Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, May 13, 2012

R.I.P for The Victims of Sukhoi 100 Accident

Super Jet Sukhoi 100
       Setiap manusia pasti akan merasakan mati, ya. kata-kata itu seringkali melintas di telinga kita, namun hal itu baru benar-benar merasuk ketika kita melihat kematian itu sendiri menimpa orang-orang terdekat kita. Begitu juga aku mencoba untuk berempati terhadap keluarga para korban kecelakaan pesawat super jet Sukhoi pada hari kamis kemarin . pesawat buatan Jerman yang melakukan demo promosi pesawat di Indonesia mengalami musibah dengan menabrak gunung salak Bogor. yang menewaskan seluruh penumpang pesawat yang notabene adalah para jurnalis yang akan meliput tentang pesawat promosi ini. saat saya menulis tulisan ini, masih dilakukan evakuasi terhadap korban di gunung salak yang bermedan terjal itu.

      sebenarnya sungguh aneh, pesawat yang super canggih bahkan baru dengan seorang pilot juga co-pilot yang sunggur profesional itu bisa mengalami kecelakaan, mungkin sebelum kejadian kecelakaan tersebut, penumpang yang hendak naik di pesawat tersebut merasa sangat aman dan tenang, karena menurutnya, pesawat canggih penuh fitur ini pasti akan terbang dan melayang dengan sempurna, sebagaimana kapal Titanic yang konon pembuatnya mengatakan bahwa kapal ini tidak akan bisa tenggelam. namun bagi seorang muslim, kecelakaan yang heboh seperti ini akan ditanggapi dengan kalimat sederhana,"kun fayakun", lalu dilanjutkan dengan mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kita akan kembali kepadanya".

      bagaimana mungki kita mengungkiri ke'Maha'an Allah. manusia hanya segelintir makhluk yang diberi kelebihan berupa akal yang sanggup menciptakan teknologi modern, namun manusia tidak diperintah untuk mengkufuri kebesaran Allah dengan prestasi yang telah ditorehnya, maka kejadian seperti ini seharusnya membuat kita membuka mata, bahwa kita memang bukan siapa-siapa. kesombongan memang terlalu berat untuk kita pakaikan dalam diri kita. maka siapa yang pantas menyombongkan diri ketika pesawat sebesar dan sehebat itu benar-benar hancur dan menggantung di gunung Allah yang selalu diam. maka beristighfarlah, dengan segala pengakuan diri akan kelemahan kita kepada Rabbi, lalu disetiap kesempatan dan aktifitas slalu kita awali berdoa kepadanya, agar diberi keselamatan dan ridhoNya.

      saat aku menulis ini evakuasi masih terus dilakukan, karena medan yang sangat berat tindakan penyelamatan menjadi agak terulur, dari berita media yang kuikuti, akhirnya puing-puing pesawat ditemukan, berikut jenasah-jenasah penumpang yang berserakan dalam kondisi yang tidak normal. saking tidak normal nya keadaan jenazah mereka, satu kantong jenasah bisa dimasuki dua sampai tiga jenasah yang gosong dan tak utuh itu, bukan itu sebenarnya yang membuatku syok, namun sebelum kejadian tragis itu, beberapa penumpang mengupload foto-foto mereka sesaat sebelum kecelakaan, betapa cantik dan gantengnya mereka, bernarsis ria penuh keceriaan. mengabadikan momen-momen hebat bersama pesawat canggih. namun aku yakin mereka tak menyangka bahwa umur mereka berakhir di situ juga, kecantikan mereka kini tidak berarti apa-apa. bahkan kita pun tak berani melihat keadaan mereka yang sekarang.

