah. pantas saja digandrungi para lulusan.

    sedangkan ketiga kakakku yang lainnya adalah seorang pegawai pabrik, lulusan SMA, dan aku cukup mengerti betapa beratnya pekerjaan mereka dengan gaji seupil UMR yang distandarkan pemerintah kota. gaji yang tidak lebih dari sejuta itu harus dibagi rata untuk kebutuhan rumah tangga  dan kebutuhan lainnya, belum lagi ketika anak-anak perlu biaya sekolah dan kemunculan tarikan-tarikan lainnya seperti sumbangan, biaya perawatan ketika sakit, dan lain-lain.

     ada satu kakak iparku yang menjalani kehidupan enterpreneurship alias wiraswasta, dibangun dari nol agar sampai ke titik klimaks sekarang ini, santai namun penuh pertimbangan, kata kerja keras pun tak bisa lagi dijauhkan dari segala aktifitas, belum lagi saingan-saingan yang ada, masalah manajemen dan yang lainnya, meski tak ada kata rugi, namun slalu mawas diri kalau-kalau dagangannya tidak laku. showroom motor yang awalnya hanya diisi 2-3 motor, sekarang bisa puluhan motor yang dipajang di tempat itu, namun itu semua harus benar-benar all out dalam memperjuangkannya. antara skill dan usaha harus benar-benar tinggi...mungkin kelihatan asyik menjadi seorang enterpreneur, namun itu tak mudah, dan sayangnya aku tak punya bakat untuk itu..

    dan yang membuatku bingung adalah tenttang diriku ini, mau jadi apa aku nanti, apakah  menjadi seorang guru bahasa inggris sebagaimana jurusan kuliah yang sedang aku selesaikan ini. namun meski begitu, aku masih belum mantab untuk menjadi seorang guru. guru tidak hanya menjadi dikenal sebagai seorang pendidik, namun juga berdedikasi akan keteladanan mulia yang akan ditiru dan dibanggakan oleh para anak didiknya sehingga nantinya tidak hanya melahirkan generasi cerdas dan berprestasi, namun juga berhati suci dan bermoral mulia. sedangkan aku merasa masih belum sampai pada titik itu, aku sendiri adalah seorang yang tidak suka dengan peraturan dan serba tidak formal. entah kenapa aku dulu memilih fakultas pendidikan. yang awalnya aku hendak masuk sastra namun tidak ada di kampusku ini. aku dulu memilih ini sebagai opsi kedua yang kuambil ketika opsi pertama, tawaran kuliah di arab oleh sepupuku, kutolak, karena aku merasa konsekuensi sebagai seorang ustad akan lebih besar daripada seorang guru.namun meski begitu aku masih ragu untuk melangkahkan kakiku ke bidang keguruan ini.apalagi guru GTT alias honorer, gajinya tidak seberapa. kapan aku kawin? sedangkan guru PNS syubhat sekali.aku tak ingin menggantung ke pemerintah.

   sedangkan meniti karir sebagai salah satu pegawai kantoran mungkin cukup menggiurkan karena terdengar sangat elit di telinga, apalagi prospek jenjang karir yang begitu longgarnya untuk dimasuki. gaji lebih dari cukup. namun ketika aku mulai mendalami itu, aku sadar bahwa seorang karir tidak hanya memiliki tantangan pekerjaan dalam kehidupannya. kerasnya tanggung jawab perusahaan, banyaknya waktu yang nantinya akan menyita waktu-waktu yang seharusnya diperuntukkan keluarga, belum persaingan-persaingan tak sehat yang justru memicu tindakan unfair dalam menapaki karir. itu berat. dan yang lebih berat lagi. kita bekerja keras untuk perusahaan, kita menguntungkan orang lain. bukan diri kita sendiri. meski gaji 5-8 juta per bulan, namun itu masih tidak akan setara dengan apa yang diperjuangkan dan dikorbankan di perusahaan nantinya, nonsense...kapan aku ingat mati, kapan aku beribadah, kapan aku menikmati hidup ini bersama keluarga. sedangkan sedikitpun hasil kerja keras mungkin hanya berupa materi. dan habisnya pun karena materi. karena fikiran terbentuk materialistis, jalannya pun tak jauh dari pragmatis. serba maksiat pasti...ngeri,,,

