Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, July 28, 2012

Ramadhan Tiada Tara (1433H)

Sore itu sepoi angin menyambutku bak teman lama yang sedang merindu. semilirnya berdesir di hati memintaku untuk merasakan lebih dari ini, ya, suasana yang terlampau beda dari sebelumnya. seperti sebuah cita rasa yang muncul saat mood mulai sirna. "Marhaban ya Ramadhan..!!", teriakna hatiku menyeletuk membahana di seluruh tubuh hingga menyebabkan setiap rongga tubuhku bergetar penuh kebahagiaan, ya, meskipun ada perbedaan penentuan awalNya, namun kehadirannya slalu ternantikan.


Ramadhan 1433 H, Ramadhanku kali ini, sebuah kehormatan besar untukku bisa berkesempatan menjamunya dengan penuh kekhusyukan. terlampau indah jika kumembayangkan cuplikan kenangan-kenangan indah sebelumnya,juga tak sedikit sesal yang terlontar atas kurang maksimalkna kesempatan-kesempatan masa lalu. kini tiba untuk merealisasikan Azam yang tlah meninggi. menggapai tawaran ketaqwaan merealisasikan iman yang tlah terhujam di hati. dengan satu alasan. masa depan yang cerah saat sang masa tak lagi berjalan.

ada banyak cerita di ramadhan kali ini, meskipun baru seperempatnya aku menjalani, mulai dari perbedaan penentuan awal puasa yang cukup membingungkan masyarakat luas, kedatangan maling menjelang kedatangannya, sampai tawaran tetangga untuk menyiapkan sahur gratis buat anak-anak wisma.

perbedaan slalu terjadi lantaran batas pemikiran manusia tak lagi berarti, segala runut arah pikiran dan sudut pandang yang bermacam-macam menuntut kita untuk arif dalam mensikapi setiap retasan kehidupan. namun bukan untuk melunturkan keyakinan sehingga hidup kita sempoyongan tanpa pegangan yang jelas. dalam agama pun sudah tak lagi bias dalam menentukan antara batasan-batasan kemakluman perbedaan dengan sesuatu yang tak ada toleransi ikhtilaf, selain memang itu sudah bukan bagian dari ajaran. dan penentuan ramadhan kali ini sudah tak lagi terlihat pelik oleh segala perbedaan yang terjadi. asal nilai aqidah tetap menjadi yang prinsip dan tak ada toleransi. begitu banyaknya ormas dan gerakan islam di Indonesia memunculkan banyaknya perbedaan-perbedaan ikhtilafiyah seperti ini. dan mungkin akan selalu terjadi, hanya ketika masing-masing mempunyai dasar yang jelas. maka itulah bagian dari perbedaan yang termaklumkan.

Maling tahunan luput dari kesigapan para penghuni wisma Bina Taqwa menjelang ramadhan kemarin lalu. rupanya komplotan itu beraksi secara terstruktur dan terorganisir dengan rapi. buktinya dalam waktu yang bersamaan sebuah laptop hilang di salah satu kos yang berada tak jauh dari wisma kami saat itu, namun sayangnya, mereka tak berhasil membawa satupun barang yang ada di wisma, beruntungnya, mereka luput dari sergapan kita. tak bisa kubayangkan bagaimana orang-orang seperti itu tak mempunyai hatidan perasaan sedikitpun ketika beraksi, namun terlihat sangat melas dan kasihan saat diadili, memang begitulah maling, tak jauh beda, yang maling barang rongsokan ataupun maling kesejahteraan, mereka tetap maling.

ada salah satu kejadian menyenangkan diluar kebiasaan kami sebelumnya, yaitu Bunda Rois, tetangga dekat wisma yang masih kerabat dengan pak amien rais itu menawarkan sahur gratis selama ramadhan. meskipun dengan menu sederhana namun telah berhasil membuat wajah anak-anak wisma sumringah, karena itu berarti mereka tidak hanya puasa diri, namun juga puasa biaya finansial. segan dan enggan tetap ada, namun dengan pertimbangan esensi nominal. makan sahur bersama pun dilakukan juga, ya bgitulah nasib dan perilaku anak kos, selain sensitif dengan hal-hal yang berbau pergerakan, yang berbau pembiayaan pun tak lepas dari kehati-hatian.

bagaimanapun, Ramadhan ini merupakan bentuk karunia terindah yang diturunkan bagi kita yang masih diberi kesempatan untuk menjamunya, 11 bulan sebelumnya tentu tlah menjadi bulan-bulan persiapan penyambutannya. meski masih banyak yang salah dalam memandang dan mensikapi ramadhan, setidaknya niat yang tulus juga usaha perbaikan nilai-nilai diri selama ramadhan ini menjadi satu langkah awal untuk bermetamorfosa menjadi manusia bertaqwa sebagaimana mestinya.

maka tiada kata terlambat bagi kita untuk saling merelakan kesalahan sesama dan saling bermaaf-maafkan agar tercipta sebuah harmonisasi ramadhan yang begitu indah di awal, tengah, dan akhirnya. maka begitu pula dari diri aku pribadi, ingin menghaturkan maaf sebanyak-banyak nya kepada teman-teman yang mungkin tlah tersakiti oleh perilaku dan kata-kataku yang tak terjaga ini, semoga kedepan kita bisa lebih mengeratkan persaudaraan sesama muslim, saling nasehat-menasehati, dan berlomba-lomba dalam kebaikan. marhaban ya ramadhan, marhaban ya ramadhan..

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--