      itu membuktikan bahwa betapa rapuh dan rentannya kita, serta tidak ada yang pantas kita bangga-banggakan, selain semuanya tersaji untuk mendukung kita semakin dekat dengan Allah, sehingga dalam keadaan apapun, kita masih bisa selalu dekat denganNya, syukur-syukur meninggal khusnul khatimah walaupun dengan cara yang seperti itu. untuk saudari ku yang masih narsis memperlihatkan dan membanggakan kecantikannya dengan membuka aurat, tidakkah kau merinding degnan kejadian seperti ini, bayangkan jika engkau yang berada dalam pesawat tadi, yang di tengah perjalanan udara tiba-tiba sirine darurat berbunyi, sedang kau dalam keadaan membuka aurat atau bahkan sedang asyik minum sampanye dengan penumpang yang lain, mungkin hatimu akan sangat ketakutan, bukan karena kepastian bahwa sebentar lagi kau akan mati, namun kau akan mati dengan rok pendek dan pakaian ketatmu tanpa jilbab, kau akan menemui Allah dalam keadaan seperti itu...oh tidak..apakah itu akan memasukkanmu kepada syurga.....fikirkanlah dalam-dalam.. hidup ini sungguh singkat.

        kulihat di berita televisi, bagaimana keluarga sangat was-was menunggu kepastian berita tentang anaknya, tentang istrinya, dan tentang suaminya yang berada di dalam pesaawat tersebut. isak tangis histeris bahkan diiringi pingsan menggambarkan keadaan kalut seperti itu. tidak dinyana-nyana, anak, istri, suami yang sebelumnya berkomunikasi dengan mereka seperti biasanya dengan sangat cepat meninggalkan mereka. itu mengingatkan bahwa diantara manusia ada satu sekat yang bernama taqdir, sedekat apapun kita dengan manusia lain, suatu saat kita akan berpisah darinya. sebahagia apapun kita dengan orang lain, suatu saat kita dibuat menderita karenanya. itu semua karena takdir yang selalu berbicara. itu semua mengingatkan agar kita selalu dekat dengan dzat yang tidak akan pernah lepas dari kita, tidak akan membuat kita menderita. dan memberikan kebahagiaan yang kekal. Allah... semua yang kita miliki akan musnah, semua yang kita cinta akan meninggalkan kita. maka jalanilah rasa kepemilikan dan kecintaan itu atas dasar kedekatan kita kepada Allah, agar saat kita dekat dengan orang yang kita cintai, kita mencintainya dengan wajar dan penuh makna karena didasari kecintaan kita kepada Allah, dan ketika kita berpisah darinya, itu tidak menjadikan kita terpuruk karena kita masih mempunyai satu dzat yang sanggup menggantikannya, Allah..maka sabar adalah alat, dan syukur adalah senjata....semuanya ada karena iman dalam hati..berfikirlah.

          maka sebagai manusia hendaknya kita selalu mendekatkan diri kita kepada Allah, agar disetiap keadaan yang menunggu kita dii depan, ketenangan kita tidak akan rapuh diterpa ujian, dan kebahagiaan kita tidak akan sirna oleh badai takdir. dan sebagai makhluk sosial, jadilah kita orang yang paling dibutuhkan oleh orang lain, yang akan dicintai ketika dekat, dan dirindukan ketika jauh, agar nanti ketika kita meninggalkan mereka, mereka menangis karena saking cintanya mereka kepada kita, sedangkan kita tersenyum membawa amal kita dan doa mereka nantinya.

          kepada para korban kecelakaan pesawat super jet Sukhoi 100, semoga Allah memberikan tempat yang layak sebagaimana iman dan amal kalian di dunia. untuk para keluarga korban semoga diberi ketabahan dan slalu didekatkan pada kesadaran bahwa ini bagian dari kehendak Allah yang tidak patut ditentang. semoga kesabaran dan keikhlasan yang didasari oleh keimanan kepada Allah, akan berbuah syurga dan kebaikan yang menguntungkan. 

dan untuk yang masih diberi kesempatan....gunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya, karena Allah Maha Penyayang, maka sayangilah Allah dengan sepenuh kesayangan yang kita punya..

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--