Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, September 11, 2011

dia kakakku....

dia ada diantara dimensi getir pahit kehidupan..
dia muncul berkepakkan sayap-sayap cinta dan kasih sayang..
lalu menjelma bak bidadari ditengah hidup ini..
namun sayang, belum seperempat keindahan kita rasakan bersama..
tugasmu tlah habis, dan engkau meninggalkan kami...
bukan..aku berprasangka engkau lebih dulu pergi...
untuk menyambut kami suatu saat nanti..dengan permadani..
aku yakin..karena engkau meninggalkan kami di puncak kemuliaan..


    inilah dia kakak perempuan kandungku satu-satunya, uswatun hasanah, dan benar, aku merasakannya sendiri, dia adalah namanya, seorang teladan yang baik, dia seorang teladan yang paling mengagumkan kami..hingga di akhir hidupnya..dia masih sanggup membuat kami terpana...

     hari itu adalah minggu,saat embun ramadhan masih dingin menetes diputarannya ketujuh, minggu pertama bulan penuh berkah yang selalu dinanti ummat muslim sejagat raya...di rumah kecil tempatku bernaung, aku masih tergolek dalam mimpi, tiba-tiba mbak Atmiah, kakak iparku yang tengah hamil tua kala itu membangunkanku dengan penuh kegelisahan, juga air mata yang tak mampu bersembunyi dari kelopak matanya, dengan penuh kepasrahan dia menyuruhku memberitahukan pada paklik ku..bahwa kakak perempuanku satu-satunya. kini sedang berhadapan dengan malaikat suci Allah, aku terdiam dalam perubahan keadaan cepat yang kini aku mulai memahaminya dengan 'kehendak Allah', 

      segera kupacu motor menuju rumah bulikku menceritakan perihal tadi, dan waktu itu paklikku sedang bekerja. lalu aku kembali dan menunggu berita. ternyata subuh itu ketika kutertidur pulas, semua kakak-kakakku dengan ibuk dan bapak sudah pergi ke rumah sakit subuh tadi. tak lama berselang, telpon rumahku kembali berdering, mbak At mengangkat telepon dan wajahnya memuram, lalu air matanya perlahan turun dan mengalir deras..ya, kali ini lebih deras dari sebelumnya, fikiranku mulai kacau menerka arti raut mukanya, dan benar, dari apa yang selama ini aku meragukannya, ya Rabb,,hari ini adalah nafas terakhir kakakku berurai dengan udara bumi, kakakku tersayang kini meninggalkanku di dunia ini tanpa sepatah kata terakhir, dan pesan terakhir,aku yang masih kelas 2 SMP kala itu.untuk pertama kali menahan perasaan pilu yang sangat menggetarkan. tentang kehilangan.

    dengan perasaan kalut kudatangi satu-persatu saudaraku dan memberitahukan perihal ini, dan tak ada satupun dari mereka melainkan langsung menangis tertahan atas kejadian yang tidak disangka-sangka sebelumnya ini.dan dalam perjalanan waktuku itu kudapati bahwa bukan hanya aku dan saudara-saudaraku saja yang merasa kehilangan dia.

    dia meninggal dalam keadaan pasca melahirkan anaknya yang ketiga, aku selalu berdoa semoga dia dikaruniakan syahid..anak bayinya yang diberi nama Ilham Al Hamdi, tlah mendahuluinya dua hari sebelum dia, sang anak suci itu tlah meninggal selagi masih dalam kandungan. kakakku pun menjalani perawatan paska operasi sesar yang dijalani. dia dimakamkan ahad, sore hari dibulan suci ramadhan, dibulan 11 september 2003 kalo tidak salah, dengan banyaknya para pentakziah, aku yakin dan berharap, dia meninggal dalam khusnul khotimah..

     dialah kakakku, satu-satunya kakak perempuanku yang paling dekat denganku, yang pertama kali mendapati tubuhku penuh darah saat tali pusarku lepas saat aku bayi, lalu melarikanku ke rumah sakit. dialah yang selalu membelaku dengan kata-kata bijaksana yang terlampau halus juga penuh perhatian ketika aku dimarahi dan dipukuli bapakku, dialah yang sangat memperhatikan keadaanku, apalagi dulu kita senasib dalam satu masalah, yaitu masalah berat badan. bahkan dalam satu saat dia menangisi keadaanku saat melihat tubuh gemukku yang sedang tertidur lelap dan selalu berharap agar diriku tidak bernasib sama dengan dia yang merasakan pedihnya berpenyakit kencing manis turunan. 

