Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tuesday, April 10, 2012

di gelap purnama kuterjebak

      Di sisi gelap purnama aku tersungkur, melirik nuansa malam nan pekat, aku terdiam, mebiarkan rambut tipisku tergerai beterpa angin hujan. lembut, gemericik embun mulai menampakkan pesonanya, bermain dibwah kilauan cahaya. aku takjub, tubuhku beranjak bangkit hendak mengikuti gerak langkah penghuni malam penuh kedamaian itu. dan perlahan suasana hangat mengalir di pojok-pojok bumi, bumi menangis sesengukan, .lukanya menganga begitu terhampar jelas nan busuk. bumi rapuh termakan usia, bukan, dia termakan ketamakan manusia, rapuh melapuk dan membuncah meneriakkan kepedihan,  kerinduannya untuk berkumpul di langit luas dengan para bintang dan meteor lenyap oleh takdirnya. apa daya, tangan tak sanggup menggapai, dan lukanya semakin membusuk..

      Sedang di sudut ketamakan yang lain, sebaris semut merah diam-diam melangkahkan kaki kecilnya menuju ke setiap meja makan yang penuh hidangan, namun siapa sangka hidangan yang penuh kelezatan itu mengeluarkan bau busuk juga hawa yang eneg buat sang semut merah. makanan-makanan hasil korupsi itu..... biadap, sang semutpun tak rela tubuhnya dipenuhi makanan haram meski bukan dari perbuatannya, sedangkan manusia rela bersujud dan bersumpah menghamba hanya untuk mendapatkan sepertiga, atau seperempat nya, bahkan sampai menjilat dan melempar kedustaan.

       Sang alam menangis lirih, dzikirnya tak mampu lagi menutupi dosa manusia sejagat. dosa-dosa atas pekimpoian mereka dengan harta dan kekuasaan. dosa yang darinya melahirkan kebuncahan-kebuncahan kehancuran dan tawa-tawa penindasan.  mereka tak pernah sadar akan berhadapan dengan siapa nantinya. mereka lupa bahwa setelah kegelapan akan ada warna merah menyala dan menjilat-jilat. namun istri cantik membuatnya lupa, anak-anak cerdas membuatnya lupa, dan selingkuhannya membuatnya lupa. sampai gundukan itu benar-benar tlah menutupi obsesi dunianya.

        Dan yang lebih mengerikan lagi,orang-orang berpeci menaiki mimbar-mimbar kedudukan di sisi penguasa, berkhutbah layaknya seorang ulama namun kata-katanya adalah hasil penjualan imannya, menggiring ummat pada 'kebaikan' ala materialisme yang tak pernah diajarkan oleh Allah dan RasulNya. menyalahkan dan memojokkan orang-orang 'asing' yang memegang kuat kitab Nya, menegakkan bendera fanatisme, dan mencuci otak umat dengan taklid yang menyesatkan. penghuni kolong langit menangis, Rasulnya tersakiti... dzikir alam berubah menjadi laknat dan doa kehancuran, manusia tak kenal lelah, manusia tak mau mengalah, namun sayang, menusia terlalu rapuh untuk melawan syetan-syetan yang ada pada dirinya..

           Dan malam ini, biarlah aku menikmati kegelapanku di bawah naungan rembulan, dengan sepoi-sepoi rambutku tersibak angin yang menari-nari di tengah kesunyian. mengasing dan mencoba mendekatkan diri kpada Sang Pemilik Masa,.jiwa rapuh nan tersudutkan ini slalu berdoa, jagalah kami dari syetan jin dan manusia, bawalah kami kepada kebenaran meskipun menyakitkan, tuntunlah kami pada kampung halaman yang megah nan indah, meskipun tubuh kami tersayat-sayat, meskipun manusia bumi tak pernah puas menghina-hina kami. ya Allah Rabb kami, biarkan kesedihan penderitaan ini menjadi saksi atas ketidak relaan kami, akan ajarnMu yang slalu dicaci maki. cukuplah dengandoa dan air mata, kami berlepas diri dari durjana dunia. semoga terjauhkan dari api neraka, api yg akan menghancurkan hizbi-hizbi berhala nantinya, amien....

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--