Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tuesday, June 12, 2012

Tak jua terpejam..

Mata malamku tak jua terpejam...
meski lentera tlah kuhembus padam.
iringan cahaya digital masih melingkar disekitar korona..
entah bagaimana aku mengakhirinya...

malam ini aku tak mau berdebat dengan  jam kamar yang masih melirikku dan berdetak kecil diatas dashboard kamar, bahkan lampu 5 watt ku lebih terlihat ngantuk dari yang kuduga. satu setengah jam tadi tlah kubereskan semua aktifitas malamku, buang air, sikat gigi dan cuci muka, tak lupa wudhu sebagai penutup thaharah ku, barangkali ini malam terakhir, aku ingin terlihat bersih fisik dan hatiku.


lampu kamar tlah kumatikan, sekarang ganti lampu 5 watt berbentuk lucu itu yang menerawangi kamarku, kuning temeram, sedikit teduh, berharap mata ini semakin dekat menuju penutupan, dan aku bisa beristirahat tenang. namun tiada terduga, langkah kecil ini membuatku tak jua tidur hingga sekarang, ya, kuturunkan laptop dari dashboard kamar, berharap bisa menikmati dunia maya sejenak sembari mendengarkan murattal syech Saad al Ghamidi, namun kepada takdir jua kukembalikan terminal ini, sekarang aku masih belum jua tidur...

dan sekarang aku diberi kesempatan pula untuk sedikit bertarung dengan makhluk kecil bermulut runcing itu, barangkali dia merasa sangat aman dalam kegelapan kamarku ini, cerdas juga si nyamuk ini, makhluk tak punya akal ini mencoba untuk bertaruk strategi denganku, akhir yang tragis memang, meskipun beberapa kali meleset, namun akhirnya sabetan tanganku membawamu menjadi pahlawan bagi suamimu yang pemalas, wahai nyonya nyamuk..

sementara diluar kamar mulai mengeras suara tanpa ritme yang keluar dari mulut-mulut penghuni kos Bina Taqwa yang begitu jatuh cinta pada gelindingan bola, dengan rasa cintanya itu mereka rela membagi sebagian jatah tidurnya hanya untuk melihat acara yang setelah selesai, selesai!. namun begitulah kukira fanatisme, menjadi 'fan' (penggemar) yang beraliran 'ATISME' (rela untuk bergelut dengan dinginnya malam hanya demi bola. dunia..dunia...pantas saja kau bulat bagaikan bola, ternyata penggemarmu juga fanatik berat sampai lupa dengan akhirat.

entah sudah berapa malam yang kulalui di hidupku ini, dari malam pertama aku dilahirkan, sampai malam terakhit nanti aku dikebumikan, tak perduli, toh aku bukan ahli menghitung, aku hanya merasa, sepanjang perjalanan itu, berapa kali aku tertawa bahagia, berapa kali aku menangis kecewa, berapa kali aku tidak merasakan apa-apa, berapa kali... kenapa kita harus berkutat pada apa yang kita rasakan, sungguh egois diri ini wahai Maula..

apa yang tlah kuperbuat selama ini, akan berbuah pahala atau dosakah, saat aku mencerna kepingan-kepingan ilmu tentang kebenaran, kenapa aku selalu mendapati bahwa kebenaran itu begitu pahit, begitu susah, dan menderita. akhir-akhir ini kudapati jawab karena tempat kita bukan di dunia, syurga kita terlampau indah, jadi maklum saja jika satu kamarnya bernilai cucuran keringat, darah, dan beberapa nyawa yang lepas tanpa alasan ilmiah.

hidup ini hanya serabutan bulu, semakin kita mengurai maka akan semakin kusut terlihatnya, tidakkah lebih enak kita menunggunya putus, agar lebih terlihat kedua ujungnya. kata orang hidup ini penuh cinta, namun tanpa rasa benci, bagaimana cinta itu ada? baru aku menyadari bahwa dalam mencintai pasti harus ada rasa benci, yaitu benci kepada selain yang kita cinta, benci untuk melakukan kesalahan kepada yang kita cinta, dan benci untuk tak menjaga apa yang kita cinta, definisi unik, sederhana, lugas, jelas dan penuh logika, justru aku temukan secara gamblang dari penjelasan ilmiah tentang makna berTauhid (bertuhan), yang justru orang lain merasa kusut untuk menyatakan kebenaran semua itu, lalu mengapa kusut perlu ditiru, kalau yang rapi menawarkan keindahan.

