Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tuesday, June 12, 2012

Kebebasan

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?(Al Mukminuun:115)
    Belakangan ini di Indonesia ramai sekali membahas tentang kebebasan, khususnya kebebasan dalam berkeyakinan. adanya penolakan konser Lady Gaga beberapa waktu lalu, dinilai beberapa pemerhati HAM sebagai bentuk dari keterbatasan kebebasan di Indonesia, penolakan kedatangan Insyad Manji, seorang Lesbian yang membuat buku yang mencemarkan nama baik Islam juga dinilai tidak konsisten dengan komitmen kebebasan yang didengungkan pemerintah Indonesia, dan lucunya, kebebasan-kebebasan yang diangkat ini adalah kebebasan yang irrasional, bahkan pelakunya dari golongan yang sama, orang-orang liberal dan sekuler. lantas bagaimana kita menempatkan definisi 'kebebasan' pada tempat yang sebenarnya?

    Menempatkan kata bebas dalam struktur sosial selalu tak pernah jauh dari yang namanya 'HAK', atau lebih spesifik lagi adalah 'HAM' atau yang biasa disebut Hak Asasi Manusia, beberapa kalangan menjadikan HAM sebagai sebuah kebebasan dalam segala hal, menyangkut individu, golongan, ekspresi dan keyakinan, semuanya bebas, namun pada kondisi lapangan, pada permasalahan Lady Gaga dan Insyad Manji yang jelas-jelas akan merusak moral dan keyakinan bagi ummat islam, kenapa kebebasan untuk ummat islam terbatasi dengan kebebasan yang tak bermanfaat bagi khalayak umum sekalipun, ada apa ini?

Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."(Al Baqarah:11)

     Masih kuingat betul sewaktu masih sekolah dulu, pak guru menjelaskan bahwa HAK adalah sesuatu yang harus kita dapatkan, sedangkan KEWAJIBAN adalah sesuatu yang harus kita lakukan. pernah terfikir, kalau setiap orang merasa bahwa dia mempunyai hak untuk sesuatu, lantas bagaimana keharmonisan hubungan antar individu? jika definisi hak yang kita pegang terkait dengan peristiwa diatas, sebagai contoh begini, si joko merasa bahwa dia berhak untuk memutar musik di rumahnya dengan keras, karena itu miliknya, lain pula dengan si Toni, tetangga samping rumahnya, dia merasa bahwa dia mempunyai hak untuk mendapatkan ketenangan di rumahnya, karena ini rumahnya, mereka adu mulut membahas soal hak ini.

Toni : Dasar kamu, gak punya sopan santun, kenapa kamu menyetel musik keras sekali, mengganggu kenyamanan orang?
Joko : yee, ini kan hak gue, ini tape, tape gue, mau apa lo?
Toni : biadab kamu...

lalu toni melaporkan masalah ini kepada pak RT sebagai pengayom masyarakat tingkat RT, namun dibalik itu, Joko merasa tersinggung berat atas pelaporan Toni atasnya, Joko merasa bahwa Toni tidak menghormati Hak Joko untuk menyetel musik keras-keraas, akhirnya dipertemukanlah mereka berdua dengan pak RT, diskusi panjang dan panas pun sempat mewarnai pertemuan itu, akhirnya disepakati bahwa dalam bertetangga kita harus saling bertoleransi.

     beda si Toni, beda juga si Joko. si topi mengangkat jempol kepada pak RT, bahwa dengan keputusan itu berharap si Joko tidak lagi menyetel musik keras-keras mengganggu tetangganya yang lain, namun si Joko merasa si Toni juga harus toleransi atas hobi joko ini. akhirnya perdebatan itu tidak sampai pada titik temu,

     begitulah akhirnya, jika kita diatur oleh aturan yang dibuat manusia, selalu mempunyai celah untuk merasa benar sendiri dan saling menyalahkan. definisi HAM saja sudah semrawut seperti itu, apalagi jika yang mengatakannya adalah orang-orang liberal yang memang dari awal berhasrat untuk merusak Islam dari dalam. mereka mengatakan free sex adalah sebuah hak bagi setiap individu, toh ini urusan pribadi. namun tidakkah kita berfikir bahwa kejelekan itu mudah sekali menular, lantas ketika ummat islam mulai menahan perkembangan pergaulan bebas di lingkungannya, mereka mengatakan itu adalah pelanggaran HAM, gila, kalo memang barometernya adalah 'kebebasan', tidakkah mereka juga harus menempatkan posisi kebebasan yang sebenarnya pula, semisal dalam kasus tadi, ummat islam mencoba menahan laju sex bebas karena memang kebebasan moral dan iman mereka terganggu, salahkah itu? benar-benar sangat irrasional.