    dan pilihan terakhir adalah pilihan yang paling tepat menurutku, dan menurut kebanyakan orang yang mudeng dengan dunia ini, bagaimana tidak. rejeki Allah turun 90 persennya lewat jalan ini. dan aku tidak akan terikat peraturan, sehingga bisa menikmati kapan saja. bahkan ibadahku pun sedikitpun takkan terganggu. aku bisa membuat lowongan kerja dari wiraswasta ini. dan pebisnis akan selalu untung oleh materi. hanya saja aku tak punya skill untuk ini. bahkan beberapa kali mencoba pun pupus dan berasa tak bisa bangkit lagi. membikin usaha sendiri sejatinya seperti orang yang menanam pohon dan memanennya sendiri. bisa dinikmati dan dibagikan. kehidupan yang cukup sempurna. banyak yang sukses, namun itu tidaklah mudah.. aku sama sekali tak terdukung untuk masuk di dalamnya. meskipun aku juga ingin sekali berkutat dengan yang namanya bisnis atau usaha sendiri ini. hmmm..semoga doaku terjadi..
     mungkin benar adanya kalau seorang muslim tak seharusnya melihat dunia dari ukuran materi, terkadang kita harus berfikir tidak hanya lebih maju, namun lebih tinggi. ya, berkata tinggi slalu ada hubungannya dengan Allah, sebagai Tuhan kita yang Maha Tinggi, yang memberikan segala bentuk rizki kepada hambaNya. yang menjanjikan berbagai macam rizki materi dan non materi kepada orangorang yang taat kepada aturanNya. betapa banyak orang menjadi sukses dan kaya justru ketika dia bukan benar-benar dekat dengan dunia, namun kepada Tuhannya.sudah banyak terjadi, dan tak ada alasan lain lagi untuk mengakui, bahwa urusan duniawi kita hanya mampu berusaha dan menuntun jalannya kepada yang semestinya.urusan hasil cukup kita gantungkan dengan tali iman kita..

    tak perlu ada kekhawatiran karena kita diberi kesabaran, tak takut terjerembab kepada kemarukan hidup karena kita terbekali kesyukuran. dan meski terkadang kita galau akan realita yang menghadang, kita masih bisa berharap yang terbaik lewat doa dan usaha sebisanya.. setidaknya kita masih bisa mencari bekal sebaik-baiknya untuk kehidupan setelah ini..

     aku hanya agak bingung tentang keputusdan yang akan kupilih nanti, akankah aku akan menjadi guru yang tinggal seperempat lagi akan kuraih dan hadapi ini.ataukah aku membelot dan melamar menjadi seorang pegawai kantoran. aku hanya manusia. jalan yang terbaik, mungkin aku harus melalui proses sebelum keputusan itu datang ketika kita sampai pada tempat dan waktunya. wallahu a'lam bisshowab. mungkin aku salah jika ingin hidup makmur dengan kebutuhan yang serba terpenuhi suatu saat nanti. namun terkadang nuraniku kembali menampar renungan panjang ini, kalau kita bisa sukses dan membantu orang lain, kenapa harus menjadi orang susah yang cenderung akan membebani yang lain. 

    ya Allah ya Tuhanku, berikanlah hamba kemantapan akan janjimu ini...tempatkanlah kami di tempat yang semestinya, lindungilah kami dari godaan dunia dan kehinaan kefakiran. muliakanlah hati kami dan tuntunlah kami sampai pintu syurga itu terbuka lebar, dengan RahmatMu ya Rabbi...Tuhan kami yang Maha Tinggi..

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--