Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, December 24, 2011

nikmat itu adalah sehat

hidup ini adalah ladang ujian, aku selalu melihat kata-kata itu dengan satu kata yang tak pernah jauh darinya, pembelajaran. ya, dengan pembelajaran kita akan menikmati segala macam ujian dan cobaan dengan penuh esensi. kita menjadi semakin berbobot dan matang dalam memandang dan mensikapi hidup ini.

dua hal yang menjadi titik tolak kebahagian manusia di dunia ini adalah kesehatan dan kekayaan, ya, tanpa keduanya kita kita tidak bisa mencapai titik kepuasan hidup ini, meskipun tidak selamanya benar, namun memang dua hal tadi sangat penting di hidup ini.
sehat, ya..aku sama sekali tidak menyangka kalau aku terkena radang usus pencernaan, buah dari ketiadaan perhatianku pada pola makan yang sama sekali tidak sehat, yang menyebabkan aku harus memberanikan diri bertandang ke rumah sakit dan terpaksa harus menjauhi dua hal yang sangat sulit kuhindari. sambal dan buah-buahan asem.

pagi itu aku rasa tidak ada hal-hal yang aneh dari diriku. subuhnya aku bangun tidur dan pergi kebelakang untuk menuntaskan hajat agar shalatnya gak terganggu (rutinitas harian), namun tiba-tiba aku merasa sulit buang air besar, mau gak mau aku harus lebih menggunakan tekanan lebih. setelah selesai aku mandi kemudian shalat subuh di kamar. selesai shalat subuh tiba-tiba perut kanan bawahku dan saluran kencingku sakit sekali. karena aku tipe orang yang gak begitu peduli dengan kesehatan, aku buat tiduran saja berharap bangun tidur nanti rasa sakitnya hilang. namun tidak dinyana,rasa sakit ini malah semakin menjadi-jadi sampai aku merintih kesakitan di kamar, tubuhku memanas seperti terkena demam dan keluar keringat dingin. tiba-tiba perutku mulas seperti ingin BAB, namun ketika aku ke kamar mandi, bukannya tidak ingin keluar namun tidak bisa keluar, katubnya menutup sedangkan perutku tidak bisa kontraksi karena perut bawah masih perih. sekembalinya dari kamar mandi, baru beberapa saat di kamar tidur, sudah lari lagi seperti orang diare, namun tidak bisa keluar jua, malahan aku seperti masuk angin, muntah-muntah sampai terbatuk-batuk karena gak ada yang bisa dimuntahin lagi, lengkap banget sakitku ini.dari ba'da subuh sampai sekitar jam setengah sembilanan kerjaanku hanya bolak-balik dari kamar tidur ke kamar mandi, perut kanan bawah perih, mual, sebah, dan ingin muntah-muntah, dibuat rebahanpun rasa sakitnya tidak kunjung mereda, aku meringis-meringis tak kuat menahan sakit, terkadang aku lama di kamar mandi hanya sekedar menekuk tubuhku sedikit dan bertumpu pada bak mandi untuk menahan posisi ketika rasa sakitnya agak berkurang dengan posisi tersebut.

tubuhku melemas dan aku mencoba minum air putih untuk mengurangi dehidrasi, namun langsung muntah. aku minta kurma milik ponakanku dan obat herbal milik teman, namun itu tidak berfek apa-apa, hasilnya negatif, tetap saja muntah dan mual, dengan perut perih. aku berguling-guling menahan sakit sambil mengucapkan istighfar dan menyebut-nyebut nama Allah, aku merasa pantas menerima ujian ini karena aku banyak dosa, aku banyak lalai dari tanggung jawab dan amanah. mungkin seperti ini sakitnya orang melahirkan, aku jadi ingat ibu,oh.fikiranku mendadak tidak karuan. mulai mengigau..

setelah berbagai pertimbangan karena aku merasa sakit ini bukan sakit sembarangan, aku minta tolong bang singgih, temen kosku untuk mengantarku ke rumah sakit yarsis solo, hati itu adalah pertama kali selama hampir 4 tahun disolo, aku menginjakkan kakiku di yarsis dalam rangka periksa kesehatan. sebelumnya beberapa teman mencoba memberi saran untuk periksa di dokter biasa atau MMC (Muhammadiyah Medical Center) yang gratis karena aku masih menjadi mahasiswa di ums, namun aku memutuskan ke yarsis karena sakitku ini harus ditangani serius.

sesampainya di rumah sakit islam yarsis aku registrasi dan masuk ruang untuk diperiksa. aku memilih dokter umum saja, karena aku hanya ingin tahu sakit apa sebenarnya aku ini, juga karena pertimbangan finansial. kalau memang serius baru aku pindah ke dokter spesialis. setelah di cek dan konsultasi Tri Wigati, salah satu dokter umum yang piket kala itu, aku didiagnosis terkena gangguan pencernaan. aku baru ingat malamnya aku makan soto lamongan dengan banyak sambal dan tengah malamnya aku membuat mie instan pedas. setelah dikasih resep dan menebus obat, aku kembali ke kos dengan catatan kalau obatnya habis dan masih merasakan sakit, aku harus kembali ke rumah sakit untuk menjalani USG, karena kemungkinan aku terkena usus buntu, kalau sudah begitu aku harus menjalani operasi, ya Rabb..haruskah aku operasi untuk kedua kali setelah sebelumnya operasi amandel saat kecil dulu.

sudah hampir seminggu aku menjalani rawat jalan di rumah, dengan terpaksa aku harus ijin dari dua acara besar organisasiku, laporan pertanggung jawaban dan musyawarah besar LDK, acara-acara kampus lainnya. aku benar-benar minta maaf kepada ukhti ana, sekretaris departemen yang mendampingiku yang banyak aku repotkan karena masalah ini.semoga beliau mafhum. aku harus tinggal dirumah dengan godaan tidak boleh makan sambal dan yang asem-asem. padahal saat itu orang-orang rumah pada beli buah-buahan yang seger-seger. dengan sakit ini Allah memberitahuku untuk mulai memperhatikan pola makan.

itulah sehat sumber kenikmatan yang kudu dijaga sebagai konsekuensi kita atas tubuh yang tlah diamanahkan Allah untuk kita jaga. kenikmatan yang tak ternilai dengan apapun di dunia ini, kenikmatan yang menggugurkan strata sosial, dimana orang yang hidup kekurangan namun sehat lebih berarti daripada hidup penuh kemewahan namun sakit, karena tanpa kesehatan kita tidak akan menikmati hidup ini dengan kenikmatan yang sebenarnya, itulah mengapa orang rela menghabiskan puluhan juta hanya untuk mendapatkan satu kata itu. sehat.

jadilah insan beriman yang slalu bersabar dan bersyukur, sabarnya menghalanginya untuk bersikap tidak sehat, dan syukurnya mengarahkan psikisnya untuk selalu menerima apa yang dikaruniakan Allah di dunia. selamat berhidup sehat. (^,^)d

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--