Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, September 11, 2011

Remajaku

      tidak sengaja kemarin waktu sedang online facebook, salah satu temen sekolahku dulu upload beberapa photo waktu kita masih sekolah dulu, aku gak nyangka ternyata ada foto aku salah satunya, jangan komentar wah dulu yah tentang aku waktu liat foto ini,hehe..foto ini adalah foto perpisahan, waktu itu aku yang jadi wakil angkatan maju kedepan menyampaikan kesan-pesan di hadapan santri MAT MA'AHID(baca:Madrasah Aliyah Terpadu Ma'ahid) kemudian dilanjutkan memberikan bingkisan untuk pondok, jadi saya disitu bukan sebagai juara lomba atau sejenisnya, tapi sebagai perwakilan kelas.

     melihat foto ini membuatku fikiranku kembali menerawang jauh kemasa remaja dulu, yang perbandingannya jauh sekali dengan yang sekarang, yang paling jelas tentunya adalah gambaran fisik yang dulu ketika smp gemuk, lalu waktu di pondok aku mengalami perubahan menjadi ideal, dan sekarang kembali gemuk lagi, entah kerana apa.hehe..

       masa remaja memang bisa dibilang masa yang paling berkesan dalam sebuah pijakan kehidupan, karena didalamnya kita diperkenalkan dengan hal yang baru tentang diri kita, selain perkembangan fisik, tumbuhnya sikap percaya diri dan perasaan dengan lawan jenis cukup membuat hari kita menjadi lebih berwarna. dan aku rasa aku telah mendapat itu semua sesuai tempatku kala itu, yakni ketika menjadi santri di sebuah madrasah islamiyah yang sedikit banyak tlah menyumbangkan keajaiban pada fase kehidupan remajaku secara islami. 
 
    dari sebuah kebetulan tercipta ribuan keajaiban, tentang keputusanku untuk menerima tawaran mondok oleh ayahku, merubahku yang sebelumnya penyendiri menjadi periang, dari pendiam menjadi imajiner. semuanya terajari dari pelatihan naturalistik kehidupan di pondok, aku mengenal berbagai macam teman beserta karakter-karakter mereka, dan aku benar-benar menyatu dalam setiap kegiatan di satu waktu selama tiga tahun, membuatku selalu bercermin dan merefleksikan diri menjadi bagian yang penting dan bermanfaat di tengah-tengah mereka dan di tengah-tengah usia remajaku, beserta kekurangan-kekurangan yang menjadi kemaklumanku dan kelebihan-kelebihan yang menjadi titik kehati-hatianku. semua berpaju dalam waktu yang ada menjadi satu point tersendiri tentang arti keremajaan ini.


   beranjak dari sebuah tekad, yang terkadang rasa ketakutan dan kekhawatiran muncul berbarengan berusaha menghalangi perkembangan, namun itu menjadi satu kisah tersendiri ketika aku melewatinya dengan apa yang benar-benar ada dalam diriku, apa adanya. seperti ketika aku mencoba memperkenalkan diriku pada dunia, ambisi-ambisi untuk menjadi yang terdepan dan yang memimpin, dikenal dan terkenal dengan segala apa yang aku usahakan untuk itu, aku mulai peduli dengan diriku sendiri, dari dandanan sampai sikap diri, dari cara berpakaian sampai bersikap dalam pemikiran, remaja oh remaja..

   begitu pula dengan perkenalanku dengan rasa, yang pada mulanya terasa sangat panas-dingin, aku mencoba untuk melunakkannya dengan menerka hati yang ada, sedikit sandungan dan cela terkadang terlampaui, sebagaimana seorang pengendara yang jatuh di awal mula dia belajar mengendarai, sedikit susah, namun terasa manis saat mengingatnya, meskipun cukup pantas juga aku menamainya sebagai perkenalan 'dosa'.

   maka adalah suatu kebanggan dan kesyukuran aku melewati keremajaanku dalam cagar akhlak di pondok ini, ketika para remaja lainnya menikmatinya dengan penuh kebebasan dan pelampiasan kebahagiaan, aku melewatinya dengan penuh pengontrolan meski juga ada sedikit ketersiksaan batin akan beratnya langkah disini, namun mula tetaplah berlaku sebagai mula, dan akhir telah menyediakan tempat terakhirnya sebagai suatu cerita yang berbeda, ada sebab juga ada akibat, dan aku menyebutnya kali ini sebagai sebuah akhir yang indah.


   akhir yang indah, dari beratnya masa saat disetiap malamnya aku harus menghafal beberapa materi berbahasa arab dari puluhan mata pelajaran di kitab kuning yang aku baru memahaminya beberapa tahun kemudian, akhir dari masa yang indah, dari beratnya situasi saat aku harus menguasai kaedah-kaedah yang kesemuanya tidaklah mudah, sampai sampai makanan yang kulahap ketika istirahat bukanlah sebuah kenikmatan, melainkan hanya pemenuhan kebutuhan tubuh, lewat begitu saja. belum lagi pengurasan tenaga atas latihan-latihan fisik yang 3x dalam seminggu aku harus mengikutinya, atau tekanan atas ketakutan pada temperamen-temperamen para ustad yang mengajar, membuatku harus menelan ludah pahit yang baru saja keluar dari kerongkongan.
    namun dibalik itu ada sebuah tawa yang mengindahkan suasana, saat-saat kita berkumpul disela kesibukan, bercanda dan berbagi kisah. atau bermain-main dalam celah ketat peraturan pondok. itu menjadi sebuah coretan pena remaja yang tercetak dalam tinta emas.
     sampai pada akhirnya aku dan mereka tlah berhasil melalui itu semua dengan terlampauinya ujian-ujian akhir dari negara, sekolah, dan pondok dari bekal kemampuan akademik yang ada. lalu berusaha mengemas masa itu sebagai bekal di fase kehidupan selanjutnya, yang orang kata sangat keras, dan memang keras, seperti yang sedang aku rasakan ini, sedih rasanya jika mendengar teman pondok ada yang telah larut dalam kebuasan hidup ini dan melupakan apa yang tlah kita  dapatkan dulu di madrasah. aku hanya berharap, ini semua akan bermanfaat bagi akhirat, meskipun nikmatnya hanya terlihat segelintir saja di dunia. aku hanya yakin. bahwa dari kebenaran akan muncul kebahagiaan. slamat tinggal remajaku, selamat datang kedewasaan..

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--