Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Monday, April 9, 2012

galauku-inspirasiku

     Pernahkah kamu merasa galau? pastinya semua orang pernah mengalami satu kondisi dimana otak dan hati melemah tidak terkendali karena satu peristiwa atau sebab yang sebelumnya dialaminya itu, apalagi untuk tipe-tipe introvertis seperti aku ini, sangat labil dan sensisif sekali dengan segala sesuatu yang terjadi.istilah galau baru-baru ini populer dengan banyaknya iklan-iklan dan acar-acar komedi bernuansa remaja di media elektronik. namun, yang menyulut pertanyaan dari ini semua adalah, apakah remaja selalu identik dengan galau?, dan apakah galau merupakan suatu keadaan yang mengerikan, memalukan, dan buruk?

      Mungkin kurang pas jika berpendapat bahwa galau ini berujung kepada hal yang negatif, karena sesuatu yang kita pandang negatif selamanya tidak akan menjadi positif, bukan berarti dengan alasan galau kita seenaknya bermalas-malasan, menangis seharian, atau bahkan mengamuk gak jelas. maka, mari kita sibak tirai kesemrawutan hasil globalisasi yang bernama galau ini dengan mengupas hal-hal dibalik kegalauan yang berpotensi positif dan membangun.

1. dengan 'galau' kita bisa lebih dekat dengan Allah. betapa kita sangat menyadari bahwa kita adalah manusia biasa, makhluk yang lemah di hadapan Allah,dengan berbagai permasalahan yang pelik itu memaksa kita untuk mengingat Allah setelah sekian lama terlupakan hiruk pikuk dunia kita, obsesi kita, kesibukan aktifitas kita, yang berujung pada sujud panjang dan tangisan malam dengan segala doa yang terhaturkan disela-sela bibir nan basah oleh air mata. kemudian sedikit merefleksi diri dalam jamuan singkat antara kita dengan Allah, yang akhirnya mengembalikan kita pada jalan yang lurus, menjadi insan yang lebih kuat dan dekat dengan Tuhannya. mungkin ada dari kita yang begitu terlena dengan segala kenikmatan hidup hingga butuh shock therapy untuk sedikit membuka mata tentang bagaimana keadaan kita sekarang, dan bagaimana hubungan kita dengan Allah. permasalahan dan musibah adalah harga yang  pas untuk mengembalikan kita pada jalan yang benar. karena dengan masalah dan musibah, kita merasa sangat lemah dan butuh pegangan. semuanya bisa sangat bermanfaat, sebelum terlambat. dan sebaik-baik penyesalan adalah ketika masih ada kesempatan untuk berbuat. menjadi pribadi muslim yang kuat dan hebat

2. galau mempererat persahabatan. mungkin bagi cewek, setengah dari penyelesaian sebuah masalah adalah dengan menceritakan masalah tadi kepada teman-teman dekatnya, bukan untuk sebuah alternatif solusi, namun lebih kepada meminta perhatian dan dukungan dari teman-teman cewek lainnya, sedangkan meskipun cowok lebih tertutup dan memilih untuk action sendiri dalam menghadapi sebuah masalah, dalam pertemanan, cowok lebih sering memberian masukan-masukan yang membangun kepada teman yang lain tanpa harus tanya tentang masalahnya, karena itu suatu yang imposible, semua itu menandakan bahwa kita manusia sosial yang saling membutuhkan dengan yang lainnya. adanya pertemanan membuat kita slalui berusaha untuk menjadi seorang yang terbaik untuk teman kita,bukankah kita senang jika bisa membantu teman kita, bahkan membantunya dalam mengatasi permasalahan yang ada, nah, sifat-sifat itu perlahan akan membangun kepribadian kita.

3. galau sebagai refleksi diri, tentang pertahanan jiwa ini. dengan galau kita sadar bagaimana ketahanan kita terhadapa keadaan dan situasi yang menimpa kita, dari situ kita akan sadar bagaimana keadaan kita, lalu berusaha tampil menjadi personal yang mengagumkan. dengan seringnya kita dibuat menderita karena kegalauan itu, kita akan lebih antisipasif dan responsif terhadap segala hal yang akan memicu kegalauan ini. kita lebih tenang dalam menghadapi situasi yang kurang enak, kita jadi lebih berfikir kedepan untuk tidak hanya memikirkan diri kita, namun juga orang lain. percayalah, kegalauan terjadi karena kita hanya berkutat pada diri kita sendiri, egois, kita hanya memikirkan diri kita sendiri.menjadi pribadi yang  terbuka dan saling berbagi, itu sangat mengagumkan. kejenuhan-kejenuhan itu akan menghilang, fikiran-fikiran sempit itu akan terbuka lebar, sehingga masalah akan lebih mudah dihadapi. dan lebih dari itu, slalu ada keinginan untuk berbagi dan menjadi pribadi yang bermanfaat.

         Sejatinya galau bukanlah suatu musibah atau petaka bagi kita, karena galau hanyalah sebuah sentilan Allah untuk kita merefleksi dan mengevaluasi diri kita, lagi..dan lagi..karena tidak ada yang lebih mengasyikkan dari dunia  ini selain sebagai sebuah pembelajaran. itulah dlam Islam kita harus menyelaraskan antara ilmu dengan amal, karena sebuah pemikiran belum bisa teruji sebelumm ditindakkan, dan tindakan butuh tuntunan dari pemikiran. keduanya saling berusaha untuk menjadi yang terbaik, itulah Islam yang seasungguhnya. pondasi utuh kehidupan, mungkin jika ada kata mutiara yang menyebutkan bahwa kehidupan itu seperti sebuah pohon, semakin terkena badai semakin kuat, namun ada yang terlupakan dari kalimat itu, bahwa pohon slalu tahan terpaan karena mempunyai akar yang menancap kuat, itulah iman dalam kehidupan. semoga bermanfaat ^^

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--