Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, December 24, 2011

Arah Hidup ini..

manusia dilahirkan dengan berbagai macam keadaan, namun tetap membawa satu visi yang tlah diikrarkan sebelum dia merasakan gemelut dunia, yaitu misi keimanan. ya, kita hidup di dunia ini untuk hanya beribadah kepada Allah, kita mungkin sudah tahu dan sering sekali mendengar kalimat yang termaktub dalam Al Qur'an itu, namun kita lupa,atau memang melupakan, bahwa tugas kita hanya mengabdi, mengabdi, dan mengabdi kepada Allah, dengan cara yang benar, totalitas...!!!



namun apa yang terjadi, bayi mungil yang baru keluar dari rahim bundanya ini akan memulai fase dimana dia menjadi korban obsesi kedua orang tuanya, 'anakku ini akan menjadi seorang insinyur', 'anakku ini akan menjadi seorang dokter hebat', 'anakku ini akan menjadi orang konglomerat',dan ribuan tuntutan lainnya kepada si bayi. bahkan ketika syukuran kelahiran, di dalam bungkusan makanannya tertulis harapan 'menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, berguna bagi nusa dan bangsa', entah bangsa seperti apa yang nantinya dia harus patuhi. sang bayi malang, kesucianmu hampir terbuang oleh 'kepandaian' orang tuamu.

sang bayi tumbuh dalam kasih sayang orang tuanya, memberikan segala kebutuhannya dengan yang terbaik, namun sayang sekali, sang bayi tidak mendapatkan asupan iman dari keduanya. hanya musik-musik klasik bethoven atau mozart yang dia dengar, hanya boneka-boneka yang manis dan lucu, dia tak pernah mendengar lantunan ayat-ayat alqur'an, dia tak pernah melihat jilbab ataupun kopiah yang seharusnya dikenakan kedua orang tuanya. sang bayi mulai kehilangan arah untuk memenuhi janji kepada Rabbnya.

hari demi hari berlalu, menjadi beberapa minggu,bulan, dan menginjak ke perulangan tahun, sang bayi menjadi anak yang cerdas. kedua orang tuanya sangat bangga dan mengasihinya dengan cinta kasih mereka. namun sayang, sekali lagi tiada ruh ilahiyah dirasakan dari kasih sayang kedua orang tuanya itu. sang anak dididik dengan penuh fasilitas dan kemanjaan, di beri pakaian ala barat seperti anak-anak orang kaya pada umumnya. yang dia dengar hanya alunan musik dan kemewahan lainnya. sang anak mulai terdidik menjadi anak metropolitan. sedang sang ayah merasa telah bertanggung jawab dengan hanya melihat prestasi sekolahnya. nahas emang..

dalam putaran waktu yang teramat singkat itu, sang anak tumbuh menjadi remaja yang penuh dengan kemewahan dan kebebasan, bergaul kesana kemari, pulang tengah malam.semuanya dia lakukan dengan tanpa batas, karena dia tak pernah tersulitkan dengan masalah keuangan, dari smp, sma, akhirnya sampai ke perguruan tinggi, sang anak tadi semakin matang menjadi gadis metropolitan yang mempesona dan menggiurkan setiap pria yang melihatnya. sampai suatu saat dia terjerumus kedalam lembah hitam, pecandu narkoba dan pergaulan bebas. keuangan keluarganya bangkrut dan ayahnya meninggal terkena serangan jantung karena tingkahnya. sang gadis galau, saat itu juga dia baru merasakan betapa hampanya hidup ini, dia ditinggal teman-temannya karena sudah tidak kaya lagi, dia diterlantarkan orang-orang karena sudah tidak suci lagi, dia terhinakan, dan merasa menjijikkan, dia bingung harus bagaimana, tak ada arah, tak ada tujuan, dan tak ada pegangan. akhirnya dia gantung diri. end...............,

apakah hidup seperti itu yang kita harapkan?? saya yakin anda tak ingin hidup seperti itu karena sudah saya paparkan endingnya menyedihkan seperti itu. bakalan masuk neraka..ngeri sekali..namun sudikah anda berkaca sekarang ini, mencoba mengamati diri anda dari dalam-dalam.bagaimana sikap anda selama ini, bagaimana hubungan anda dengan Allah selama ini, saya yakin anda akan mulai mengeluarkan air mata. karena ternyata anda sadar, kehidupan anda tidak jauh dari contoh kisah yang tlah saya paparkan tadi, menjalani hidup hanya sekedar mengejar materi, belajar tekun, rajin kuliah, hanya untuk menjadi seorang yang sukses dan membahagiakan orang tua, apa benar seperti itu??? apa benar kita hidup hanya mengejar kesuksesan dan apa benar orang tua terbahagiakan dengan kesuksesan kita?? sama sekali tidak.. meskipun orang tua anda benar-benar bangga dengan kesuksesan anda sekarang ini. namun jika kita mau berfikir lebih jauh lagi, tentang masa depan abadi kita, akhirat. anda akan menangis karena ternyata kesuksesan dunia itu tidak dapat membantu untuk membeli syurga, dan orang tua anda pun menyesal karena kesuksesan anda tidak dapat mengangkatnya ke syurga. sadarlah..karena tanpa kesadaran, kita tidak akan merasakan betapa singkatnya hidup ini.

