Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Monday, September 26, 2011

Terkadang kita lupa..

      teman, terkadang kita lupa, bahwa kita hanyalah manusia biasa, yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihan yang bermacam-macam, sebagai bekal akan tugas kita di dunia ini, yaitu untuk menyembah dan beribadah kepadaNYA saja, namun dengan apa yang kita miliki, kita telah merasa bebas dan lupa segalanya, hari-hari kita penuhi dengan bersuka cita dan melampiaskan keinginan yang ada, bahkan dengan sengaja kita melanggar batasNYA tanpa rasa takut kalau-kalau kenikmatan itu semua dicabut dari diri kita, jika kita dimintai tanggung jawab dengan sangat terpaksa,,apa yang akan kita katakan padanya,Teman..???

   dan benar saja, ketika kita ditimpa sedikit musibah saja, kita merasa seolah-olah kita tidak pernah merasakan karunia nikmat dan kebahagiaan dari NYA, lalu dengan emosi kita mencela dan menghina kebesaranNYA, tidak adil lah, tidak mengabulkan doa lah, tidak takutkah kita terlepas dari rahmatnya dan memasuki neraka selamanya karena keputus asaan kita, teman???

    kawan, terkadang kita lupa, kita hidup di dunia bukan untuk sekedar bertamasya, bersenang-senang, apalagi jika kita berfikir hidup sekali harus dinikmati sesuka hati, padahal di balik dunia ini ada dunia lagi yang lebih megah, kawan, yang lebih terasa kenyataannya dibanding yang kamu rasakan di dunia ini, baik itu bahagia, ataupun kesedihan, akhirat, yah...janganlah kita memungkirinya kawan, karena itu adalah suatu kenyataan, terkadang kita menghalau untuk memikirkannya, sebenarnya bukan karena kita tidak percaya, tapi karena itu adalah suatu yang begitu mengerikan untuk kita fikirkan, benar kan?? yap, namun lebih baik kita merasakan pahitnya untuk kemudian menuai manisnya kawan, dari pada kita susah terus menerus baik di dunia dan di akhirat. susah di dunia dan akhirat kataku???, thats right, karena dunia tidak sebanding dengan akhirat, kebahagiaan di dunia tidak ada apa-apanya bila dibanding dengan akhirat. sangat jauh, lalu apakah kita menjauhinya hanya karena persepsi salah kita tentang akhirat kawan??

     teman, terkadang kita lupa, bahwa rasa cinta dan kasih ini dikaruniakan oleh Allah agar kita peka dengan segala yang tlah Allah berikan kepada kita, agar kita mengetahui dan mensyukuri segalanya, yang nantinya akan kita kembalikan lagi kepadaaNYA, namun kita lupa untuk menjaga semua titipan ini, tak mampu menjaga kemurnian dan kesuciannya, padahal ini semua nantinya akan kembali kepada kita lagi.

    teman, tak adakah tetesan air mata yang tersisa ketika menyadari bahwa nafsu tlah mengotori rasa kasih dan cinta kita ini, ataukah air mata ini terlalu habis untuk rasa sakit hati dari mantan-mantan pacar kita..??? atau bahkan kesucian raga kita terkoyak habis oleh tipu daya pacar-pacar kita yang tlah berjanji bertanggung jawab dan bersama sehidup semati?? teman, tidakkah kita tahu bahwa itu semua hanyalah bualan, lalu janji mana yang lebih terbukti dan nyata, janji Allah ataukah janji pacarmu itu?? teman, dalam kerentanan hati dan perasaan ini, harusnya kita memohon penjagaan kepada yang Maha Kuat, namun sekali kita terlena, dan kita lupa pada asal kita sendiri, namun teman, janganlah kita berputus asa, karena dosa-dosa ini adalah bagian dari cobaan, yang mengajarkan kita akan artinya kewaspadaan, dan kerendahan diri kepada Allah, bahwa kita benar-benar makhluk rentan yang sedetikpun kita tak sanggup jauh dari penjagaanNYA, lalu haruskah kita melupakan itu dan membuatNYa menjauhi juga menghiraukan kita???

