Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, May 12, 2012

penyesalan dalam kekekalan

Seandainya orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan) (Al-Anbiya:39)


      jariku melepuh tak seperti biasa, jangankan untuk memegang sesuatu, tersentuhpun rasanya sakit luar biasa, sebuah nyala api kecil berhasil mengingatkanku bahwa tubuh ini sungguh rentan dan sangat lemah. setelah membaca ayat diatas tidak hanya membuatku sadar akan hakikat kelemahan raga ini, namun benar-benar menggetarkan hati dan fikiranku selama ini. berada di dalam nyala api neraka menyala-nyala, selamanya. akankah akal kita sanggup menjangkau kedahsyatan akhirat seperti itu? selamanya, tanpa sela, tanpa jeda. beristighfarlah,,,,semoga kita termasuk ke dalam golongan yang selamat.


        ayat diatas ditujukan kepada orang-orang kafir, makhluk yang hinanya melebihi seekor laba-laba yang bersembunyi dalam jaringnya. mungkin kita sebagai ummat islam merasa tenang ketika membaca ayat ini dengan berkata, "aku adalah seorang muslim, jadi sebejat-bejatnya aku, aku akan masuk syurga karena keislamanku", itu adalah sebuah jawaban naluriah yang luar biasa, namun dapat menjerat kita kepada satu penyesalan yang luar biasa hebatnya jika kita hanya bergantung pada statemen seperti itu. orang yang mempunyai iman seberat biji atom akan masuk syurga, itu janji Allah azza wa jalla.itu sudah pasti. namun pernahkah kita berfikir bahwa mungkin saja keislaman dan keimanan tiba-tiba lenyap tanpa kita sadari karena segelincir perbuatan kufur yang kita lakukan. pernahkah kita membayangkan tiba-tiba kita dicap sebagai seorang kafir di akhirat nanti karena tindakan dan perilaku kita di dunia..naudzubillah...

       Islam adalah sebuah konsekuensi bagi pemeluknya. Islam tidak memaksa seseorang untuk masuk kedalam agama ini, namun ketika seseorang tlah mengucap syahadat sebagai seorang muslim, maka dihadapannya tlah menunggu jutaan konsekuensi berupa peraturan-peraturan hidup baik itu secara transendental (hubungan manusia dengan Tuhan) maupun secara Sosial. baik dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang bersifat fundamental. bukan berarti bahwa seorang muslim itu penuh dengan tekanan dan keterbatasan gerak, namun ini semua bertujuan agar seorang muslim benar-benar mencapai prestasi yang paling mulia dalam hal keduniawiaan serta ukhrawi, seorang muslim yang kaya juga dermawan, yang pandai juga tawadhu, yang miskin namun qanaah (menerima apa adanya). sehingga seorang muslim yang benar-benar mengamalkan syariat islam dengan benar, maka sudah jelas dia adalah orang yang sukses di semua bidang.

          kita kembali ke perkataan tadi yang menyebutkan bahwa ada sebuah kepastian bahwa dengan keimanan serta keislaman kita akan menjamin masa depan kita di akhirat, yaitu syurga. namun sudahkah kita merefleksikan diri terhadap syariat islam yang ada, sudahkah kita benar-benar mengakui juga menerima semua peraturan islam secara keseluruhan dengan keyakinan yang benar, untuk kemudian kita amalkan sesuai kemampuan kita? sudahkan kita berjilbab dengan baik dan benar? sudahkah kita berfikir dan bertindak sesuai dengan Al-Qur'an dan As Sunnah? mungkin hati kita masih menyangkal, "itu kan hanya sebuah dosa dan kesalahan yang insyaAllah akan diampuni oleh Allah atau setidaknya meski kita diganjar siksa neraka, pada akhirnya pun akan ke syurga jua toh?",,,,,sekarang siapa yang menjamin kita akan masuk syurga kalau kita saja tidak bisa menjamin ketaatan kita kepada Allah sepenuhnya?

      menurut sebagian ulama, pengertian iman adalah : mengetahui dan membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan.  mengetahui dan membenarkan ke dalam hati adalah salah satu amalan hati;bukan seluruhnya. adapun iman meliputi seluruh amalan hati berupa: pembenaran, kecintaan, mengetahui, tunduk, patauh, dan lain sebagainya yang termasuk dari amalan hati. kesalahan mendefinisikan iman adalah ketika berpendapat bahwa iman itu hanya membenarkan saja, atau membenarkan di dalam hati dan mengikrarkan dengan lisan tanpa adanya pembuktian dari perilaku yang dilakukan sebagaimana pemahaman rusak Murjiah Al Karomiyah.

        banyak sekali diantara kita mengaku sebagai seorang muslim namun masih setengah-setengah dalam pengamalannya, boro-boro berfikir dan berperilaku secara islami, mengetahui hakikat islam yang sebenarnya pun sudah sangat jarang. bagaimana tidak, kajian keilmuwan dan khasanah islam menjadi momok yang sangat menjenuhkan dan membosankan bagi kebanyakan ummat islam, bagi mereka berjubel-jubel mengantri konser boy band favoritnya dengan kocek yang tidak murah lebih mengasyikkan daripada duduk khusyuk mendengarkan setiap untaian al qur'an atau tausyiah sang kyai. bekas-bekas penjajahan Barat kepada ummat Islam tidak hanya menjadi cerita sejarah yang hanya kita kenang, namun ternyata koloni-koloninya masih berdiri tegak di otak-otak ummat islam dengan transformasi penjajahan dari mesiu menjadi fashion dan ideologi, gencar menyerang ummat islam hampir disetiap detiknya lewat kotak ajaib yang saya yakin hampir disetiap rumah pasti ada.