Arah hidup ini, ketika kita berada diantara persimpangan jalan kehidupan. jalan dunia dan jalan akhirat. sangat disayangkan bagi kita, betapa jalan dunia yang terlihat di depan kita begitu mempesona. kesenangan yang benar-benar membahagiakan, kebebasan tanpa batas, dan pelampiasan keinginan. sedangkan satu jalan yang lain, jalan akhirat namanya. penuh keterbatasan, penuh peraturan, larangan dan arahan. serta penderitaan. benar kah demikian. dan sudah pasti benar jika kita melihatnya dari kacamata kemanusiaan yang penuh hasrat dan keinginan. namun jika kita melihatnya dari sisi rohani kita. maka hati kita akan membisiki untuk mengambil jalan akhirat ini, yang penuh keridhoan Allah, penuh ketenangan jiwa, dan masa depan yang lebih cerah. yaitu syurga.

mungkin anda mengelak ketika saya mencoba memisahkan dua jalan tadi, apakah tidak bisa disatukan?? kita bahagia di dunia juga bahagia di akhirat. teman, kebenaran tidak dapat disatukan dengan kebatilan. sebagaimana air yang murni tidak dapat disatukan dengan noda. dia akan keruh dan berubah zatnya jika disatukan, begitu pun dunia ini. rasulullah saw bersabda '' dunia adalah terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada didalamnya, kecuali yang mengantarkan pada dzikrullah, dan orang yang mencari ilmu agama, dan yang mengajarkannya'', tidakkah anda merasa apa yang anda punyai sekarang ini tlah membuat anda lupa kepada kewajiban anda kepada Allah?? lupakah bahwa shalat kita, sembelihan kita, hidup, dan mati kita hanya untuk Allah, hanya kita dedikasikan untuk Allah, kita korbankan semuanya untuk islam, untuk umat islam, untuk penegakkan syariat Allah, sebagai amar ma'ruf nahi mungkar.?? menangislah, barangkali tangisan anda melunakkan kekakuan hati yang teracuni polusi dunia. lalu bertaubatlah, rubahlah semua pandangan dan fikiran, gaya hidup dan kelakuan. menjadi islam yang kaffah. menjadi calon penghuni syurga yang dirahmati Allah.

pernah suatu hari sahabat Umar bin Khattab berdiri di tempat pembuangan akhir sampah di kota madinah, sepulangnya dari kunjungan delegasi bersama para sahabat yang lainnya, beliau pandangi setiap sudut tumpukan sampah itu sangat lama sekali sampai membuat para sahabat terheran-heran, lalu sahabat Abdurrahman bin Auf menanyakannya "kenapa tuan memandangi sampah ini sampai sedemikian lama?", lalu Umar bin Khattab menjawab "inilah hakikat dunia ini, dari sampah kembali ke sampah". begitulah saking sederhananya para sahabat memandang dunia ini, sampai sampai sahabat sekaliber Salman al Farisi hanya mempunyai satu pakaian penuh tambalan dan makan dari hasil jualan rajutan kulit pohon yang dia buat sendiri, padahal dia menjabat sebagai salah satu gubernur kala itu.wahai dunia...inikah yang kita perjuangkan selama ini, dan kita tinggalkan nantinya....ckckck....

saatnya kita bertaubat, lalu kita arahkan hidup kita agar lebih bermakna lagi. kita arahkan sikap dan perilaku kita kepada islam, kita gunakan kepandaian kita untuk menegakkan syariat islam, kita salurkan harta kita untuk kebangkitan ummat ini, yakinlah....Allah tak akan membiarkan hambaNya yang menegakkan agamaNYA..

sahabat, jika seringkali waktu kita habiskan untuk menikmati dunia ini dan bersenang-senang, yakinlah, sedetik ini sangat berharga bagi orang yang tlah berada di alam kubur..jangan siakan kesempatan ini.

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--