Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, April 22, 2012

Warisan Kesholehan

    Malam itu seperti biasanya, sehabis shalat maghrib aku sempatkan barang beberapa menit untuk membaca alqur'an, mungkin ikarena sudah menjadi kebiasaan dari kecil sehingga kalau abiz maghrib tidak membaca alqur'an rasanya ada yang kurang, selain itu juga memang dengan membaca alqu'ran rasanya hati menjadi dingin dan hidup terasa lebih ringan.kuambil mushaf yang telah bertahun-tahun menemaniku itu, kubaca dan kucoba untuk meresapi untaian kata dengan penuh makna. tak terasa tiba-tiba mataku memberat dan air mataku seolah hendak menerjang katup mataku ini, aku teringat saat-saat bersama ayahku saat kecil dulu.

   Ayahku adalah seorang yang sholeh, beliau tak pernah absen shalat berjamaah meskipun dengan jarak masjid yang lumayan jauh. dulu waktu kecil setiap menjelang maghrib aku selalu diajak berangkat dengan dibonceng sepeda ontel tuanya, tak jarang beliau memaksaku bahkan dengan sedikit kekerasan agara aku mau diajak pergi ke masjid bersama beliau. aku juga terkadang sering sembunyi saat bapak mencariku agar bisa bermain dengan teman-temanku saat bapak sudah pergi ke masjid, sebenarny di dekat rumah ada masjid namun bapak melarangku karena disitu banyak anak-anak dan pastinya aku tidak shalat dengan benar disana.sedangkan di masjid yang biasa kami, bapak sering menjadi imam disana, bahkan memang dialah sang imam iitu, meski masjidku ada seorang marbot, namun bapak terkadang masih mengadzani.

   Sesampainya di masjid dan sebelum adzan maghrib berkumandang, aku biasanya bermain dengan anak-anak yang lainnya disana, bapakku seorang yang sangat di hormati, jadi aku dsana  sering diperlakukan dengan sangat baik, atau kalau tidak begitu aku main ke rumah bulik yang tempatnya hanya berjarak dua rumah dari masjid. begitu selesai shalat maghrib berjamaah, biasanya kami tidak langsung pulang, namun ngaji turutan (iqro) dulu dengan anak-anak yang lain, gurunya adalah bapakku sendiri atau terkadang digantikan oleh kakk sepupuku yang masih SMA kala itu.saking seringnya dilatih membaca alqur'an, aku terkadang masih inget bacaan alqur'an yg kemarin kubaca..itu terjadi kalau terkadang aku lupa sampai halaman/ rukuk keberapa aku membaca kemarinnya. kalau belajar alqur'annya selesai sebelum isya, aku main dulu disitu sampai nunggu adzan isya, baru setelah sholat isya aku pulang bareng bapak.

    Semua itu mempunyai kesan tersendiri dari sketsa-sketsa perjalanan hidupku semasa kecil bersama beliau, beliau adalah seorang ayah yang  sangat bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya, terutrama masalah didikan agama, meskipun agak keras, namun aku baru merasakan betapa berharganya semua itu ketika dewasa, melihat teman-temanku semasa kecil dulu yang sangat dimanja kedua orang tuanya namun sekarang sangat jauh dari Tuhan, membuatku seringkali mengucap syukur atas taqdir yang menemukanku dengan sosok ayah seperti itu, kuakui meski dalam perjalanan selanjutnya au tidak begitu dekat dengan beliau, namun hatiku masih slalu berpautan. terkadang kerinduan itu menyeruak memunculkan mimpi-mimpi yang indah dengan beliau, dan tak lupa doaku slalu kupanjatkan, semoga amal baik bapak diterima dan diberi ketenangan berupa janji Allah ketika tiba saatnya nanti, syurga

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--