Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Thursday, June 7, 2012

Ketika Cermin Akhlaq Mulai Meretak

    pagi ini dadaku berasa sesak, sesak sekali sampai merasuk ke ubun-ubun dan membuatku merinding layaknya orang yang terkena stroke, mataku mengunang dan mulai memerah. penyesalan ini sungguh begitu beratnya. bagaimana tidak, saat disetiap waktu yang berjalan ini aku mencoba untuk menjauhi dosa-dosa kecil yang biasanya muncul dari kegiatan sehari-hari, namun pagi ini aku lepas kendali dan terjerat rantai besi syetan. ghibah, ya. ya Rabbi, astaghfirullah.....
      manusia memang tak pernah luput dari yang namanya kesalahan dan dosa, ya, karena manusia memang tempatnya salah dan lupa, namun untuk dosa yang satu ini, aku kembali bergetar saat ingat bagaimana konsekuensi di akhirat nanti, amalku akan diambil oleh orang yang kubicarakan di dunia, sedangkan dia adalah orang yang kubenci, lalu kenapa aku membicarakannya tadi pagi,? sungguh bodohnya aku.

     semoga tadi pagi Allah tidak menghukumiku sebagai seorang yang ghibah, karena setidaknya aku memberikan nasihat ke temen-temen untuk tidak melakukan hal buruk seperti itu? ada seseorang di tempat kosku yang memang karena peringai buruknya itu, dia tidak disukai hampir semua penghuni kos, tindak-tanduknya selalu menyisakan kebencian di hati para penghuni kos, aku pribadi sebenarnya sudah mencoba untuk acuh setelah mencoba menasehati, namun aku bukanlah tipe orang yang bisa berpositif thinking dengan mudahnya, sekali aku tidak suka dengan peringai buruk seseorang, ya aku akan antipati. dan ternyata semua teman-teman kos juga merasakan begitu, hingga disetiap kita berkumpul diruang tv, selalu muncul keinginan untuk membicarakan itu. berulang kali dari kita sudah mencoba mengingatkan untuk tidak ghibah, namun karena begitu parahnya, terkadang kita lost control untuk tidak membicarakannya, astaghfirullah, ya Rabbi ampuni kami...

     memang dalam permasalahan akhlaq yang menyangkut urusan sosial ini kita butuh kesadaran dan kehati-hatian ekstra untuk menjaga dan menuntun diri kita pada jalannya. sedikit saja kita lengah, kita akan melakukan kesalahan yang mempunyai konsekuensi besar seperti itu, bayangkan saja, bagaimana kita mencoba menabung amal dengan segala susah payahnya, sampai berkeluh kesah dalam menjalankannya, di ahirat nanti amal kita diambil gitu saja oleh orang yang kita ghibahi di dunia, atau dosa si dia yang ditimpakan ke kita, dalam setiap renunganku, aku mendapati jawaban bahwa sungguh benar apa yang difirmankan Allah bahwa tidak akan berubah suatu kaum, melainkan kaum itu yang merubahnya sendiri, itu berarti bahwa kita harus tetap pada penjagaan diri kita di segala kondisi, prasangka kita, ucapan kita, dan sikap kita kepada orang lain, biarlah orang lain berbuat kesalahan, kalau memang kita tidak bisa menasihatinya, jangan sampai kita kena umpan untuk membicarakannya, sehingga kita sendiri yang terjerumus pada rong-rongan neraka yang sebenarnya kita jauhi.

     menjadi individu yang sempurna, sebagaimana yang Rasulullah ajarkan kepada ummatnya, memang sungguh tidak mudah untuk menjalankannya. namun kita harus segera menyadari bahwa dalam diri rasulullah juga terdapat sisi kemanusiaan seperti kita, beliau juga bertaruh perasaan, bertaruh lelah, darah bahkan nyawa untuk menjadi pribadi yang diinginkan oleh Allah. begitupun kita. meskipun kita mempunyai ruang terbatas, namun kita tetaplah seorang hamba yang wajib berusaha untuk menjadi pribadi yang shaleh, kepada diri sendiri, Allah, dan orang lain.

       setiap kesalahan yang diperbuat orang lain hendaknya kita jadikan alarm buat diri kita, bukan alat untuk saling mengumpat, meskipun kita merasa benar. tindakan terbodoh yang sering kita lakukan adalah kita lupa menyadari bahwa syetan selalu mencari celah untuk kita berbuat dosa. maka sering-seringlah kita bermuhasabah, bukan agar kita terlihat lemah, namun untuk sekedar menyadari, bahwa di akhirat kelak setiap gerak fikir dan tubuh kita, akan dimintai pertanggungan jawab.

ya Rabbi ya Ghafurur Rahiim, ampunilah dosa kami, ampunilah kesalahan yang pernah kami lakukan ini, tunjukkanlah kepada kami jalan, dan ingatkanlah kami di kala lupa, jangan masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang merugi ya Rabb, karena kami tlah berusaha dan berkorban untuk semua ini...subhana Rabbi..

"orang yang merugi dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal shalatnya,puasanya dan zakatnya, dan ia membawa seluruh amalnya, sedangkan ia telah mencaci ini, menuduh ini, memakan harta ini, memukul ini, dan menumpahkan darah ini, maka akan ditebus perbuatannya in dari amal kebajikannya, dan ini dari amal kebajikannya. jika telah habis kebaikannya sebelum seluruh amal kebaikannya dihisab, maka diambillah dari amal keburukan mereka (orang yang pernah disakitinya), sehingga seluruh keburukan mereka dilempar kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke neraka." (H.R Muslim dan at-Tirmidzi)

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--