aku pernah membayangkan bagaimana keadaan orang lain dibelahan ruang yang berbeda tentang seluk beluk kehidupannya, ada yang seumur hidupnya digunakan untuk mabuk-mabukan dan berjudi, plus main wanita, ada yang setengah hidupnya hanya berisi ambisi harta dan kedudukan, ada lagi orang bodoh, tertindas, dan dia kafir. begitu indahnya ketika aku membayangkan seorang muslim yang setiap malamnya memeras air mata melalui jenggot-jenggot basahnya yang menempel di sajadah usang, senyum sederhananya menyambut ujian kehidupan yang mencekam, namun terasa ringan, begitu kuatnya kekuatan sebuah iman, namun manusia sombong mencoba menguraikan kata untuk menyamakan definisi tersebut, dan gagal ditengah jalan, apa alasannya? karena mereka hanya melihat 'kulit' nya..

menurutku Islam bukanlah sebuah substansi, dimana seorang sufi merasa tak perlu lagi melaksanakan shalat karena dia merasa sudah begitu dekat dengan Allah, juga bukan 'kulit' dimana seorang koruptor yang mengaku muslim jungkir balik shalat lima waktu tanpa tahu makna luar biasa yang terkandung dari gerakan dan bacaannya tersebut, sehingga dia terus korupsi,,,korupsi..dan korupsi...menurutku Islam adalah sebuah ajaran tauqifiyah (paketan), tidak bisa ditambah dan dikurangi, betapa luar biasa kebodohan manusia yang melarang seorang muslim menjalankan ibadah dengan membuat sesuatu yang baru untuk diibadahi dengan dalih 'mashlahat' (kebermanfaatan), semoga kebodohanku tidak sedungu mereka.

ternyata malamku ini penuh perenungan, mungkin murattal ini yang menuntunku pada indahnya pelaminan fikiran, malam-malam yang penuh kepalsuan di dunia ini, mungkin disaat ini juga, di sudut dunia yang lain, ada yang sedang berzina, clubbing, mabuk-mabukan, atau sekedar main kartu. beruntunglah dengan kasih sayang Allah yang menjadikan orang-orang shalih tetap teguh dengan agamanya, dan tepat kuat penglihatan batinnya, sehingga yang buruk tetap terlihat buruk, meski bungkusnya dipermak sedemikian rupa.

sepertinya mataku sudah mulai mengantuk, saatnya untuk berhibernasi bersama mimpi yang tlah Allah siapkan untukku, untuk terakhir kali di malam ini, kepada kakakku Uswatun Hasanah Rahimahallah, semoga kau diganjar Allah dengan syurga, kepada ayahku Karnadi Rahimahullah, semoga engkau diberi berita gembira, aku, dan keluarga yang masih menapaki panasnya jejak bumi ini, semoga bisa bersama-sama nanti naik ke pintu syurga, dan mendatangi kalian berdua. sungguh kematian itu terlihat indah jika kita benar-benar merasa bahwa dunia itu hina, maka tiada lain tempat terindah selain di akhirat, berbahagialah bagi para syuhada, berbahagialah bagi para syuhada, aku ingin seperti kalian...

Allahumma aslamta nafsii ilaika,
wa fawwadhtu amrii ilaika,
wa alja’tu zhahrii ilaika,
rahbatan wa raghbatan ilaika,
laa malja a wa laa manjaa minka illa ilaika,
aamantu bikitaabikalladzi anzalta,
wa binabiyyikalladzi arsalta


”Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu, karena senang dan takut. Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dariMu kecuali kepadaMu. Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan, dan Nabi yang telah Engkau utus.”

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--