Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Thursday, January 5, 2012

coretan lama tlah kubuang..

aku masih ingat dulu waktu kecil aku suka main di pemakaman cina menikmati semak belukar dan bermain menemani temanku yang sedang menggembala kambingnya, suatu saat ketika hari jum'at, aku melihat salah seorang dari warga dekat situ yang pergi masuk ke salah satu makam yang tertutup rapat (kata orang dulu makam cina ini pemiliknya adalah seorang muslim, dan barusan kutahu bahwa makam yang tertutup itu adalah makam seorang muslim pemilik kuburan cina tersebut), orang itu membawa ayam goreng dengan sebakul nasi putih.setelah di do'a-doa'i makanan tersebut dikerumuni warga untuk diambil 'barokahnya', dibagikan satu-persatu dengan bungkus daun pisang, beruntung waktu itu aku tidak ikut mengambil dan memakannya.


begitu juga tradisi-tradisi lama yang tetap dijaga dan dipertahankan oleh masyarakat sekitarku sebagai bagian dari kebudayaan agama. mereka adalah kalangan tradisional yang menganggap bahwa Allah menerima segala amalan yang dilakukan hambanya dan shalawat saja kepada Rasulullah sudah cukup menghantarkannya ke syurga dengan tambahan doa-doa yang dititipkan kepada orang sholeh atau wali yang telah meninggal. mereka menganggap bahwa ruh orang sholeh dapat menghantarkan doanya agar lebih terijabahi.disamping perilaku-perilaku bid'ah yang menjerumuskan kepada kesyirikan lain.

bapakku adalah seorang yang relijius, seorang guru agama yang paham dengan hal-hal bid'ah seperti itu, dengan ruang lingkup lingkungan yang  penuh dengan budaya tradisi seperti itu, keluargaku yang termasuk di kompromikan atas keyakinan yang berbeda dengan masyarakat lainnya, mungkin karena bapakku adalah salah satu tokoh yang berpengaruh di desa. sedangkan di daerah lain, terkadang kutemui cerita-cerita menyeramkan tentang perbedaan paham yang berujung pada disintegritas masyarakat, bahkan ada yang tidak mau takziah kepada orang-orang yang berkeyakinan seperti aku, namun sekarang ini konflik-konflik seperti itu semakin terbias oleh perkembangan pemikiran masyarakat yang mulai terbiasa dengan perbedaan yang ada, meskipun kepercayaan itu masih ada hingga sekarang.

beruntung bapakku mendidikku dengan didikan agama yang benar, bahkan aku pernah mengenyam pendidikan di pesantren, meskipun kala itu aku mempelajari kitab-kitab dan ilmu-ilmu agama sebatas kognitifitas belaka, hanya sekedar memenuhi tuntutan kurikulum, namun pada akhirnya sedikit demi sedikit ilmu-ilmu tadi teraplikasikan dengan baik setelah terjun di masyarakat langsung dan mengetahui kondisi keislaman yang ada.

dan di solo, hijrahku untuk pertama kali dalam nuansa intelektual meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi, mengembangkan pemikiran dan daya tangkapku akan realita di masyarakat jika dilihat dari perspektif syariat. kalo kudus di sebut kota santri karena banyaknya pondok pesantren dan kota demak disebut kota wali karena disitulah pertama kali didirikan kerajaan islam atas jasa para wali, maka aku menyebut kota solo ini sebagai kota syariat. karena kota inilah satu-satunya kota yang memiliki nuansa keislaman dan penegakan syariat paling pekat di Indonesia. aku sangat bersyukur ditakdirkan Allah untuk mengenal dan merasakan kehangatan keislaman yang sesungguhnya disini, hampir setiap malam tedapat kajian-kajian keislaman yang ustadnya benar-benar jujur dalam menyampaikan ajaran dengan rujukan yang jelas. dari sini pula aku menemukan gambaran yang jelas tentang bagaimana kehidupan ahlus sunnah wal jamaah.

bisa dikatakan sangat rugi jika seseorang pernah berada di solo namun tidak bisa berubah menjadi seorang muslim yang baik. beberapa teman yang kukenal juga dulunya ternyata seorang tradisional fanatik, dan bisa berubah setelah mengikuti kajian-kajian di solo ini tanpa terjerumus dalam pengkotakan golongan atau aliran, ''islam ya islam..tidak ada didalam islam istilah islam liberal, islam radikal atau islam dengan tambahan lainnya, itu bukanlah islam, sebagaimana kata 'orang' tidak bisa disama artikan dengan kata 'orang' dengan tambahan 'utan' atau orang utan,'' kata salah seorang ustad dalam suatu kajian keislaman yang kuikuti.

dalam suatu forum keislaman juga pernah ditanyakan  bagaimana mensikapi kelompok-kelompok keislaman yang mengajak untuk masuk ke sana dalam rangka meningkatkan keilmuwan dan keislaman??? sang ustad menjawab,''pelajarilah islam yang benar dulu, baru kamu menilai kelompok tadi, benar gak untuk dimasuki''

aku menyadari bahwa dunia ini sudah semakin menua, diskriminasi sosial yang menyangkut keagamaan sudah sering terjadi, konflik pasif maupun aktif yang melibatkan keyakinan menjadi sarapan sehari-hari, aqidah mudah tergoyahkan dan terkoyakkan jika tidak dijaga dengan benar-benar, apalagi media yang condong mendiskriditkan ummat islam, semuanya bak macan kelaparan yang siap menerkan ketauhidan dalam diri seorang muslim. namun bagaimanapun, dengan segala perjalanan hidupku yang tlah terlampaui sampai sekarang ini, aku merasa benar-benar tlah dituntun Allah ke jalan yang benar, mungkin itu merupakan efek dari keshalihan kedua orang tuaku, meskipun terkadang konflik dan dosa yang tak sanggup terhindarkan, namun bagaimanapun jua, aku mendapati suatu tetesan kebahagiaan nurani dengan semua ini, bagaimana aku mengenal kebenaran di tempat yang benar dan dengan proses yang sangat menarik, sebuah coretan biografi setengah perjalanan yang begitu menakjubkan. itulah percikan tinta petunjuk Allah yang tersimpul dalam arus masa yang sangat cepat. Allahu Akbar.

begitulah coretan lamaku sampai sekarang ini, mungkin masih setengah buku lagi atau bahkan kurang dari itu coretan baru yang akan kupenuhi. itu masih misteri,. aku hanya berharap, ketika bab kedua dari setengah tulisan hidupku kulanjutkan saat aku berkeluarga nanti, aku mampu melanjutkan tulisan kehidupan ini dengan tinta keimanan dan ketaqwaan seperti apa yang tlah dilakukan bapakku pada keluarga ini, bahkan semoga lebih baik lagi. untuk istri dan keturunanku nanti, semoga aku mampu mengukir mereka dengan pahatan syurga yang lembut dan penuh keindahan, meskipun nantinya akan banyak orang yang akan menghina, mencela bahkan memusuhi, seperti kehidupanku dulu, namun itu hanyalah sebuah resiko. untuk hamba-hamba yang memegang teguh janji pada Rabbnya.

Rabbana Hablana min Azwajina wadzurriyatina qurrata a'yun, waj'alna lilmuttaqiena imama....

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--