      dialah yang mengajariku kasih sayang dengan penuh kebijaksanaan, kata-kata bijaknya masih selalu ada dalam ingatanku, dia satu-satunya orang kaya yang membenci orang kaya yang sewenang-wenang dan pelit, dia satu-satunya orang kaya yang paling dicintai orang-orang miskin disekitarku..sungguh, dia sangat penyayang dan dermawati. dia orang yang sangat rajin shalat malam, dia adalah wanita yang menggunakan jillbab pertama kali diantara teman-temannya. dia,,kakakku..sungguh, aku sangat bangga dengannya..dia simbol perjuangan dan simbol kasih sayang Allah pada hambaNYA..

    hanya sedikit perihal yang kutahu tentang kakakku ini. karena saat itu aku masih terlampau muda untuk memikirkan sesuatu dengan dalam. dan aku akan mencoba mengungkap biografi indahnya dengan begitu sederhana, sebagaimana sederhanya saat lahir di dunia dan saat kembali ke Tuhannya.

      mbak us, itulah panggilan kami kepadanya, kami 7 bersaudara, kakakku ini adalah kakak pertama dan kakak perempuan satu-satunya, sedang kelima kakakku yang lain semuanya lelaki. mbak us, lahir dalam sebuah keluarga yang boleh dibilang sangat kekurangan. ayahku hanyalah seorang guru PNS yang kata ayah kala itu gajinya kalah dengan buruh pabrik, dan ibukku seorang ibu rumah tangga yang masih terlampau muda. uswatun kecil lahir dalam sebuah kesederhanaan, belajar dari kerasnya dunia, dan terkadang kekanak-kanaknya bicara,'mengapa dia tidak seperti teman-teman sepermainannya lain yang hidup enak', pernah ibu cerita saat dia bilang ke ibu,  'bu si xxx(teman kecilnya) nduwe klambi anyar, kok tak pikir terus ya..?' (bu, si xxx punya baju baru, kok aku fikirin terus yaa?)' 

    terkadang rasa ingin hidup enak menghampiri dia, namun kesederhanaan yang ada pada ibuku mengajarkannya untuk tabah menghadapi keadaan. lalu uswatun kecil tumbuh dalam ketabahan menghadapi gejolak yang ada dan pengalaman atas kesewenang-wenangan para orang kaya membuatnya bersikap untuk membenci mereka, seperti saat ibuku bertandang ke salah satu saudara jauhku yang kaya untuk meminjam uang karena saking butuhnya, saudaraku bersembunyi dan istrinya bilang kalau suaminya tidak ada, ibu ku tabah dan tidak pernah mengeluh akan keadaan keluarga, itulah yang slalu dijadikan teladan oleh kakakku ini, pernah juga ibu mencoba berjualan bakso di rumah karena keadaan, ditambah lagi kala itu sudah 3 kakakku yang lahir ke dunia. para tetangga pada ngebon / ngutang, tapi suatu kali saat ditagih ibu mereka berbohong dan mengaku kalau sudah melunaasi hutangnya, ibuku pun hanya pasrah dan menyerahkan semuanya pada Allah, dan kakakku tidak hanya diam, namun dia menjadikan keadaan itu sebagai suatu peringatan meskipun kala itu dia tidak sanggup berbuat apa-apa karena masih kecil.

      hari demi hari berlalu, tahun-berganti tahun, kakak-kakakku mulai bermunculan di dunia. dan keadaan masih belum berubah seperti semula. kakakku uswatun menjadi panutan bagi adik-adiknya yang masih kecil. dia tumbuh dalam suasana keakraban sebuah jalinan keluarga. dia mulai sadar akan keadaan yang memaksa dirinya untuk sabar menghadapi ujian dan bijak dalam menjalaninya penuh perjuangan.

     pernah suatu saat kakakku yang nomer 4 bercerita ketika dulu masih kecil, mereka bermain di salah satu rumah tetangga yang berada, kemudian tetangga itu menawarkan sate yang baru dibeli, namun mbak us menolaknya, dan kakakku yang ke 4 menerimanya karena masih kecil dan masih lugu,...

     begitulah kakakku, tumbuh dalam keteladanan dirinya sebagaimana tanggung jawab yang dipikulnya sebagai seorang kakak dengan banyak adik, juga sebagai seorang anak yang tidak bernasib mujur seperti anak-anak lainnya, yang dari situ dia menanamkan sifat pemurah dan penyayang kepada orang-orang miskin dan membenci orang kaya yang sewenang-wenang.

     lahir dari kehidupan yang keras, kakakku tumbuh menjadi seorang pejuang bagi dirinya dan keluarga, terbuktikan dari keberhasilannya masuk dalam perguruan tinggi negeri dengan beasiswa universitas atas prestasi yang dimilikinya, kemudian lulus tepat waktu dan berkerja sebagai tenaga bekerja di beberapa sekolahan, sampai akhirnya dia menjadi PNS dan terakhir dia mengajar di smp 3 negeri pecangaan, jepara.