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.(Al Baqarah:17)

    suatu saat ketika aku sedang mengikuti suatu mata kuliah yang dosennya adalah seorang feminis, beliau mengatakan '' kalau di Indonesia diberlakukan hukum islam, maka saya orang Solo pertama yang akan menentangnya", dia melanjutkan lagi "Hukum Islam itu tidak cocok ditempatkan di Indonesia" dia mengatakan bahwa hukum islam adalah impllikasi adat orang-orang arab, yang sama sekali tidak berhubungan dengan Islam, hukum potong tangan, rajam, dan qisas itu adalah tindakan yang tidak beradab dan melanggar hak asasi manusia, mendengar hal itu mukaku memerah antara marah dan sedih, Indonesia adalah masyarakat dengan mayoritas penduduk paling banyak, namun tidak pernah mendominasi apapun itu.

     kenapa kita hanya melihat syariah dari kulitnya saja, tidakkah setiap aturan juga mempunyai substansi yang jelas. hukum potong tangan memang sangat terlihat mengerikan jika diberikan kepada seseorang yang hanya melakukan kesalahan berupa mencuri, namun tidakkah kita membayangkan jika itu dilakukan dihadapan rakyat secara luas, setelah eksekusi itu, siapa yang berani mencuri seperti itu? ney...orang-orang pada takut untuk melakukan tindakan itu, lalu dengan kejelasan substansi seperti itu, apakah kita tetap pada tindakan hukuman kurungan yang akan menguras anggaran negara namun tidak membuat kapok para pencuri?lihatlah sekarang bagaimana pencuri semakin berani, semakin pandai, dan semakin nekat?? kenapa akal manusia dipaksakan untuk mengatur kalau Allah sudah memberikan pilihan?

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)[500]. (al An'am:116)
[500]. Seperti menghalalkan memakan apa-apa yang telah diharamkan Allah dan mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan Allah, menyatakan bahwa Allah mempunyai anak
 
     dalam mata kuliah fiction yang pernah aku ampu, disana sang dosen memberikan pilihan beberapa novel untuk dianalisis yang kesemuanya beraliran feminis. kebanyakan diangkat dari cerita nyata tentang kedzoliman para imam kepada wanita di Arab, diskriminasi lelaki yang berpoligami, penyiksaan, dan semuanya yang dikait-kaitkan dengan Islam, bodoh..!!! itu yang kufikirkan tentang para feminis meskipun mereka bertittle doktor ataupun magister, kenapa mereka melihat islam dari pelakunya,tidak dari ajarannya. sungguh tidak rasional jika kita menilai sebuah mobil dari sopirnya. kalau memang membutuhkan cerminan histori, kenapa tidak lebih jauh kebelakang dalam mengambil history sebagai acuan, pada masa rasulullah kek, atau para khilafah, kenapa mereka merasa bahwa syariat islam adalah ladang diskriminasi bagi kaum perempuan, apakah karena kesetaraan gender? oke, kalau memang wanita ingin disamakan disegala bidang, suruh saja para perempuan itu narik becak atau jadi kuli bangunan, mengapa mereka lupa bahwa Allah menciptakan sesuatu sesuatu porsinya,dan melihat sebuah kemuliaan itu bukan dari gender ataupun materi, namu dari amal dan hati kita, bukan pada konstruksi fisik. semuanya terasa biasa saat kedzoliman terbalut indahnya kata-kata yang keluar dari sosok yang bertitle tinggi, namun sejatinya sama saja. mereka zero di mata Allah.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (al-Qashas:77)
     Kebebasan, sesungguhnya Islam juga menjunjung tinggi kebebasan, namun Islam adalah sebuah aturan, dimana kebebasan itu akan diarahkan kepada jalan yang benar-benar baik dan bermanfaat bagi diri dan kehidupan. meskipun kebebasan di dunia ini adalah bahasa syetan, syetan selalu menggoda dengan kata-kata itu, bebas bergaul, melakukan free sex, akhirnya hamil, menggugurkan kandungan, atau bunuh diri, itukah kebebasan?, kebebasan minum minuman keras, akhirnya sakit menahun, menderita seumur hidup, itukah kebebasan?, kebebasan berpakaian minim, di jalan diperkosa orang, hidupnya menderita, itukah kebebasan? kenapa kita harus melihat sesuatu dari luarnya saja? tidakkah kita bisa berfikiran lebih dalam lagi?

     aku bangga dengan Islam, ya, hanya kata itulah yang bisa kuucapkan setelah semua ini, setelah lama sekali aku bergelut tanya tentang ajaran islam yang hampir sebagian ummat islam tidak tahu menahu tentangnya. bagaimana aku tidak bangga dengan islam, ketika islam selalu memberi perhatian kepadaku lewat kabar gembira juga ancaman, lalu menuntunku kepada aturan-aturan secara detail. mengajariku sebuah kerasionalan bahwa dengan mencintai, kita harus membenci kepada selainnya, bahwa kebaikan dan dosa selalu ada balasannya, dan dengan kesucian dan kepasrahan diri, kita mendapatkan ketenangan yang sejati. itulah mengapa banyak sekali para pejuang muslim yang rela mengorbankan darah dan nyawa mereka untuk Allah, karna dia yakin dengan Islam dia tidak akan sia-sia.

     kita akan mendapatkan kebebasan nantinya, ketika kita berada di syurga, dunia adalah ladang cobaan, salah jika kita menganggap dunia sebagai tempat kenikmatan. dengan Islam kita akan mengerti, dengan Islam kita akan melakukan, dan dengan Islam pula kita akan mengakhiri juga memasrahkan kepada siapa semestinya.

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.(An Nisa:125)
 

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--