Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, July 29, 2012

Standarisasi Shalehah


yang ketika ditanya tentang poligami dia menjawab:"itu urusan mas, kalo mas memang siap tanggung jawab dunia akhirat, insyaAllah ana mendukung..ana menikahi mas karena Allah, bukan karena cinta."

 yang ketika keuangan keluarga lagi surut dia menanggapi:"kesempitan itu bukan bagian dari rencana kita, itu semua adl hak dan kewenangan Allah, kita terima dengan ikhlas dan sabar, barangkali memang inilah jalan kita. dan tugas ana hanya mendampingi mas kapanpun-dimanapun, dan bagaimanapun.Ridho mas lah yang ana cari"


 yang ketika ditawari mobil atau perhiasan baru saat finansial sedang menanjak, dia menjawab:"barangkali sebagai wanita ana menyukai mobil, dan perhiasan ini.namun apa jadinya jika ini semua membuatku lupa akan kewajibanku kepada mas dan tanggung jawabku kepada Allah. biarlah itu semua menjadi sedekah bagi keluarga kita. andai ana memang suka bergelimang harta, maka syurga lah sebaik2 tempat bergelimang harta itu."


 *maka itulah sebaik-baik bidadari di dunia ini, yang mampu menekan sifat dasar dan perasaanNya, untuk Allah..yang akan menemani langkah ini dengan tenang meski penuh onak..insyaAllah..

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
      sungguh sangat menyenangkan memang, apabila kita mendapatkan istri seshalihah itu (edt:penulis belum beristri), penampilannya mempesona namun terjaga, ucapannya menyejukkan, perangainya menyenangkan, membuat hati teduh dan menjadikannya tak jemu-jemu kita untuk bersyukur kepada Rabbi, atas karunia seperti itu, semoga saja terjadi, amien. namun masalahnya susah kita mendapatkan wanita seperti itu, susahnya adalah seperti susahnya seorang wanita untuk bisa berkarakter seperti itu. karena wanita sangat terpengaruh dengan yang namanya perasaan dan harta. itu sungguh sangat berat. dan karena beratnya, banyak yang putus asa akhirnya menjadi wanita biasa bahkan hina.
        tidak bisa dipungkiri memang, wanita selalu identik dengan perasaan, dan harta. menjadi suatu hal yang lumrah ketika kita melihat wanita yang lembut mempesona, penuh cinta kasih dan menawan. barangkali memang sudah menjadi tempatnya jika naluri ibu rumah tangga itu tersemat dalam sanubarinya jauh-jauh hari. sebagai bagian dari fitrah alam yang Allah ciptakan menurut kadar yang tlah dikehendakinya. namun ternyata fitrah tak selamanya menunjukkan kepada nilai-nilai kebenaran jika hanya diikuti tanpa diarahkan, sebagaimana fitrah lelaki yang pekerja keras sehingga lupa menikah. maka dalam Islam tlah diajarkan bagaimana wanita mengarahkan fitrah dan sifat dasarnya sehingga dia menjadi sosok yang mulia di mata Allah dan sesama.

          sulit memang, ketika wanita dihadapkan pada sebuah kontradiksi sifat dasar dan keinginannya, menjadi sosok yang hebat di mata Allah tidak sebegitu mudah dari apa yang difikirkannya, kalaupun terlampau mudah untuk menjadi yang istimewa di mata Allah, kenapa Allah menciptakan syurga sedemikian indahnya untuk manusia?bukankah dalam kausalitas, sesuatu yang indah itu diciptakan untuk sesuatu yang istimewa? maka singkatnya, Allah menyediakan syurga bagi hambanya yang mampu meredam sifat dasarnya untuk-Nya semata, tanpa sedikitpun memperhitungkan kepentingan pribadi.

         wanita selalu terkait dengan perasaan, sebegitu lembutnya perasaan wanita sampai-sampai Fir'aun yang begitu kejamnya mampu luluh oleh ucapan Asiah, selirnya. indah memang, namun tak selalu indah jika dipakai tanpa arahan syariat, mungkin kita sudah tahu bagaimana tinggi dan semakin tingginya angka seks bebas di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini, itu karena dengan dominasi perasaan yang ada di dalam diri wanita begitu kuat sehingga membuatnya rentan. yang membuatnya butuh sandaran, namun jika hanya cinta yang dikriteriakan, maka dia akan dipermainkan oleh cintanya tersebut, dia mau menyerahkan apa saja yang ada dan mengikuti apa saja yang diinginkan kekasihnya, hanya demi sebuah rasa.