        begitulah yang terjadi di Indonesia ini, dan hebatnya lagi, orang-orang yang bersungguh-sungguh mengamalkan ajaran islam disebut-sebut sebagai seorang radikal yang sempit dan tidak mengenal keterbukaan akan keyakinan dan ideologi lain. aneh bukan, maka tak jarang ummat islam yang sudah teracuni oleh bualan orang-orang barat dan antek-anteknya yang berkulit sawo matang seperti kita kini tak sadar telah memusuhi Islam itu sendiri. dengan dalih kebebasan berkeyakinan, ditambah lagi dengan filosofi-filosofi pahit yang dimanis-maniskan. akhirnya lahirlah jutaan masyarakat indonesia yang tak bangga dengan keislamannya. menentang titah Tuhannya sendiri, berhukum dengan hukum selain Islam, berperilaku diluar Islam. Islam terlihat begitu kuno dan tidak mengikuti perkembangan jaman. hingga akhirnya...kita mengecat masa-masa keemasan islam dri jaman Rasulullah sampai kekhilafahan menjadi jaman penuh kekotoran oleh demokrasi dan sekulerisme.

            lantas apakah itu keislaman. apakah masih melekat hakikat keimanan. ataukah kita berislam seperti anak kecil yang tidak paham perkataannya sendiri. mengolok-olok agamanya sendiri, malu dengan identitas keislamannya..

katakanlah," siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari (siksaan) ALlah yang Maha Pengasih?", tetapi mereka enggan mengingat Tuhan mereka (Al Anbiya:42)

     sebenarnya kalau kita mau mengakui, kitalah yang butuh Allah. syariat-syariat itu diturunkan untuk mengarahkan kita pada suatu keadaan yang hebat, dan penuh dengan kesempurnaan. manusia terlalu berfikiran sempit bahwa hukum islam itu hanya alat untuk mengatur manusia agar menjadi baik. manusia lupa bahwa hukum itu diturunkan semata-mata untuk membuktikan sejauh mana konsistensi mereka akan loyalitasnya kepada Allah. islam itu bukanlah sebuah substansi yang hanya mengenal esensi, islam adalah tauqifiyah, paketan. kita mendengar dan kita taat, bukan karena mengajarkan fanatisme yang berlebihan, namun supaya kita sadar, bahwa akal kita terlalu kecil untuk menjangkau ke'Maha'annya. 

          kita hidup untuk beribadah kepada Allah, yang mengharuskan setiap muslim akan berpatokan kepada kalimat "apa kata Allah tentang permasalahan ini?" dan "apa manfaat bagi akhiratku", namun tanpa iman di hati, apalah arti kebaikan. semuanya lenyap bagaikan debu yang terjatuhi hujan. bukan berarti kita meninggalkan seluk beluk dunia. dunia disiapkan Allah sebagai bekal kita, bukan untuk tujuan. dan nafsu serta syahwat. tercipta agar kita mengenal kenikmatan yang sesungguhnya, yaitu syurga.

       penyesalan dalam kekekalan, adalah ketika kematian dengan cepat menjemput kita, sedangkan kita belum melakukan apa yang selama ini kita ulur-ulurkan.....mengabdi kepada Allah dengan tingkat kecintaan tertinggi.

        duhai saudaraku yang masih enggan shalat dan terlalu dekat dengan kesenangan, sadarlah bahwa kita ini begitu rapuh dan rentan, kecelakaan maut, atau penyakit yang mematikan. itu semua tidak terjadi tanpa sebab, agar kita sadar, bahwa kita butuh pertolongan dan bimbinga dari Allah, dan tanpa kecintaan dan ketaatan kepadaNya, sangat mustahil kita mendapatkan pertolonganNya.

        duhai saudariku yang cantik lagi penuh pesona, membuka auratmu tak membuatmu menjadi lebih baik, kecantikanmu pudar sebagaimana pudarnya pandangan lelaki normal akan kehormatanmu saat tubuh seksi dan cantik parasmu membayang di otak-otak kotor mereka. julurkanlah jilbab kehormatan itu. agar Allah malu kepadamu, sehingga tak akan tega, selain menempatkanmu ditempat yang terindah, memberikan pasangan yang akan menjagamu sebagaimana seorang malaikat menjaga titah Tuhannya. atau kau ingin menjadi pajangan di neraka dengan siksaan yang begitu pedih. dengan murka Allahs sehingga kau tidak diijinkan meski hanya mencium bau wangi syurga yang menggiurkan itu..

         sadarlah...kematian itu sungguh dekat, dan tanpa kita sadari, itu akan terjadi..bukan masalah bagaimana kita melewatinya., namun bagaimana setelahnya, jangan sampai idealisme kita meruntuhkan keyakinan yang selama ini kita jaga, maka tentukanlah mulai hari ini,...karna tidak ada waktu lagi..saudaraku,kembalilah ke jalan yang lurus,

Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, Furqan (kitab Taurat) dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang takut (adzab) Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hati Kiamat. (Al Anbiya:48-49)

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--