Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, November 12, 2011

mimpi kuliah di luar negeri

     Malem tadi tidak seperti biasanya, usai shalat maghrib, langsung kututup pintu dan jendela, lalu kukunci dari dalam, juga lampu kumatikan. Ya..malem tadi memang diluar kebiasaan, tubuhku terasa seperti dihantam beton baja, terutama kedua tanganku, pasalnya kedua tangan ini yang paginya kupaksa buat mencuci pakaian kotorku sekaligus, disamping itu saat mencuci badan dan pakaianku basah terkena air cucian, usut punya usut, sakitku ini dipicu saat malemnya aku keluar minjem buku paket buat kukopi dan kupelajari esoknya (niatnya begitu), jadinya aku masuk angin plus smua tubuhku pegel2 kecapekan.

    Dan tadi malem memang tidak ada toleransi lagi, tubuhku gluntingan di kamar tidur saking pegelnya, biasanya kalo sudah begitu aku sering anyang-anyangen (mengigau), aku berharap esok pagi setelah bangun tidur tubuhku kembali fresh lagi dan bisa mengejar waktu buat belajar mempersiapkan ujian 'history of english language' siangnya, ternyata kenyataan tidak sama dengan yang diharapkan, paginya tubuhku masih pegal-pegal dan gak kuat terkena angin luar, aku pasrah saja tentang ujian nanti siang, aku ambrukkan lagi tubuhku subuh itu dengan fikiran super kacau karena aku belum mempersiapkan ujian yang materinya satu buku tebal itu, akupun terlelap.

     Aku merasa berada di tempat yang tidak biasa kukunjungi, dan aku tidak tahu dimana itu. Ini seperti sebuah kelas, dengan ratusan mahasiswa mahasiswi yang kebanyakan bermuka bule, tapi ada juga yang bermuka asia, aku mencoba mengamati seluruh kelas berharap ada yang aku kenal, ternyata di bangku belakang ada salah satu temen kuliah, agustin namanya (padahal aku ga dekat dengan dia, tapi bisa masuk mimpi) kulihat dari raut mukanya padaku, dia lagi sentimen ma aku, ternyata aku adalah salah satu mahasiswa juga beberapa teman kuliahku yang beruntung mendapat beasiswa pertukaran mahasiswa di universitas internasional philipina (padahal aku gak pernah tahu, apakah di philipina ada universitas internasional seperti di mimpiku ini). Dan ternyata si agustin ini sentimen sama aku karena aku bukanlah mahasiswa yang pintar atau berprestasi, tapi ikut tersaring di pertukaran mahasiswa ini.(peace ya agustin, ini cuma dalam mimpi.hehe).

    Bukan main senangnya diriku kala itu, saat itu pula aku langsung berfikiran bagaimana bangganya keluargaku kalau lagi bercerita ke tetangga bahwa aku lagi kuliah di luar negeri (fikiran katro tetep aja muncul meski di kehidupan nyata ditutup-tutupi.hehe), disana aku terlalu ceria sehingga dikampus, dan kadang sok angkuh n usil (kal di desa, disebut 'nggaya'). Tapi yang agak aneh adalah kelasnya itu berada diatas kapal modern yang super besar, kayak titanic gitu deh, tapii kecilan dikit. Dan satu lagi yang agak ganjil. Kuliahnya tiap hari cuman ngumpulin tugas ma absen (dipanggil satu-satu), masih keinget dosennya cewek bule gendut berpakaian seragam kantor gitu, waktu itu aku ditanyakan kenapa aku gak ngumpulin tugas, aku jawab saja baru pindahan dari Indonesia. Di mimpi ini aku seperti mahir banget bahasa inggrisnya, aku paham semua omongan dosen dan temen-temen mahasiswa bule juga aku bisa menjawabnya dengan lancar dan komunikatif (mungkin di mimpi aku disetting jadi mahasiswa cerdas)

    Perkuliahan mulai berjalan hari demi hari sampe beberapa bulan berlalu, tempat tinggalku bersama masyarakat di pinggir pantai (emang filipina pinggiran pantai??). Tempatnya bener-bener mengasyikkan kayak di bali gitu (padahal belum pernah ke bali). Aku sangat menikmati kehidupanku disana sebagai seorang mahasiswa pertukaran yang cerdas, terkadang aku juga merasa kangen dengan kampung halaman, sampe terfikirkan lebaran mudik gak ya (ne mimpinya terasa nyata banget, makanya bener-bener mendramatisir).

