Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, December 25, 2011

keruntuhan ummat

Bismillahirrahmanir rahiim…

“Aku diperintahkan untuk membacakan Al-Qur’an kepada semua manusia: “Siapa saja yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya, berarti dia telah mengusahan kebaikan bagi dirinya sendiri. Dan siapa saja yang menolak Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, maka katakanlah kepada mereka, “Aku diutus hanya untuk menyampaikan peringatan Allah kepada kalian.” (Qs. An-Naml, 27:92).

       Bulan Desember adalah bulan ujung tahun yang mempunyai dua peringatan besar dalam penanggalanl masehi, yaitu acara Natal, dan Tahun Baru. Namun entah mengapa 2 perayaan tersebut selalu disatukan dalam peringatannya, padahal jelas-jelas natal berbeda dengan tahun baru. perbedaan lainnya adalah hampir semua manusia (yang ikut2an) merayakan tahun baru namun tidak semua manusia merayakan natal, meskipun kalau ditilik dari sejarah kesemuanya itu berasal dari budaya nasrani (betapa bodohnya ummat ini merayakan tahun baru).
bagaimana tidak, hampir seluruh media nasional baik cetak maupun elektronik ramai sekali menyambut kedatangan keduanya. Para penyiar radio, pernyiar televisi, para pejabat, dan ummat islam lainnya sudah sangat fasih sekali mengatakan ‘merry Christmas and happy new year’. yang menjadi permasalahan adalah posisi umat islam disini seperti yang terlemahkan dan tak berdaya secara aqidah, meskipun secara dzahir mereka ikut bersenang-senang merayakan. namun bagi orang yang paham betul akan syariat islam, kejadian tersebut membuat merinding dan mengecutkan hati, apalagi dibeberapa daerah para karyawan dan karyawati diwajibkan memakai baju sinterclass ketika bekerja. apa itu bukan pemurtadan secara terang-terangan namanya..??? 

Abu Sa’id Al-Khudri ra. berkata, bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu akan mengikuti mereka.” Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nasrani yang kau maksudkan?” Nabi s.a.w. menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka”;- (Riwayat Muslim).

hebatnya ummat islam cenderung datar melihat kondisi islam yang seperti ini, gampang digiring kepada opini-opini yang menyudutkan kelompok islam yang ingin menyebarkan syariat islam. benar2 umat yang bermental tempe, yang penting bisa makan dan hidup serba kecukupan, titik.  


apakah seperti ini islam yang sebenarnya??BUKAN, ummat islam begini karena jauh dari Alqur'an...ummat islam yang tidak paham dengan ajarannya sendiri. menyedihkan. naudzubillah tsumma nau'dzubillah...
  
dari Tsauban r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda; “Hampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa dan seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka”. Maka salah seorang sahabat bertanya “Apakah dari kerana kami sedikit pada hari itu?” Nabi s.a.w. menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa takut terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahn’.”
Seorang sahabat bertanya, “Apakah wahan itu hai Rasulullah?” Nabi kita menjawab, “Cinta pada dunia dan takut pada mati”;- (Riwayat Abu Daud )
Beginilah keadaaan ummat islam sekarang ini, ummat yang mengaku islam namun malu menampakkan keislamannya, ummat yang mengaku ummat Muhammad saw namun sedikitpun tidak meneladani beliau. Sehingga menjadi mundur dan tak berdaya diatas dunia ini. Aqidah hanya sekedar dijadikan konsep tanpa implikasi, sehingga tidak merasa dituntut waktu, harta, dan segala apa yang ada dalam dirinya untuk islam. Pas sekali dengan keadaan yang digambarkan Rasulullah Muhammad saw 1500 tahun yang lalu.

Berikut ini adalah beberapa karakter ummat Islam sekarang ini:

1.   1.   Jauh dari ajaran islam dan malu memperlihatkan keislamannya.

“Kelak di akhir zaman agama dan keduniaan mereka dinilai berdasarkan berapa uang dirham dan dinar yang mereka miliki.” (ath-Thabrani)

banyak sekali anak-anak islam dididik dengan didikan barat dan dijauhkan dari pendidikan islam. Merasa bangga kalau anaknya menjadi seorang sarjana, manajer, atau dokter meskipun jarang shalat, meskipun terlibat pergaulan bebas. Indonesia dengan penduduk yang mayoritas beragama islam, terbesar di dunia, namun sedikit sekali lembaga-lembaga pendidikan yang melibatkan bahasa arab dalam kurikulum pendidikan, padahal disana banyak sekali diajarkan bahasa-bahasa asing, apakah bahasa arab dinafikan dengan dalih menyesuaikan diri dengan keadaan global?? Bukankah itu malah bentuk penyesuaian diri terhadap syetan, karena meninggalkan bahasa arab yang notabene adalah bahasa alqur’an, bahasa petunjuk ummat muslim di dunia ini. 

