Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, August 27, 2011

secangkir kehidupan

     aku ingin menulis semuanya tentang kehidupan, namun rasanya hidupku sendiri tak mampu menuangkan warna estetikanya karena begitu banyaknya noda, aku ingin menceritakan sebuah kisah kehidupan seseorang, namun aku takut itu tak seperti aslinya. maka biarlah aku mengkritisi kehidupan, yang telah melalaikan manusia termasuk aku dari tujuan. aku ingin melontarkan keseriusan, ditengah canda tawa dunia yang melalaikan, ijinkan aku bicara, meski dengan setengah nyawa.


    dunia muncul di hidup kita seperti sangkar madu tempat kita bernaung dalam fase baru setelah sebelumnya dalam rahim bunda. seperti sebuah taman bermain, dunia menampakkan kasih sayangnya lewat kebahagiaan kebahagiaan yang terajut dalam permainan kecil yang kita rasakan semenjak bayi sampai kanak-kanak, lalu kita mengingatnya sebagai pusat keindahan dan syurga kehidupan,

      namun betapa kagetnya kita ketika kita menyadari bahwa dunia melenakan kita dari misi di dunia, kita menangis histeris namun di kedua tangan kita masih menggenggam gumpalan racunnya, yakni nafsu dan perasaan. maka seperti seekor anjing yang tlah dilatih dengan baik, ketika kita di imin-imingi dengan kenikmatan nafsu dunia, kita usap penyesalan ini dan segera berlari meluapkan segala nafsu kita ditengah gemerlap dunia yang sebenarnya menyakitkan, harta, syahwat, obsesi, dan buaian-buaian nafsu lainnya tlah memejamkan kita dari tanggung jawab diri, yaitu beribadah kepadaNYA.atau tentang perasaan kita, pada seseorang yang kita cintai, pada ketidak tegaan pada orang lain, atau pada hak-hak asasi yang menurut kita harus kita hormati, mau gak mau kita lebih memilih untuk mengambil kata hati kita daripada menjawab tuntutan syariah atas diri kita yang seharusnya kita bisa diatur rapi olehnya, namun lagi-lagi kita diem dan melupakan tangis penyesalan yang tadi sempat mencerahkan. lalu dengan prinsip yang rapi engkau tlah memposisikan diri sebagai hamba syetan yang sejati,"hidup hanya sekali, nikmati sebisa mungkin"

     inilah secangkir kehidupan, dari teko rahmat Sang Pemberi Keselamatan, dengan kasih sayang Allah kita dilahirkan penuh mesra dibimbing dua malaikat penuh cinta, yakni kedua orang tua, dengan rahmat dan karunianya kita diijinkan untuk dewasa agar sanggup memaknai posisi dan hakikat yang sebenarnya, namun ternyata kita melupakannya, atau kita tahu dan beranggapan bahwa masih ada sisa umur untuk kembali kepada jalanNya..???inilah secangkit kehidupan, yang dengan menyeruput kesegaran airnya kita tak tahu sampai mana tetesan terakhir kan sirna,,,

      secangkir kehidupan, maka seharusnya kita menikmati itu seperti para penikmat teh atau kopi saat pagi. menyeduhnya dengan pelan dan penuh ketenangan, meminumnya penuh kehati-hatian pada kali yang pertama agar tahu seberapa panas ini kuat di bibir kita, lalu tenggakan demi tenggakan lembut kita lakukan tanpa ketergesaan yang menyedakkan, dan tanpa berlama-lama sehingga dingin tak lagi nikmat. maka nikmatilah hingga tetesan yang terakhir, maka anda akan terpuaskan meski hanya secangkir.

       hidup ini hanya sekali dan singkat sekali, maka sangat merugi jika yang singkat ini kita melaluinya tanpa merasakan kenikmatan yang benar-benar menggiurkan, yaitu kecintaan kita pada Allah yang menjadikan kita taat dan patuh pada perintahNya sehingga kitapun dicintai Allah dengan memberikan kenikmatan yang sama dengan manusia lainnya, namun mempunyai derajat dan esensi yang berbeda. yang menjadikan kita menjalani kehidupan ini dengan penuh keringanan dan kebahagiaan, meski dengan sedikit materi.kita menjadi hamba yang berhati kaya..inilah sang penikmat sejati...!!!

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--