     dari kesederhanaan pula dia menikah dengan pria sederhana dan menolak pria-pria kaya yang ingin menikahinya jua pria-pria yang mencoba mendekatinya karna tergiur dengan jabatan PNS nya, dia sangat peka dengan keadaan, sebagaimana kehidupan tlah mengajarinya.

      dalam pernikahan itu dia dikaruniai dua orang anak lelaki dan perempuan, dan diberi kelebihan rizki oleh Allah menjadi salah satu orang kaya di desaku, namun hal itu tidak merubah apapun yang ada di fikirannya termasuk prinsip hidupnya, malah kesempatan itu digunakannya untuk membantu  tetangga dan saudara terdekat yang membutuhkannya, banyak sekali cerita menakjubkan tentang kedermawanannya yang tiada orang lain bahkan keluarga sendiri yang mengetahui amalnya selain antara dia dengan orang yang dia bantu itu, pantas saja Allah memberikannya balasan di dunia atas kedermawanannya itu,

     sedikit kulukiskan kedermawanannya adalah dia selalu membeli pack-packan buku tulis di awal tahun pelajaran baru, kemudian dia membagikan ke tetangga dan saudara yang masih sekolah, kemudian beberapa diantaranya juga ditanggung semua biaya sekolahnya oleh kakakku, termasuk aku sendiri. dan dari perjalanan waktu yang ada ternyata dia memberikan beasiswa banyak sekali kepada orang-orang yang membutuhkan yang tinggal di sekitar sekolahan tempat dia mengajar,

     selain dermawan dia juga seorang yang taat beribadah, dia rajin shalat malam. dan dia dalah wanita yang perasa dan lembut, mungkin sebab itulah dia lebih sering bercengkerama dengan Tuhannya di setiap tengah malamnya. dan aku merasa sifat lembutnya itu menular pada diriku.

     kebijaksanaannya tak terhingga, entah darimana asalnya, bahkan bapakku kalah bijaksana dengannya karena bapakku tipe temperamen dan suka main tangan, sedang ibukku seorang yang sangat lembut dan pengertian, mungkin turunan dari ibuku, dan juga bahwa kakek, ayah dari ibukku terkenal sebagai lelaki yang sangat bijaksana, mungkin dari sana sifat itu menular ke mbakku. pernah aku geram karena bapakku sering mukul aku tanpa alasan arau penjelasan, mungkin karena waktu itu aku masih kecil dan belum tahu kesalahan yang kulakukan, setiap kali aku geram, kakakku slalu bilang gini,"wes meneng wae, nak ncen kuwe salah angger meneng, gak usah dibaleni meneh" (yasudah diam saja, kalau memang kamu salah biarlah kamu diam ketika dimarahi bapak, jangan diulangi lagi), itulah kata-kata terbijaksana yang kudapat dari kakakku itu, bahkan dia bisa mengajariku tanpa menyalahkanku ketika aku salah.

    kebijaksanaan yang lain darinya kudapati juga saat waktu itu aku lagi getol-getolnya 'bola', aku ingin sekali punya kaos tim sepak bola, dan aku berharap dibelikan kakakku ini secara cuma-cuma karena dia kaya, namun dia memintaku untuk menabung dulu dan kakakku akan menambahi uang tabunganku agar bisa untuk dibelikan kaos bola, selain itu, aku slalu dianjurkan untuk mempelajari dan sekolah di sekolah agama.

     meskipun taraf kehidupan mbakku meningkat, namun tetap saja cobaan mengalir disetiap waktu yang dia lalui, dia cukup tabah dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya, sebagaimana ketabahan ibuku dalam mendidiknya.

      waktu aku kelas satu smp, dia dan suaminya menunaikan ibadah haji dan dari situ titik mula kehidupannya mulai mengalami perubahan menjadi lebih baik, aku menyangka bahwa dia benar-benar mabrur. setelah kepulangannya dari tanah suci itu dia lebih rajin beribadah dan ujiannya pun kurasakan semakin berkurang, beberapa bulan kemudian pun dia akhirnya mengandung anak ketiganya, inilah mula takdir itu bicara.

