Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, July 17, 2011

Sedingin Embun Pagi

sedingin embun pagi, yang menetes membasahi hijau dedaunan bumi, terasa segar dan menentramkan hati. satu masa transisi yang begitu sempurna  dari kegelapan malam yang menarik para manusia bumi untuk tidur berselimut mimpi menuju pagi cerah yang membangkitkan suasana hati untuk beraktifitas lagi, bekerja keras, belajar tekun, dan bergerak...!!!


begitulah aku mencoba menganalogikan jiwa kita sebagai embun pagi, meskipun tubuh kita tidak mengalami metamorfosa seperti tumbuhan lainnya, namun setidaknya jiwa ini sanggup untuk mengubah suasana hati menjadi lebih baik, dari yang sebelumnya lesu menjadi semangat, malas menjadi rajin, gundah menjadi tenang, atau malah sebaliknya, itu semua bisa terjadi tergantung bagaimana kita berusaha mengubah semua yang ada pada diri kita,

kita tahu bahwa dunia tidak pernah bisa memberikan keadilan bagi penghuninya, disaat manusia sedang rakus mengeruk kekayaan energi, alam hancur dan tak terkendali, begitu pula dengan hubungan antar manusia, ada yang menindas, ada yang tertindas, ada yang diatas juga ada yang dibawah, semua itu tak luput dari skenario yang Maha Kuasa, tergantung diri kita menyikapinya. apakah kita hanya diam saja atau kita berbuat sesuatu untuk kebaikan diri kita.

sedingin embun pagi, ketika manusia sadar akan jati diri, lalu berusaha bersimpuh dan kembali pada hakekat yang ada, berusaha menjadi yang terbaik di dunia, dan mempersiapkan segalanya untuk bekal akhirat nantinya, merubah gaya hidup dan sudut pandang berfikir atas apa yang ada sebagai ideologi yang dijunjung tinggi atas dasar prinsip yang ada, berbuat baik terhadap sesama dan alam, menikmati indahnya kesederhanaan dan kebersamaan. jika setiap orang mengaplikasikan itu semua, maka dunia ini akan puas menikmati masa tuanya.

semuanya dimulai dari keyakinan yang benar, bahwa ada satu dzat yang slalu mengawasi kita, yang dengannya kita bisa selamat dari kesusahan dan menjadi orang yang beruntung. yaitu Allah, lalu kita mengimaniNya sebagaiman yang Allah dan Rasulnya ajarkan, ketundukan yang berbuah kelembutan, bagaimana tidak, setiap kesusahan, kesempitan, dan cobaan akan bermakna baik dan diganti oleh Allah nantinya, bersikap tenang dan wajar menghadapi dunia ini, tidak takut miskin, tidak takut mati, dan tidak takut terhadap segala sesuatu kecuali Allah, yakin bahwa segalanya tlah diatur olehNya sehingga dia memfokuskan hidupnya hanya untuk beribadah dan mengabdi padaNYA, hanya padaNYA,,siapa yang tidak segan dan gentar berhadapan dengan orang seperti itu kawan..??? yang berjalan dimuka bumi ini dengan kesederhanaan konsep dan fikiran, 'apa yang diperintahkan Allah kita jalankan, apa yang dimurkai Allah, kita jauhi..', ketika ada sesuatu dia mencari petunjuk pada alQur'an dan asSunnah, bagaimana menyikapi ini, bagaimana menyikapi itu, lalu kerjakan..taat...tanpa berfikiran ah,,kalau begini nanti bisa begini...ah...bagaimana kalau begitu....tidak, dengan kemantaban keyakinan dia hanya melaksanakan apa yang Allah suruh kerjakan dan menjauhi apa yang Allah larang, meskipun semua orang mencela, meskipun semua manusia merendahkan, bahkan diteror dan dimusuhi, dia tenang saja...karean dia yakin ada Allah disampingnya...subhanallah,,,adakah yang lebih hebat dari itu???

benar kawan tak ada yang lebih mulia dari orang seperti itu, dia menganggap dirinya ini lebih berharga dengan Islam yang tertancap di dadanya sehingga tidak gentar ketika di iming-imingi uang ratusan juta meskipun hanya untuk kebohongan yang kecil, manusia yang merasa betapa kaya nya dia Bersama Allah disampingnya sehingga dia membelanjakan hartanya meskipun secara manusiawi dia termasuk orang-orang yang kekurangan, manusia yang merasa bahwa dia hanyalah seorang hamba Allah yang berusaha menawarkan dirinya ketika di dunia untuk dibeli Allah dengan ganjaran syurga di akhirat kelak sehingga ketika datang panggilan untuk berjihad dia rela berangkat tanpa sedikitpun memikirkan dunianya. adakah yang lebih mulia dari orang-orang seperti itu???

lalu bagaimana kita bisa menjadi manusia hebat seperti itu,??? ya kita pelajari islam secara seutuhnya dan apa adanya. sebagaimana yang diterangkan dalam alQuran dan sunnah Rasulullah saw, tanpa mengakalinya dengan keinginan manusiawi ataupun akal kita,,,akal kita terlalu dangkal teman untuk memperlajari ilmu Tuhan, kita disuruh mendengar dan mentaati, itu saja...terlalu mudah bagi kita untuk melakukan semua itu namun juga terlalu sulit untuk kita yakini seyakin-yakinnya, karena kita punya akal, nafsu, dan musuh...yaitu iblis dan bala kurawanya dalam bentuk jin dan manusia. lalu yang menjadi pertanyaan adalah sudahkah kita Islam dengan sesungguhnya sehingga seperti embun di pagi hari????

semua itu memang terasa berat ketika dunia tidak berpihak pada kita teman, maka benarlah bahwa hidup ini adalah ujian.kita tak akan selamat dari bisikan, hasutan dari musuh-musuh Allah yang dilakukan dengan berbagai cara,.beranr teman.syurga itu mahal...
semoga kita mau berfikir dan merenungi apa yang seharusnya kita fikirkan dan renungkan..karena penyesalan di akhirat lebih dan sangat kejam daripada penyesalan di dunia,,,semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung..amien...

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--