Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tuesday, February 7, 2012

dalam cengkeraman globalisasi

       Dewasa ini globalisasi semakin berhasil mengantarkan masyarakat dunia menuju peradaban yang modern, meninggalkan berbagai macam sekat keterbatasan dan kesulitan, teknologi begitu canggihnya hingga semuanya dapat dilakukan dan didapatkan hanya dengan satu sentuhan atau ucapan. fine, mungkin inilah wujud dari progresifitas perkembangan tingkat pemikiran manusia dalam abad 21 yang biasa disebut abad millenium ini.

      Namun sadar atau tidak perkembangan teknologi yang muncul secara pesat ini pasti mempunyai sisi kelemahan atau destroying side bagi kalangan tertentu, bagi orang-orang yang tidak tanggap dengan teknolog misalnya, dia akan tersisihkan dalam persaingan pekerjaan karena begitu susahnya dia beradaptasi dengan lingkungan modern, seperti yang biasanya dirasakan oleh orang-orang desa yang masih sulit mendapatkan akses untuk itu. dalam ranah sosial, kecanggihan teknologi malah berdampak buruk dalam masalah-masalah sosial, merebaknya sikap apatis dan autis mencoleng warna kehidupan orang-orang timur yang terkenal dengan keramah tamahannya, mungkin orang-orang dahulu yang sangat merasakan perbedaan itu, karena mereka berada pada masa-masa transisi perkembangan teknologi dan peradaban dunia, mereka pernah mengenyam kehidupan pra modern hingga kehidupan modern seperti ini, handphone, internet, mesin pabrik, mungkin disatu sisi itu sangat menunjang taraf kehidupan mereka, namun dengan adanya itu semua mereka merasakan malah semakin tinggi tingkat kejengahan dan keegoisan masyarakat, proses interaksi langsung semakin menurun dengan adanya teknologi yang menurut mereka dapat mewakili kegiatan komunikasi seperti biasanya, namun dari situ juga sikap empati dan simpati mereeka perlahan pudar karena tidak adanya komunikasi langsung. semuanya bersifat virtual.

    Mungkin anda-anda orang jawa, ketika kecil, anda pernah merasakan makanan khas tradisional yang biasanya di jual di pasar-pasar setiap paginya, ada gethuk, lindri, klepon, arem-arem, dan lain-lain, dan sekarang masakan itu sudah hampir tidak ada dan memunah, tergantikan oleh makanan-makanan fastfood atau junkfood yang tersedia di outlet-outlet makanan di pinggir jalan, jika anda mempunyai adek kecil, atau anak kecil, makanan apa yang pertama kali diminta ketika jalan keluar? yup, pasti makanan-makanan cepat saji itu, fenomena seperti ini mungkin tidak begitu berpengaruh bagi anda yang merasa itu semua bagian dari perkembangan teknologi, namun pernahkah kita sesekali membaca ingredients atau bahan-bahan untuk membuat itu, pasti anda tercengang karena hampir semua bahan-bahan pokoknya adalah hasil olahan kimia, bahkan rasanya saja dari bumbu penyedap berbahan kimia. jika setiap hari makanan seperti itu yang masuk ke tubuh kita dan keluarga kita, bisa kita bayangkan penyakit apa saja yang akan bertamu di tubuh anda dan keluarga anda itu. mengerikan sekali.

         Tidak semua yang mudah itu memudahkan, terkadang kita lupa bahwa ada sisi-sisi tertentu yang tidak boleh kita lupakan dalam perhitungan, dan semuanya merupakan proses yang harus kita jalani secara teratur dan berurutan, tidak dengan memotong jalan agar cepat sampai pada yang kita inginkan, aku menyebutnya itu bagian dari hukum sebab-akibat, bagi ibu-ibu rumah tangga, mungkin play station atau game online dapat memudahkan mereka untuk mengawasi gerak-gerik anaknya di rumah, namun di sisi lain itu akan mematikan proses berfikir dan berkembang secara natural, maka sekarang tidak sedikit kita dapati orang-orang yang bergelar doktor tapi tidak tahu bagaimana cara memperbaiki motor yang rusak, tidak tahu bagaimana cara berinteraksi yang baik dengan tetangganya, dan semuanya merasa sudah terwakili dengan keberadaan 'uang', sekarang yang menjadi pertanyaan penting adalah adakah perbedaan antara globalisasi dengan westernisasi?

        Jika kita sudi untuk merenungi dan memahami keadaan seperti ini, mungkin kita sadar bahwa perlahan kita dituntun untuk mengikuti pola barat, baik itu pemikiran, maupun kelakuan, bahkan nilai-nilai spiritual yang menyangkut ideologi fundamen dari diri seseorang seolah-olah dipaksakan untuk ditanggalkan dan menggantinya dengan ideologi barat. demokrasi, kapitalisme, sekulerisme, dan isme-isme yang bersumber dari filsafat semu dicokolkan kesetiap kepala manusia lewat opini dan isu-isu dunia agar sewarna dengan barat.

      Keadaan yang ditawarkan oleh barat pada dunia adalah keadaan individualistik dengan penghormatan penuh akan Hak Asasi manusia sehingga menyebabkan keadaan sosial kapitalis yang penuh diskriminasi, hukum dibuat serenggang mungkin dengan tingkat keadilan yang sangat dipertanyakan karena terpengaruh dengan relativisme, namun sayang sekali keadaan liberalitas yang ditawarkan ini tidak benar-benar mengandung pesan kebebasan sebagaimana yang dipropagandakan selama ini, karena Barat tak segan untuk memaksa negara-negara dunia merubah tatanan hidup mereka dan mengadopsi sistem mereka, sekalipun itu menyangkut keyakinan. seperti di Indonesia, isu-isu terorisme meledak dengan segala keresahan masyarakat akan tindak-tanduk densus 88 dalam 'mengadili' orang-orang yang terduga radikalis dan separatis, menembak mati ditempat tanpa melalui proses peradilan sebagaimana yang ditetapkan, isu-isu deradikalisasi mencuat sesaat setelah masyarakat mulai jengah dengan paham islam liberal yang dibawa oleh para intelektual 'muslim' yang dijadikan anak didik amerika untuk menyebarkan paham baru yang sangat bertolak belakang dengan keyakinan umat islam ini. maka hal itu tak ubahnya menjadikan Barat sebagai Srigala berbulu Domba.

      Cengkeraman-cengkeraman Barat kepada dunia ini menteror karakter asli yang ada disetiap tempat, menjadikan generasi muda seakan kehilangan jati diri untuk mengetahui siapa dia dan apa yang dia perjuangkan, yang ada hanyalah cekokan hipokritas dan hedonitas belaka lewat food dan fashion. maka seharusnya kita benar-benar menyaring hegemoni barat melalui globalisasi ini dengan masih memegang kuat karakter kita sebagai bangsa Timur, sebagai ummat Islam. yang sejalan kita ambil dan manfaatkan, yang bertolak belakang kita buang dan singkirkan. agar dimanapun dunia akan selalu mengenal, siapa sebenarnya kita...

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--