Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, September 11, 2011

Mengenal Manusia

(Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seseorang khalifah di muka bumi". mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan akan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan Berfirman: "sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".)(albaqarah:30)


     Manusia, salah satu makhluk Allah yang diciptakanNya dengan penuh kesempurnaan dibanding makhluk-makhluk lainnya, struktur tubuh yang begitu lengkap dan sesuai dengan fungsi akan kebutuhan hidupnya, indera yang maksimal dalam menikmati rasa-rasa yang terdapat di bumi, hasrat/nafsu yang menjadikannya mempunyai keinginan untuk mendapatkan kebahagiaan-kesejahteraan di dunia.dan satu hal yang sangat teristimewa, akal dan perasaan, yang sanggup berkembang pesat, dan penting dalam memaknai logika-rasa tentang keyakinan akan kebenaran-kesalahan, kebaikan-keburukan, manfaat-madharat, sehingga mampu menuntun kerja otak agak berkembang dan berjalan semestinya.

     namun tahukah kita, bahwa ternyata menurut beberapa ulama, secara hakikat manusia dikategorikan sebagai hewan yang berakal dan berperasaan, ketika kita berbicara tentang nama hewan, fikiran kita tak akan lepas kecuali pada dua hal, yakni nafsu dan kesenangan. itu jelas sekali karena hewan hanya dikaruniai nafsu tanpa akal, maka kehidupannya tak lebih dihabiskan hanya untuk makan dan kawin. 

     berbeda dengan hewan, manusia dikaruniai akal dan perasaan sebagai alat untuk membedakan haq dan yang batil, selain juga mempunyai nafsu itu sendiri. maka disinilah letak manusia yang diciptakan Allah sebagai makhluk sempurna yang mempunyai misi di dunia, yakni beribadah kepada Allah dan menjadi khalifah di bumi untuk nantinya dimintai pertanggung jawaban di kampung akhirat karena sesungguhnya kehidupan manusia yang sebenarnya bukan lah di dunia, namun di akhirat, sedangkan dunia hanyalah sarana yang mengantarkan manusia ke akhirat, berisi berbagai cobaan sebagai pembuktian kesetiaan manusia kepada Sang Pencipta.

(dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan (dosa dan pahala) seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfa'at sesuatu syafa'at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.(al baqarah:123)

     dari tugas dan misi itulah Allah menurunkan suatu aturan yang mengatur manusia untuk bersikap yang bijak, menurut sunnatullah/naluri fitroh yang ada, ISLAM, yang darinya akan tercipta keselarahan hidup yang harmoni dengan pelaksanaan yang haq dan penjauhan yang batil. jadi salah jika manusia mengartikan islam sebagai sebuah reliji/ kepercayaan semata, namun lebih jauh lagi Islam adalah sebuah peraturan hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia,baik itu secara vertikal (menyangkut hubungan antara hamba dengan Allah), maupun horisontal (hubungan antar manusia) secara komprehensif dan universal, (ekonomi, politik, sosial,hukum,dll) yang darinya akan tercipta 'rahmatan lil'alamin. puncak kebahagiaan di dunia.

     lalu bagaimana kita menyikapi islam agar tercipta keadaan yang benar-benar harmonis antara manusia-alam dengan Allah sebagai Tuhan?? jelas yang pertama adalah memahami Islam dengan pemahaman yang benar, dengan mengacu kepada Al Qur'an dan sunnah Rasulullah Muhammad saw sesuai dengan pemahaman para salafus shalih yang benar dan kritis, terkadang perbedaan penafsiran terjadi ditengah pemahaman-pemahaman ajaran ini, maka yang terbaik adalah mengembalikan permasalahan ini kepada para ulama yang jujur mengajarkan ajaran islam secara apa adanya dan benar-benar ahli, bukan ulama suu' yang menyesatkan ummat lewat tafsiran sesuka hati atau ulama yang perkataannya mengikuti apa kata sponsor. sehingga dalam mentaati perintah Allah kita slalu berada pada ketaatan yang sebenarnya,

     yang kedua setelah pemahaman yang benar adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah dengan mengikuti/menjalankan kewajiban yang ada dan menjauhi larangan tanpa kita berusaha mengutak-atik syariat islam yang ada, terkadang karena kesombongan dan sok kritis manusia mencoba mengkritisi bahkan mengutak-atik tafsir ajaran islam seenaknya, maka janganlah sekali-kali menyamakan peraturan yang dibuat manusia dengan peraturan Allah, karena itu menyebabkan kekufuran yang nyata,sadarilah bahwa akal manusia sangat terbatas, ikutilah peraturan yang ada, sami'na wa atho'na.maka dengan ijin Allah kita akan selamat.sebagai contoh adalah ketika perempuan diperintahkan untuk menutup aurat, ya segeralah ditutup, jangan terlalu berfikir mengapa dan kenapa?? Islam bukan ajaran substansial meskipun ajaran islam penuh dengan substansi, bukan berarti kalau fungsi shalat adalah untuk mengingat Allah lalu karena kita sudah mengingat Allah kita meninggalkan shalat, bukan..!!! ajaran islam bersifat mutlak.

maka hendaknya kita benar-benar memperhatikan tiga poin dari aturan/ syariat yang Allah dan rasulNya buat: 1. didengar
2. dipelajari
3. ditaati

   lalu yang ketiga adalah mentaati dengan kerelaan diri dan keyakinan hati terhadap keesaan Allah yang murni agar tergolong masuk kedalam derajat ketakwaan. dan defini takwa itu sendiri adalah menerima dan mentaati dengan baik dan benar semua peraturan yang Allah telah tetapkan.

maka jika semua ummat islam sanggup menjalankan itu semua, tak ada lagi kedzaliman di muka bumi,wallahu a'lam bisshowab..



0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--