     Kejadian aneh di mimpi lagi-lagi muncul, tiba-tiba aku seperti akan menikahi wanita filipina seminggu lagi, dan wanita itu adalah teman kuliahku disana yang tempat duduknya bersebelahan denganku, dan dia juga sudah punya anak satu, waduuuh,,,aku bener-bener putar otak berusaha menolak tapi dia terus memaksa, ternyata aku disuruh menggantikan calon pengantinnya yang tiba-tiba menghilang entah kemana, sedang kartu undangan sudah menyebar,, nikahan tinggal seminggu lagi..wah..piyee kie... Namun akhirnya aku bisa meyakinkannya untuk mencari calon lain. Legaa...

     Waktu terus berjalan, aku benar-benar merasa sedang dii filipina, namun perlahan dalam mimpi itu aku tersadarkan bahwa aku tidak mungkin berada disini, sebagai mahasiswa pertukaran perwakilan dari universitasku (nyadar IQ rendah), dan aku benar-benar yakin bahwa ini cuma mimpi. Namun aku tidak ingin bangun dari tidur....(merasa keenakan)

     Sampai suatu hari aku merasa bahwa hari ini adalah perkuliahan terakhir dan para mahasiswa pertukaran akan kembali ke negara masing-masing. Namun aku mempunyai keyakinan sendiri bahwa aku akan bangun (kondisi sadar 100% dalam mimpi bahwa ini mimpi), disaat hari terakhir itu semua mahasiswa hendak melaksanakan shalat berjamaah. Tiba-tiba aku merasa sudah lama banget di filipina tapi baru kali ini shalat (da penyesalan..). Saat hendak berjamaah, semua jamaah terlihat menunggu sang imam, namun tiada yang berani maju mengimami, akhirnya aku nekat maju mengimami, aku masih ingat saat hendak mengimami, aku tanya ke jamaah,'ini shalat dhuhur pa ashar.???' sampe beberapa kali, setelah itu aku mengimami dengan khusyuk, namun aku agak kaget dalam jamaah yang kuimami ini kebanyakan adalah bule, tapi ikut shalat, apa mereka muslim?? Tapi posisi shaf antara cewek cowok, bukan cowok di depan dan cewek di belakang, tapi sejajar cowok sama cewek, cewek di kanan, coowok di tengah.Ini filipina apa brunei. Aku juga kaget, tiba-tiba bacaanku sangat merdu.

     Ditengah shalat tiba-tiba ada ustad datang disamping depanku(pintunya disamping depan imam, posisi masih sedang shalat berjamaah), dia ustad luar negeri namun bertampang asia, bukan bule, mukanya putih brewokan rapi, mirip pak sebastian, guru ekonomiku di SMA. Di tengah shalat dia memuji-muji aku, saat aku sedang sujud, tiba-tiba dia mengajariku untuk membaca beberapa bacaan, namun karena aku merasa bacaan yang dia ajarkan itu tidak pernah kutahu dalil atau perintah untuk membacanya, maka aku cuek saja kuteruskan shalatku sampai selesai. Setelah shalat usai, ustad tadi marah-marah (jawa;gremengi) para mahasiswa disana yang baru belajar membaca alqur'an (dalam bahasa inggris tentunya). Tiba-tiba aku menjawab 'LESS IS BETTER THAN NOTHING', lalu ustad itu tersenyum dan meninggalkanku.

    Seusai shalat tiba-tiba para mahasiswa berlari ke sudut kapal (suasana malam) dan berteriak teriak keheranan dan takjub dengan salah satu bintang dilangit yang berlari seperti meteor (entah apa artinya itu) sedangkan aku berada disisi kapal sebaliknya (sendirian), kulihat disisi kapal (seperti yg kuceritakan sebelumnya, ruang kelasku adalah diatas kapal) ternyata bocor, ketika itu hatiku benar-benar sadar berkata 'sudah saatnya aku bangun' padahal disisi lain aku tidak ingin cepet-cepet bangun karena saking indahnya kejadian itu..

      Dan aku terbangun...aku merasa tertidur pulas selama beberapa jam, dua jam aku tertidur. Dan tubuhku benar-benar segar dan aku merasa tiba-tiba ada semangat yang memenuhi fikiranku, terasa ringan sekali tidak seperti sebelumnya yang penuh dengan masalah, setelah itu kubuka bukuku dan belajar mempersiapkan ujian sore harinya..

Dan Allah memberikan ku sebuah optimis namun tinggi ditengah kekalutan hidupku(baca:kuliah).
Subhana Rabbi..... :-)
Published with Blogger-droid v1.6.7

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--