      dari kesekian wanita seperti itu ada juga yang lebih jauh berfikir dari yang lainnya, mereka mencoba memahami dirinya sehingga mampu membentengi diri dari cinta semu yang akan mempermainkan dan merusak hidupnya. namun sayangnya dia masih saja mengandalkan perasaannya saja, seperti kriteria pendamping yang setia, jujur, apa adanya, pekerja keras, penyayang, namun dengan itu semuapun tak akan menjanjikan keutuhan sebuah hbungan jika hanya dilandasi serpihan rasa saja. dua insan yang berbeda ini pastinya mempunyai perbedaan yang sedikit banyak akan menjadikan konflik bagi sebuah hubungan. seperti selera, harapan, prinsip, idealisme, dan lain-lain. terkadang ada seorang suami yang ingin istrinya menjadi ibu rumah tangga saja di rumah, namun sang istri ingin berkarir, akhirnya timbullah clash, dan pudarlah harapan dari kriteria-kriteria yang tlah dirunutkan sebelumnya, karena kriteria-kriteria itupun hanya omong kosong belaka.

       maka sebagai wanita harus berfikir secara naluriah juga untuk dapat mendapatkan apa yang secara naluri diharapkan, kebahagiaan, bagaimana mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, apakah ada jalan selain yang diajarkan sang Rabbi??tidak, maka wanita harus mengikuti apa kata sang RAbbi tanpa memikirkan hal-hal yang bersifat pribadi, karena memang fikiran manusia terbatas pastinya.

    so, menjadi wanita shalihah, tak perlu ragu atasnya, menjulurkan jilbab besar keseluruh tubuh bukanlah suatu hal yang mudah bagi wanita yang selalu memperhatikan penampilan dan suka dipuji. namun darinya akan terjaga kehormatannya, segan orang yang melihatnya. dan dia bernilai di mata Allah dan manusia, adakah yang lebih indah dari itu?

     menjaga hati untuk tidak berkasih sayang dalam jalinan yang belum dihalalkan memang susah. saat hormon dan tingkat kedewasaan mematang namun belum berani memasuki pintu perkawinan. itu hal yang paling susah untuk menjaga hatinya. tak sedikit lelaki istimewa yang meliriknya.namun dengan keshalihannya itu dia benar-benar memproteksi diri dari cinta tanpa tanggun jawab. sungguh mulia bukan? lalu mana yang lebih mulia dari itu ataukah dengan wanita yang suka gonta-ganti pacar? jawabannya sudahlah jelas, meski terkadang masih terbawa perasaan.

    dan menikah, itu sesungguhnya bukanlah bagian dari keagungan cinta-asmara, bagi seorang hamba, itu adalah bagian dari substansi penghambaan kita kepada Allah. jadi selama di dalam pernikahan itu menyebabkan keridhoan Allah, maka dijagalah hubungan itu, sebaliknya, jika di dalamnya tidak terdapat keridhoan Allah, bahkan menyebabkan murkaNya, maka dengan tanpa beban apapun dia memutuskan hubungan pernikahan tersebut, jadi menikahlah karena Allah, bukan karena cinta, cinta adalah proses, lalu hasil, jadi dia bukan yang menjadi alasan dan yang utama, meskipun wanita boleh menolak untuk dinikahi jika memang tidak menyukainya. namun jika Allah menjadi alasan maka Allah akan menjaga hubungannya.

    tak sedikit wanita yang menikah hanya karena alasan cinta, namun akhirnya menderita, beberapa kesalahan fatal yang terjadi adalah, tidak adanya pertimbangan keshalihan pasangan dalam kriterianya, lalu dalam kehidupan rumah tangganya tersebut, tidak ada Allah disisinya (tidak digunakan untuk beribadah kepada Allah). maka yang terjadi selalu dengan kehancuran, konflik, pertikaian, sampai kekerasan dalam rumah tangga. maka wanita shalihah itu adalah ketika dia mencintai karena Allah, dan berpisahpun karena Allah, maka Allah akan menjaganya di dunia dan di akhirat.indah bukan?

     begitulah kuasan kecil dari lukisan keindahan yang diberikan Allah kepada para wanita lewat syariatnya. menuntun sebuah karakter untuk hanya memikirkin Allah saja lewat aturannya, bukankah dari situ juga dia mendapatkan penghidupan yang lebih baik dari manusia pada umumnya. cinta bukanlah segalanya, dan harta hanyalah secuil kecil dari gambaran kepuasan dunia, yang keduanya tidak akan menghasilkan apa-apa bahkan akan merusak jika dilampiaskan begitu saja. wanita itu mulia karena Islam, sifat dan karakter dasar wanita itu diciptakan Allah untuk mengharmonisasikan syariat dalam kehidupan. bukan berarti Islam menolak semua itu, namun lebih baik lagi, Islam meluruskan. cinta kasih diciptakan untuk menguatkan hubungan suami istri, sebagai penyemangat suami dikala duka, sebagai sarana mendidik anak dengan bahasa kebaikan. ketertarikan wanita dengan harta itu dimaksudkan agar nantinya jeli dalam mengurus keuangan keluarga, bukan untuk berhias dan berfoya-foya. kekurangan dan kelebihan itu sudah umum di dunia, masalahnya hanyalah bagaimana kita mensikapi, wanita adalah karunia terindah, namun juga jadi pemicu kerusakan di dunia.jika wanita, maka renungkanlah.

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--