Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, April 29, 2012

Rapi dan Senyum Allah dalam Shalat

      Aku masih  teringat tentang kejadian yang cukup menarik bagiku kemarin lusa, kejadian yang cukup menjadikan Shock Therapi untuk perilaku ku yang kurang baik. dan kali ini, aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga untuk kesekian kali.pelajaran-pelajaran seperti itui membuatku lebih membuka mata terhadap segala apa yang sedang kulalui, karena tidak setiap orang dapat mengambil pelajaran dari kehidupan yang edang dijalaninya..


     di salah satu masjid di daerahku ada seorang yang dari mukanya seperti terlihat keturunan arab, dengan jenggot yang lebat namun rapi dan gamis panjang bersih, dulu ketika awal-awal aku menjadi jamaah disitu sempat mengalihkan perhatianku, namun lama kelamaan sudah terbiasa. hingga suatu ketika, mungkin ini atas kehendak dari Allah aku shalat dengan shaf berdampingan dengan beliau ini. ketika sang imam takbir, aku mulai mempersiapkan diri untuk segera mengikuti takbir, namun tiba-tiba aku dibuat surprise atas apa yang dilakukan bapak ini. beliau merapikan bajunya agak lama, kemudian mengambil minyak wangi non alkohol, seperti yang biasa para ikhwan pakai, kemudian mengoleskannya di beberpa bagian tubuhnya.. Subhanallah,

       Ternyata bapak ini memperhatikan betul pakaiannya sebelum berhadapan dengan Allah dalam shalat, aku merasa sangat tertohok dengan kejadian seperti itu, aku yang sebelumnya tidak terlalu memperhatikan penamipilan, bahkan sering shalat dengan memakai kaos oblong sekarang, menjadi benar-benar dibuat malu perilaku bapak itu, dan yang lebih membuatku malu kepada Allah adalah sebelum-sebelumnya, sudah menjadi kebiasaan ketika akan pergi keluar rumah atau keluar kos, memakai pakaian yang necis, jam tangan, kaca mata juga minyak wangi, namun kalau lagi sholat pakai kaos oblong biasa, entah apa yang sedang kufikirkan kala itu, sehingga aku lebih mencari perhatian orang-orang di jalan yang tidak mengenal kita, bahkan tidak ada respon balik atas apa yang sudah kita usahakan itu dibanding perhatian ketika berhadapan dengan Allah dalam shalat, berhadapan dengan Sang Maharaja. yang paling mengenal kita, dan slalu memberikan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita, astaghfirullah..

     kejadian itu benar-benar tlah membuka fikiranku yang terlalu sempit ini, menghapus segala anggapan 'yang penting hatinya', aku merasa bahwa mencintai Allah tidak hanya dengan membatinNya, dan mengucapkannya semata, pembuktian action atau tindakan yang nyata dengan kesungguhan untuk mencari RidhoNya melalui ketaatan-ketaatan pada aturan-aturanNya, itulah bukti yang sesungguhnya akan kecintaan kita sebagai hamba kepada Allah, Sang Rabbi, satu-satunya. mungkinb masih banyak diantara kita yang terlalu menyepelakan permasalah seperti ini, banyak sekali masih kudapati beberapa pemuda yang shalat dengan memakai jelana jins yang aneh, karena mata kakinya tertutup sedangkan beberapa bagian diatas lutut malah bolong-bolong, ada juga yang memakai kaos oblong pendek yang kalau sujud kelihatan belakangnya, okelah secara personal saya salut dengan masih adanya keinginan untuk shalat berjamah di masjid, namun dengan keadaan seperti itu, tidakkah terlintas di fikiran tentang apakah pakaian ini malah tidak membuatku batal shalat??? bukankah itu suatu usaha yang sia-sia, karena dengan terbukanya aurat itu menjadi halangan sahnya shalat.

      jika tiba-tiba kita mendapat undangan untuk bertemu dengan bapak presiden, apa yang pertama kali kita fikirkan? pakai baju apa? yak....betul sekali. jika kita mau pergi ke pernikahan, apa yang akan kita utamakan? jelas,,penampilan, namun bagaimna jika kita akan pergi halat berjamaah? ah seadanya, yang penting bersih, toh ada banyak yang tidak shalat berjamaah, jadi masih ada point plus bagi kita..ya begitulah kita...terlalu banyak alasan untuk membela kemalasaan dan keegoisan kita.

       fine, saya hanya ingin berbagi kisah dengan para pembaca, bukan untuk sekedar membuang sebagian kata yang tlah memenuhi otak saya, namun lebih jauh lagi, ingin memberikan pengalaman pembelajaran yang baik tentang dunia ini, umur kita telalu singkat untuk hanya mendalami dan meresapi kisah dengan segala esensi pengalaman kita, maka dengan kisah ini, saya berharap para pembaca juga mengalami perbaikan seperti yang saya dapatkan. jangan sampai kita menjadi " the right man in the  wrong place"....semoga bermanfaat ^^

1 comments:

Wuri Prasasti Utomo said...

hmmmmm,,,, terkadang kita memang terlalu caper sama dunia, dan kurang caper sama Allah. astaghfirullah... :(

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--