2.      2. Bangga dan berdekat-dekat dengan orang kafir dan penguasa.   


A   abdullah bin Abbas r.a berkata bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya akan terdapat (akan ada) orang-orang dari umatku yang pandai (amat faham dan ahli) tentang urusan agama dan membaca Al-Quran, mereka berkata:“Kami datang kepada para Raja (pemimpin), biar kami memperolehi keduniaan mereka dan kami tidak akan mencampurkan mereka dengan agama kami.” Tidak terjadi hal yang demikian itu, seperti (umpamanya) tidak akan dapat dipungut dari pohon yang berduri melainkan duri. Demikian pula, tidak akan dapat diambil manfaat dari mendekatkan diri kepada mereka itu melainkan beberapa kesalahan belaka;- (Riwayat Ibnu Majah).

Bisa kita lihat betapa para mahasiswa dan aktifis kampus lebih bangga menyebut para tokoh-tokoh barat yang jelas-jelas kafir dan rusak pemikirannya daripada tokoh-tokoh islam. Sebutlah che gue farra, aristoteles, Socrates, dll, lebih bangga dengan ideology-idelogi sesat seperti sosialis, komunis, kapitalis,materialis daripada ideology islam yang berbasis alqur’an dan assunnah.  Padahal yang mengajarkan bangsa barat adalah orang-orang islam, yang dekat dengan al qur’an. Siapa itu ibnu rusyd, ibnu sina, al farabi. Mereka adalah orang-orang islam yang melandaskan pemikirannya hanya dari alqur’an dan assunnah, sehingga pandai membongkar filsafat-filsafat di dunia ini. Akal mereka besar karena dibesarkan oleh Islam dan Al qur’an, mereka bukanlah manusia yang kerdil yang meninggalkan alqur’an. Sedangkan sekarang ini kita paham dengan alqur’an saja tidak, bagaimana mau bangga.??

3.      3. Hanya sensitive jika sisa-sisa agamanya diganggu.
U   umat islam sekarang ini lebih marah ketika melihat sisa-sisa kebudayaan islam dirubuhkan dan dihanguskan namun tidak marah ketika hukum islam yang pernah tegak dihancurkan oleh orang-orang sekuler, marah jika melihat alqur’an di hina oleh oran-orang kafir namun santai-santai saja jika penafsiran alqur’an diselewengkan.

       dari Abdullah bin Amr bin ‘ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda;- “Bahawasanya Allah s.w.t. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah s.w.t. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain.” ;- (Riwayat Muslim)

4.      4. Menunggu, tidak berani memulai.

ummat islam seringkali kecolongan mengantisipasi keadaan ummat, sehingga mudah sekali diadu domba terkena berbagai diskriminasi bahkan penghinaan secara tak langsung dari orang-orang kafir, sebagai contoh berbagai kegiatan kristenisasi dan radikalisasi, banyak sekali ummat  yang terkena hasutan dan tipu daya barat dalam berbagai opini yang dilayangkan kepada beberapa kelompok islam, seharusnya ummat islam sudah siap menggempur berbagai serangan opini, pemikiran, bahkan fisik dengan mengikuti pembinaan, kajian, dan pendalaman ilmu-ilmu agama, juga dakwah amar ma’ruf nahi mungkar secara aktif dan kontinuitas.


5.   5.    Hanya sensitive jika komunitas muslim di ganggu, tapi cuek jika terlibat dalam hukum dan budaya orang-orang kafir.

Inilah salah satu kesalahan terbesar ummat islam sekarang ini, melihat islam secara substansial, kelemahan yang disebabkan dari dalam ini berujung pada penggempuran secara perlahan lewat cara-cara halus dan tidak kelihatan, terbukti ummat islam sangat getol dan semangat ketika berperang mengangkat senjata ketika merasa ada musuh hendak menyerang, namun santai-santai saja ketika ummat digembur dengan serangan halus, lihat saja banyak sekali ummat islam yang tidak sanggup membedakan islam dengan sekulerisme, islam dengan demokrasi, dan islam dengan ideology-ideologi non syar’ie lainnya, sehingga ketika mereka telah masuk kedalam jebakan kekufuran pemikiran dan ideology, dengan mudah ummat islam dilemahkan, karena ummat islam  sendiri yang menolak penegakan syariat islam dan merasa cocok dengan system sekuler yang perlahan meranggas aqidahnya tersebut, lihatlah kejadian-kejadian dari awal kekhilafahan Turki utsmani runtuh sampai sekarang, orang-orang barat tidak perlu mengangkat senjata untuk melemahkan islam, cukup dengan sekulerisme. Ummat islam menjadi terlena oleh kebodohannya sendiri.

