Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Wednesday, September 12, 2012

Romansa Lebaran 1433 H

     Sepertinya memang sedikit terlambat diriku menceritakan kesan-kesan lebaran kemarin, bahkan ketika aku menulis ini bulan syawal sudah hampir habis. namun bagiku, tidak ada kata terlambat untuk mengatakan Taqabbalallahu minna waminkum, minal 'aidzin wal faidzin. semoga amal baik kita selama Ramadhan diterima oleh Allah swt dan dosa kita terampuni sehingga kedepannya kita menjadi pribadi yang semakin baik, dan semakin baik. tak lupa ucapan maaf atas segala bentuk kesalahan dan dosaku kepada temen-temen semua, sehingga kita bisa lebih mempererat jalinan pertemanan yang baik ini.

     Sebelum bercerita tentang Lebaran yang kulalui kemarin, ada satu momen yang lebih seru menjelang lebaran itu sendiri, yaitu takbiran. selepas berbuka puasa untuk yang terakhir kalinya, terdengar suara takbir dari masjid-masjid di segala penjuru desa. mendengarnya hati terasa puas, senang, dan mantap, puas karena berhasil melewati sebulan ujian dengan mantab, dan senang karena besok adalah Hari Raya Iedul Fitri, menu berbuka kali itupun spesial, 6 ekor ayam yang kita kerjain paginya kala itu tlah menjadi ayam goreng, dan opor. tak ketinggalan, bakso untuk besoknya pun tlah siap diracik. kakak-kakakku pada kumpul dirumah lengkap dengan anak-istrinya, keponakanku yang masih pada kecil-kecil itu berlarian keteras rumah melihat berbagai pertunjukan kembang api yang dinyalain para tetangga. sayang sekali waktu itu tidak ada acara takbiran bareng seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi hal itu tidak mengurangi kesan meriah di hati ponakan-ponakanku itu. kita bermain di depan rumah dengan hati yang begitu mengesankan. 

ponakan pada nonton kembang api dari atas mobil

    adakalanya masa lalu menjadi bayangan suram yang berat untuk dikenang apalagi dilanjutkan, namun semua itu terjadi karena kita manusia bumi, dan menandakan bahwa waktu akan selalu berputar, kalau tidak kita isi dengan kebaikan, maka masa lalu akan terus terwarnai dengan kegelapan. begitulah mulai menggambarkan suasana agenda tahunan persis ketika paginya, setelah selesai shalat Ied.silaturahmi menjadi momen yang dinantikan, saat-saat dimana keluargaku berkumpul di satu ruangan, diceramahi bapak dan diakhiri dengan salam-salaman, namun kali ini tanpa bapak. dan suasana saat itu persis saat kita kehilangan kakakku tercinta 8 tahun lalu. suasana yang terwarnai air mata.
menjelang acara keluarga

      dan untuk kali ini kakakku yang no 3, Mas Huda menggantikan bapak dalam memimpin acara danmengisi mauidhoh hasanah. memberikan pesan dan kesan tentang keluarga ini, rasa kebanggan tersendiri atas keistiqomahan keluarga ini dalam menjalankan agama islam, kerukunan antar anggota yang tetap kukuh, juga kasih sayang yang semakin bertambah harmonis meski didera berbagai kondisi yang sedikit banyak mempengaruhi keadaan keluarga.apalagi pasca kepergian bapak yang pastinya berpengaruh banyak. dalam silaturahmi itu pula ada 2 pokok permasalahan yang disorot, yaitu kakakku no 5 yang belum juga menikah diusia yang sudah berkepala 3 lebih, lalu aku yang kuliahnya gak kelar-kelar. akupun hanya bisa diam dan mengangguk-nganggukkan kepala. menandakan kebodohanku sedang memuncak. sebenarnya aku tidak ingin menyusahkan mereka dengan membebani finansial keluarga, tapi entah kenapa aku seperti sulit bergerak dan bertindak memecahkan maslahku sendiri yang pastinya berdampak buruk bagi keluargaku. sedang urusan kakakku lebih sepele. urusan nikah, meskipun aku juga ingin sekali menikah. namun itu mungkin akan memakan waktu yang lebih lama dari waktu normal..

    acara lebaran tahun ini memang gak sebegitu padet, ritual tahunan pun gak sesibuk tahun-tahun sebelumnya, silaturahmi ke keluarga besar mbah pun sudah terkurangi dengan banyaknya mbah-mbahku yang telah berpulang ke Rahmatullah, gantian anak-cucu simbah yang datang ke rumah karena ibuk-bapakku adalah anak tertua. setelah shalat ied, halal bihalah, terus silaturahmi keluarga besar dan berkunjung ke pinisepuh kita, seelah itu tepar dirumah. beberapa kakakku pun hari itu mudik kerumah mertua yang diluar kota, jadi silaturahmi ke tetangga waktunya dipercepat dan dipersingkat. wal hasil, acara lebaran sehari langsung kelar.


     lebaran tahun ini aku gak banyak pergi-pergi, saat diadakan acara reuni SMA pun malah temen-temen angkatan yang pada main ke rumah,sehingga aku tidak jadi mengikuti acaranya. mungkin cuma sekali aku pergi ke luar dalam rangka silaturahmi ke bapak ibu guru sewaktu di MI Muhammadiyah 2. itupun gak ke semua guru. setidaknya pertemuanku dengan para guru dan teman-teman lama sedikit mengecharge semangatku yang tlah lama sirna dan tertiup angin masa. kedewasaan yang berkabut kelam.

waktu silaturahmi ke rumah pak wito
      H+7 adalah hari bahagia kedua di lebaran ini, ritual tahunan yang orang-orang jawa bilang 'Bodho Kupat', atau yang lebih dikenal dengan lebaran ketupat, yang konon ceritanya ini adalah simbol kemenangan bagi orang-orang yang tlah selesai menunaikan puasa syawal pada jaman para wali dulu. yaitu dengan membuat ketupat dan opor ayam untuk dimakan bersama dan dibagikan orang terdekat. beberapa saudaraku pun sudah mulai meninggalkan adat ini namun, karena pertimbangan para ponakan yang takut nanti pada iri tetangga buat ketupat, ibuku akhirnya membuatnya juga dengan bantuan para mantu dan ponakan. nikmat sekali rasanya.

Irfan ma ishal bantuin (ed:gangguin) masak kupat
hanin ikut2 bikin kupat kayak mbahnya
    begitulah romansa lebaran yang kuabadikan lewat tulisan ini di tahun ini. aroma kehilangan, kedukaan, namun penuh optimistik keluarga terasa sekali di lebaran tahun ini, semoga di lebaran tahun depan menjadi saksi akan keberhasilan keluarga dalam mengatasi permasalahan yang sebelumnya terjadi.

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--