    berfikirlah jika kita merasa akal ini masih sanggup memberi jalan, sebagaimana berfikirnya para pekerja berat ketika melihat kotak amal di masjid, bagaimana dia berusaha berlogika bahwa uang yang didapat ini adalah dari kerja kerasnya sendiri, namun dia juga menyadari bahwa ada Dzat yang sangat berpengaruh akan besar kecilnya rejeki yang dia dapatkan ini, haruskah dia lewati kotak amal itu dengan perasaan pelit dan sombong, ataukah dengan kesadaran dia menggerakkan tangannya untuk mengambil sedikit uang dan memasukkannya ke kotak amal berharap Allah meridhoi dan memberikan berkah bagi hidup dan rejekinya selama ini.berfikirlah, karena hanya orang yang mau berfikir yang sanggup menjangkau nilai-nilai kebenaran yang Allah tunjukkan disetiap ayat kauniyah dan qauliyah. syurga hanya untuk orang-orang yang mau berfikir...!!!!

       bersyukurlah, karena tiada satupun kebahagiaan yang dapat diukir kecuali dengan kesyukuran, mungkin kita berfikir kita berduit banyak dari hasil korupsi membuat kita bahagia, namun tanpa kesyukuran, kita tidak akan merasa tenang dengan uang haram itu, kita tidak mampu menembus puncak kenikmatan rizki, yaitu ketika mencari dan menyalurkannya, lalu bagaimana kita mampu bersyukur dengan uang haram kalau kita berusaha memalingkan wajah kita pada Allah ketika kita berusaha mendapatkan dan menikmati uang haram tersebut sampai benar-benar habis, bahkan uang haram itu anda tambahkan lagi sebelum habis ke perut anda dan keluarga anda, maka tak mungkin dari nya anda akan merasa iba ketika melihat orang miskin yang lewat di depan rumah anda, tak mungkin terbesit di fikiran anda untuk mengisi kotak amal di masjid, karena anda tau anda sedang berpaling dari Allah, lalu bagaimana anda mau bersyukur..???!!!

   rasa syukur takkan masuk kedalam hati sanubari kita dan mewangi disekujur hati dan tubuh kita tanpa adanya keimanan di hati kita, yang menyebabkan kita merasa bahwa ini semua adalah titipan yang diberikan oleh Allah kepada kita secara cuma-cuma, dan kita dipersilahkan untuk menikmatinya bersama orang-orang yang membutuhkannya, sehingga tak ada hasrat untuk menimbunnya dan atau menghamburkannya, yang ada hanyalah rasa tulus untuk menjaga apa yang telah diberikan kepada kita, atau kita tidak berkeluh kesah saat berlum diberikan, dengan satu keyakinan, ada dan tidaknya materi tidak akan berpengaruh pada pandangan Allah tentang kita, dan Allah hanya melihat dari penyikapan dari itu semua, yang tak lain hanya bisa dilandasi oleh keyakinan yang kuat, yaitu IMAN.

    maka jika terkadang kita lupa, kawan, ingatlah selalu bahwa Allah tidak pernah 'terkadang' dalam mengawasi kita, jika kita takut akan rizki yang Allah berikan, kembalikanlah rizki itu kepadaNYA dengan cara yang Rasulullah saw ajarkan, jika kita takut kehidupan yang melenakan, kembalikanlah itu semua dengan jalan yang Allah dan Rasul syariatkan, maka seperti itulah, iman mengubah padang menjadi kebun yang hijau, di hati kita, beranilah untuk bersikap sebagai seorang muslim, karena tiada keberanian yang perlu dijunjung tinggi,melainkan keberanian untuk sebuah kebenaran, meskipun itu menghancurkan...

1 comments:

Siti Fitriah said...

"manusia itu tempatnya salah dan lupa", itulah alibi yang selalu dikeluarkan oleh mereka manusia yang tidak berfikir,

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--