Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Monday, April 23, 2012

kilauan mutiara hitam

"Berapa banyak orang yang kusut dan berdebu, mengenakan dua lembar kain usang, ia tidak dihiraukan manusia, namun ktika dia berdoa kepada Allah, niscaya ALlah pasti mngabulkannya."

       Tubuhnnya kusut dan penuh keriput, menggambarkan betapa tuanya dia, geraknyapun tidak seperti orang kebanyakan, tangannya melengkung dan kakinya agak menyeret ketika berjalan. kumal sekali badannya, mungkin  kelihatan sangat kontras sekali saat berjalan dengan bapak-bapak seusianya di daerah gonilan ini yang notabene orang kelas menengah keatas, aku bukan hendak menceritakan seorang peminta-minta yang berlenggak-lenggok sok membutuhkan meski aslinya kecukupan di daerah kampus, akupun tidak bercerita tentang orang gelandangan. kita lihat bagaimana aku mencoba mencerittakan.ini untukmu,teman.

          Sore itu aku rada terpaksa mengalahkan sisa kantukku untuk menyambut seruan adzan ashar dari masjid Abu Bakar gonilan itu. meski agak menunda-nunda waktu akupun dengan  malas menstater motorku pergi ke masjid, sore itu terik matahari seolah ingin memperlihatkan kegerangannya, panas sekali, membuat orang-orang malas keluar rumah, apalagi para mahasiswa modis yang doyan sekali menjaga penampilan. ujung cerita, aku sampai di masjid. di teras masjid itu terlihat pak tua yang menyandarkan tubuh peluhnya di dinding masjid, meletakkan topi kumal dan peluitnya, ya, dia adalah seorang tukang parkir teman, bukan seorang pengemis yang terkadang meminta dengan berbagai paksaan. kutahu itu dari seragam kuning  tukang parkir yang tak pernah lepas dari tubuh rentanya itu.

        Fikiranku meloncat jauh ke awang-awang teman, dia slalu hadir dalam shalat berjamaah di masjid, ketidak normalannya dalam berjalan bahkan renta tuanya tidak menjadi halangan untuknya berjalan sejauh ratusan meter demi mencari secercah cinta dan perhatian Tuhannya, sedangkan di luar masjid masih terdengar suara lalu lalang orang-orang yang lebih mementingkan perut dan obsesinya demi secuil kenikmatan yang sudah jelas semunya daripada menundukkan dirinya kepada Allah. bahkan warung dipinggir masjid masih begitu penuh sesak oleh para orang-orang yang mengaku muslim. dalam hatiku berkata, 'beruntung sekali kau pak tua, mungkin istanamu akan lebih besar istanaku di syurga nanti. kau lebih berharga dari orang-orang cantik dan tampan nan kasual yang masih bercanda ria di rumah makan bersama pacarnya itu. bahkan mungkin kau lebih berharga dari kami. karena perjuanganmu begitu besar kepada Allah.

         Lalu dengan teratih-tatih pak tua itu masuk ke barisan shaf pertama, meski tak sanggup merapatkan shaf, pak tua terlihat khusyuk sekali shalatnya, sayang sekali dia buru-buru pergi selesai shalat, padahal aku yakin jika dia mau bertahan sebentar saja untuk berdoa kepada Allah, pasti Allah akan malu untuk tidak menjawab doanya.

        Pak tua berseragam parkir yang sama sekali tak diperhatikan oleh dunia saat ini, bahkan tidak akan dilirik oleh orang-orang berdasi yang dulu pernah berjanji untuk memakmurkan rakyat.pak tua berjalan tertatih-tatih menyusuri jalan dengan lambat, namun mempunyai tekad yang kuat, yang dia fikirkan hanyalah tentang sesuap nasi, dan beribadah kepada Rabbi merekalah para mutiara hitam yang begitu berharga, merekalah orang yang benar-benar teruji keislamannya. mereka. orang-orang lemah nan  terdholimi namun masih tetap memegang teguh ikrarnya kepada sang Rabbi.. lalu bagaimana kita? semoga kita bisa mengambil hikmah dari semua ini

"sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk fisikmu, bukan puila pada hartamu, akan tetapi Dia melihat hati dan perbuatanmu.: (HR. Muslim)

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--