Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Thursday, October 18, 2012

kekhilafan fikiran

   kita tahu bahwa setiap orang dilahirkan dengan berbagai macam fikiran, sehingga masing-masing mempunyai sebuah sudut pandang dan value yang beraneka ragam akan kehidupan ini. dan cita-cita, sebuah model dari daya fikir manusia yang terbentuk oleh harapan semi-imajinasi. miskin ataupun kaya tak terkecuali.bahkan orang-orang yang dikarunia kehidupan tidak normalpun punya hak untuk bermimpi. ya, meski terkadang sangat menghanyutkan ketika kita mulai berbicara tentang masa depan saat kita belum melakukan permulaan itu sendiri.

   khayalan atau daya imajinasi kosong mungkin saja terbentuk dari swbuah ketidak syukuran manusia akan keadaan yang  sedang dialaminya saat itu. entah apa bedanya dengan 'mimpi' yang sangat disugestikan para trainer dan motivator saat berbicara dengan sangat menakjubkan di depan ratusan audiensi . namun lebih dari itu. bagaimana seandainya itu semua hanya melahirkan angan-angan fiktif dan jauh dari kesan kesadaran berhamba. manusia diciptakan untuk mengisi, bukan membayang-bayangi.

   kesuksesan. itulah awal dari bencana itu semua. mengalami puncak prestasi kehidupan yang sangat menyenangkan, dengan segubrak harta, jabatan, dan segala hal yang menjadi kunci kemegahan dunia ini. namun sayang, ketika betapa banyak orang memandang itu semua tak lebih dari sekat mata yang ada, dengan mudahnya begitu terpesona akan kesuksesan yang dicapai orang lain, sehingga tertarik, terpikat, berharap, dan sangat mendamba untuk berada dalam posisi itu juga, namun tanpa perjuangan. yakni dengan memotong proses. berkhayal, ya,,,itu jalan yang termudah selain menggantungkan diri kepada orang lain. atau sepakat untuk tenggelam dalam kubangan 'keharaman', sebagaimana pejabat-pejabat yang mengambil keuntungan dari apa yang tlah rakyat titipkan epada mereka.

   barangkali fantastis ketika kita berimajinasi suatu saat nanti kita menjadi salah seorang pebisnis sukses yang disegani masyarakat, mempunyai rumah besar, membeli ini-itu, punya istri cantik, dan lain sebagainya,,,namun kapan cerita khayal itu akan berakhir??? lalu bagaimana dengan posisi kita sekarang, apakah sedang dalam perjalanan menuju apa yang dicita-citakan itu? lalu bagaimana dengan kewajiban kita, sebagai seorang anak, manusia, hamba......terkadang kita terlalu berkutat dengan apa yang tiada sedang kita lupa apa yang tlah kita punya.

   maruk, dan kita akan cepat tenggelam dalam dunia. aku menyadari itu ketika aku dan teman-teman lain memperbincangkan sebuah kesuksesan dari seseorang yang kita kenal, lalu satu persatu dari kita mulai berkhayal tentang suatu hari nanti..hingga akhirnya kita terjatuh pada kubangan pragmatis.. dimana setiap kalimat akan selalu menyelipkan kata 'seandainya'. seandainya aku menemukan uang 200 milyar dibelakang rumahku, seandainya aku dapat hadiah mobil undian, seandainya, seandainya. sedang dalam cermin realita kita masih terlihat sebagai sesosok manusia seperempat umur yang masih belum memulai apa-apa...miris...

    ada apa dengan gulita hati, saat tiap sisi kehidupan kita menggambarkan dengan coretan kebahagiaan juga kemudahan. meski berlembar-lembar cerita dalam hidup ini slalu mengulang-ulang halaman penyesalan dan kerakusan. akankah semua ini akan berakhir, ataukah nyawa ini yang akan menyadarkan kita, saat masanya akan tiba..naudzubillah min dzalik...

   silahkan bermimpi bagi anda-anda yang mengaku tercipta sebagai makhluk yang penuh obsesi dan ambisi, silahkan berimajinasi mendapatkan tahta dunia ini, silahkan berujar, berucap, bersikap, dan berfikir lebih kedepan sampai ujung pemikiran. kita semua punya hati, hati yang seringkali menangkap pesan langit namun kita hiraukan, akan jeratan keinginan yang berlebihan, jeratan hasrat yang fundamental, jeratan harapan kosong, yang melahirkan kealpaan proses kehidupan dalam cangkir masa yang begitu singkat ini. itu adalah nafsu..percayalah itulah yang disebut nafsu...

   mungkin aku akan mencoba membangun kembali fragmen-fragmen pemikiran yang sempat terganjal duniawi, bahwa dunia ini semu lagi menghancurkan, lihatlah betapa orang-orang yang tidak membutuhkan dunia malah memilikinya dan orang-orang yang sangat berhasarat  akan dunia tidak jua mendapatkannya, sehingga melakukan berbagai cara, mengorbankan semuanya. demi mendapatkan itu meski hanya secuil. itu karena kita lupa kepada siapa kita meminta ini semua. usaha manusia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang Allah kehendaki. lantas kalau dunia ini milik Allah, kenapa kita harus mendurhakainya untuk mendapatkan apa yang dikuasaiNya..astaghfirullah astaghfirullah...

   mari kita bangun kembali sketsa-sketsa kehidupan kita. dengan penuh kesadaran akan rasa syukur yang teramat sangat dibutuhkan, juga kesabaran atas dunia yang tak jua memperlihatkan keadilan. mari kita lihat sekeliling kita, kita rangkul apa yang tlah ada, dan kita berdoa atas apa yang belum ada. dengan tanpa kita mengurangi proses yang ada, atau melupakan kewajiban yang kita terima.

   kekhilafan fikiran itu timbul karena kita manusia, namun bukan berarti kita harus takluk oleh manusiawi kita. Rasulullah, imam kita. jua manusia, itu memperlihatkan bahwa masalah kita sama, proses kita sama, sehingga harapan bisa terwujud jika kita benar-benar meneladaninya persis sepertinya, mari kita hidup sederhana dan apa adanya, seperti malam yang begitu indah, meski gelap meliputinya. dan biarkan terang muncul pada waktunya, saat pagi merekah bersamaan dzikir-dzikir mereka..

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--