6.     6.  Sensitive dengan madzhab/harakah/ kelompoknya, namun tenang saja jika ummat muslim diganggu.

       Daripada Abu Hurairah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Umatku (Islam) nanti akan ditimpa penyakit masyarakat; iaitu: berupa kejahatan, kebencian, kesombongan, bermegah-megahan, perselisihan dalam hal dunia, saling benci-membenci dan saling hasut-menghasut, sehingga terjadilah kerosakan (kehancuran perpaduan umat)” – (Riwayat Hakim).

Fenomena yang terjadi di tubuh ummat islam sekarang ini adalah banyaknya perpecahan diantara tubuh ummat islam sendiri dengan adanya perbedaan perbedaan, baik itu pergerakan, pemikiran, bahkan hal-hal yang menyangkut aqidah, hal ini menyebabkan kecenderungan untuk memisahkan bersikap ashobiyah (fanatic) terhadap kelompoknya dan memisahkan diri dari kelompok yang lainnya, lebih parahnya lagi mereka saling menghujat dan menjelek-jelekkan kelompok lain dengan tidak mengakui perbedaan yang ada.maka yang terjadi adalah melemahnya kekuatan ukhuwah islamiyah dikarenakan sifat fanatic tadi, siapa yang diuntungkan..lagi-lagi adalah orang-orang yang membenci islam.

dari Abu Umamah r.a. bahawa Nabi s.a.w. bersabda: Kelak akan ada orang-orang dari Umatku (Islam) memakan berbagai macam makanan dan memakai berbagai pakaian, banyak berbicara tanpa difikirkan dahulu apa sebetulnya yang dibicarakan itu, maka itulah seburuk-buruk manusia dari sebahagian Umatku (Islam);- (Riwayat Thabrani dan Abu Nu’aim).


7.     7. Tidak melakukan dakwah offensive
   
       Anas ibn Malik r.a. berkata, “Ditanya kepada Nabi s.a.w, “Ya Rasulullah, (apa akibat) apabila kami berhenti menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran?” Nabi s.a.w. bersabda: “Apa yang telah berlaku kepada Bani Israel, akan berlaku kepada kamu. Apabila zina berleluasa di kalangan pemimpin kamu, ilmu pada urusan orang yang terendah di kalangan kamu dan kuasa dimiliki oleh orang yang rusak di kalangan kamu.””;- [Riwayat Ibnu Majah, juga Kitab al-Fitan (Hadith 4015), 2/1331; Musnad Ahmad 3/187.].
Allah memerintahkan kita untuk beramar ma’ruf nahi mungkin dimana saja dan kapan saja, tidak terpengaruh dengan keadaan bahkan seharusnya mempengaruhi keadaan untuk menjadikan syariat islam tegak di tempat dimana dia berada, namun fenomena yang terjadi sekarang adalah perasaan takut, sungkan dan gengsi untuk menyampaikan islam ditengah keadaan re-jahiliyah seperti sekarang ini, bagaimana bias berdakwah, untuk berpenampilan islamis saja takutnya setengah mati, mencari posisi aman dan menguntungkan, itulah mental ummat islam sekarang ini, dakwah offensive yang seharusnya digunakan untuk menyebarkan suasana islami dan memproteksi ummat dari virus-virus kesesatan tidak lagi diambil. Dan alasannya adalah; CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI.

=========================================================================

Dari Ali r.a bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Hampir datang suatu zaman, di mana agama Islam hanya tinggal namanya sahaja, dan dari Al-Quran hanya tinggal huruf dan tulisannya sahaja. Masjid-masjid indah dan megah, tetapi sunyi daripada petunjuk. Ulama mereka adalah yang paling jahat di antaranya yang ada di bawah langit. Dari mereka (ulama) itu akan muncul berbagai-bagai fitnah dan fitnah itu akan kembali ke lingkungan mereka sendiri (umat Islam);"- (Riwayat Baihaqi).                  

-------------------------------------[ wallahu ta'ala a'lam bis showab ]--------------------------------------

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--