     setahun setelah menunaikan ibadah haji, dan dari usia kandungannya menunjukkan bahwa saat kelahiran sudah sebentar lagi, entah kenapa aku bermimpi buruk kala itu, aku bermimpi bahwa kakakku ini meninggal dunia, ketika aku bangun aku mengira ini hanya bunga mimpi yang tidak perlu direspon lebih jauh lagi, belakangan baru kutahu bahwa ternyata hampir semua keluargaku bahkan teman kakakku mengalami mimpi yang serupa. dan satu hal yang kuingat dan masih kurasakan sekarang, waktu aku diajak ke mall karena anak kecilnya minta pergi ke mall, padahal usia kandungannya sudah tua kala itu, ketika tanganku digandeng saat menyeberang jalan mall, aku merasakan sesuatu yang berbeda dari pegangan tangannya itu, kutatap wajahnya tanpa kutahu ada apa dibalik itu, aku masih berumur kurang lebih tiga belas tahun.

    ada lagi ketika aku terbiasa bermain tenis meja bersama kakak2 lakiku juga teman-temannya di rumah kakakku ini setiap malam minggunya sampai larut malam. selesainya aku bermain aku disuruh mandi dan aku diberinya baju dia sambil berkata "iki enggonen, nak aku gak ono seng ngenggo sopo??"(ini pakailah, kalau aku sudah tiada nanti sapa yang memakai??",

    begitulah, sampai malam pertama ramadhan dia belum diijinkan bercengkerama dengan bulan suci itu karena dia sudah mulai tinggal dirumah sakit dengan hati yang sakit karena sehari sebelumnya dia diberitahu oleh dokter bahwa bayi kandungannya telah meninggal dalam kandungan, proses persalinan yang sulit karena besarnya bayi membuat dokter memutuskan untuk operasi sesar setelah sehari sebelumnya seluruh tenaganya terkuras habis saat berusaha melahirkan normal. setelah operasi lancar, dan beberapa hari dirawat di rumah sakit, pagi itu dia meninggalkan kita setelah kejadian yang wallahu a'lam membuat dia memenuhi kehendakNYA. semua keluarga benar-benar terpukul dan menangis tertahan berusaha memahami keadaan ini dengan manusiawi tanpa melanggar batasan agama.

     sore itu dia dikebumikan dengan ratusan pelayat ikut mengantarkannya ke pemakaman. banyak sekali yang datang menghadiri, termasuk 'tamu tak diundang', beberapa ibu beserta anaknya yang datang jauh-jauh dari jepara dan mengaku bahwa dia adalah orang tua asuh anak mereka, subhanallah.

     ada lagi cerita tentang orang-orang yang menggotong kerandanya, bahwa mereka tidak merasakan berat padahal kakakku ini orangnya gemuk.

     dan satu lagi cerita yang membuat sanak saudara tercengang. dia merekam wasiat beberapa minggu sebelumnya ketika suaminya pergi shalat di masjid. Allah memberitahukannya sebelumnya, sebagaimana kejadian atas wafatnya kakekku dulu. dia benar-benar tau bahwa ajalnya telah dekat. dan itu memecahkan teka-teki sebelumnya.Allahu akbar.

     kini telah lama ceritanya berlalu tanpa kita bisa untuk menghapusnya, aku telah tumbuh dengan dewasa begitupun anak-anaknya, terkadang aku mengkhayal saat dia kembali ke dunia ini dan melihat aku telah dewasa, dan kakak2ku yang dulu masih remaja sekarang sudah menjadi bapak. terkadang cerita-cerita ajaib setelah kepergiannya pun masih ada, dan aku tidak hendak menafsirkannya berlebihan karena takut fitnah. seperti cerita istri-istri kakakku yang dalam mimpi mengaku pernah bertemu dengan kakakku ini sesaat sebelum pernikahan dengan kakakku, padahal istri-istri kakakku ini belum pernah mengenalnya, dan baru kaget ketika melihat foto kakakku ini, dan bercerita bahwa sebelum menikah, dia pernah bermimpi bertemu kakakku ini dalam mimpi, wallahu a'lam bisshowab.

       beginilah dunia, ada pertemuan, ada juga perpisahan, tiap kali aku bertakziah aku sempatkan mengunjungi makamnya dan mendoakannya, tkadang air mata tak sanggup bersembunyi saat memandang nisannya yang masih utuh bersih meski sudah belasan tahun. aku berharap perpisahan ini pun untuk sementara, semoga kita dipertemukan lagi ditempat paling istimewa, syurga. teladanmu kan kuingat dan eladani juga kuajarkan pada anakku kelak insyaAllah, mbakku, uswatun hasanah.


2 comments:

Siti Fitriah said...

kuhanya bisa berdo'a kaulah teladan berikutnya untuk saudaramu, keluargamu, dan sekitarmu, amiiinn

Darkness Prince said...

amien ya Rabb, jazakillah, terima kasih ;)

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--