Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, July 28, 2012

di Sela Doaku..

tahukah anti,...
saat kesunyian malam dengan segala dinginnya kurengkuh dengan hangat.
saat pekatnya menutupi mata dan kesadaranku...
bibirku tetap menari tanpa mati..
hingga aku menemukan berlapis-lapis perenungan dalam dzikir panjang.
saat semuanya menjadi tak pasti dan keadaan meremukkan mimpi-mimpiku,
hanya engkaulah mimpi terakhirku yang terus kujaga.
berharap engkau ada, meskipun hanya engkau,
dan selalu engkau..


dunia itu buta, tak pernah memilah-milah para penduduknya, selain siapa yang akan bertahan dengan kekuasaan, dan kekayaannya. sedikitpun tak ada alasan selain menyatakan betapa dunia tak pernah bisa menjanjikan keadilan. hingga orang-orang berbondong-bondong memborong obsesi dan ambisi siang malam hanya untuk bertahan. itu semua dilakukan hanya demi sebuah kenyamanan dan kebahagiaan di sedikit waktu yang diaduk cepat oleh takdir ini, hingga waktu itu habis, dan dia hanya menyisakan sebuah batu nisan yang bertuliskan nama.

dan disudut ruang yang lain, tinggalah seorang pemuda yang tlah remuk redam dipermainkan ketidak adilan dunia tanpa sedikitpun menyisakan asa, ambisi, bahkan semangat sekalipun. tak ada sesuatu wah yang melekat padanya, pandangan mata pun tak lagi berbinar, hanya sekali waktu menampakkan senyum, saat dia lupa bagaimana keadaannya saat ini. mungkin itu adalah aku.

pernah seorang teman dekat mengeluarkan semua unek-uneknya dalam sebuah perbincangan di kosan, betapa dia ingin sekali menjadi orang sukses, punya mobil sedan, rumah bagus. istri cantik, sempurna sekali mimpinya itu, batinku. ada juga yang bermimpi mengejar studinya ke luar negeri, menjadi seorang intelektual akademisi. hebat. mereka adalah orang dengan mimpi terhebat. dan aku...hmmm, aku?, sebenarnya aku tak pernah punya mimpi setinggi itu, aku hanya berharap bisa benar-benar mendapatkan bidadari di dunia ini, hingga aku benar-benar merasa dia meliputi segala sumber kekayaan dan kebahagiaan di hidup ini. lalu bersama kita berjalan mengikuti alur masa dengan kesederhanaan namun slalu dekat dengan ketaqwaan. shalat tahajud berdua, shaum sunnah, saling berbagi ilmu dan nasihat, dan saling mengisi. ah teori.....memang pernah terbersit di hatiku dengan kekhawatiran yang mengikuti, mungkinkah itu cuma teori. atau sekedar mimpi yang sulit terbuktikan. aku meragukannya dan memang aku selalu ragu dengan mimpi-mimpiku ini.

namun entah mengapa aku merasa Allah akan mengabulkan, entah mengapa dalam setiap moment dimana aku berdoa banyak kepadaNya, ada sesuatu yang membuatku tidak ingin untuk melewatkan satu doa itu meskipun dalam keadaan tergesa, Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a'yun..... (duh Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami, istri-istri dan keturunan yang menjadi penyejuk jiwa kami.)

malamku semakin pekat dan mimpiku semakin tak nyenyak, bukan lantaran tempat tidurku yang kurang nyaman, namun karena kekhawatiran yang ada padaku, tentang semua ini. bukan lantaran aku tak percaya dengan kekuatan Rabbiku, namun keadaanku tak memungkinkan meraih semua ini. kepasifanku atas ikhtiar, dan keliaran sikap yang masih menempel pada kepribadianku, membuatku kecut untuk berani unjuk gigi kepada Rabbi, agar permohonanku dikabulkan..aku butuh semua untuk tepiskan ragu...

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--