Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Thursday, May 5, 2011

TenTang SeSeoRaNg..

    aku ingin bercerita tentang seseorang,, seseorang yang tlah menggoreskan tinta putih di kehidupanku yang sebelumnya hitam dan penuh kekosongan, lalu mengayaknya sehingga menjadi penuh warna.. seseorang yang meremas hidupku yang terkotak-kotak menjadi penuh bentukan meskipun tak beraturan, tentang seseorang yang sanggup membuatku menjadi penuh tanda tanya dan tanda seru, tanpa ada titik dan koma yang menghalangi cerita indah ini. tak sanggup aku menguraikan klise ini satu-persatu, aku hanya ingin menggoraskan sketsanya, sebagai sebuah kenangan manis-asam tentang aku dan dia, tiada harapan, tiada upaya. hanya sebuah kilas balik, tanpa tujuan.

     entah mulai dari mana akan kumulai cerita ini, mungkin akan kuturunkan pena lalu mulai kugerakkan tinta ini pada masa kecilku, waktu itu umurku masih dalam hitungan jari. aku  masuk ke salah satu TPA, atau Tempat pendidikan Alqur'an di dekat rumahku, tidak terlalu jauh, tapi ada jalan raya yang memotong jarak antara rumahku dengan sekolah ini.

      dan itulah awal perkenalanku dengan dia, cewek imut yang banyak tingkah, cerewet, dan usil. sering mengganggu temannya yang sedang menulis, sering menyembunyikan bolpen, saling mengejek dan kejar-kejaran. entah di mana rumahnya kala itu, aku tak tahu, sepeda kecilnya yang dipakai ke sekolah sore bersama kedua kakaknya membuatku berfikir bahwa rumahnya cukup jauh, seiring perjalanan waktuku di TPQ itu bersama dia dan teman-teman kecilku lainnya, belajar dan bermain dengan keceriaan masa kecil, sangat kecil, hingga aku tak begitu memperdulikan semuanya, hanya bermain dan bermain.namun aku tidak sadar, ternyata ada sebuah bekas potongan moment yang menggantung antara diriku dan dirinya,ketika kita berpisah seiring berakhirnya masa kita di TPQ itu, aku fokus untuk belajar di sekolah dasar dan dia pun begitu, hanya aku tak tahu dimana dan kemana dia. semula aku tak paham semua itu.


     ternyata simpul ikatan yang menggantung di belakang kita itu masih sanggup berkait kembali satu sama lain, suatu ketika ayah memintaku untuk berpindah sekolah dari sekolah dasar negeri ke sekolah yang berbasis agama,setelah beberapa tahun tak bertemu, sosok kecil itu kembali mengukir pelupuk mataku dengan keadaan yang sedikit berbeda, namun masih dalam frame masa kecil. di baris ke empat di dekat jendela itu, aku mengenalnyalnya lagi dengan sebagai salah satu siswi berkerudung di sekolah ini. pertemuan yang tak disangka-sangka. awal episode yang indah.

     aku masih agak malu-malu dengannya,dia pun masih setengah mengingatku. lalu seiring berjalannya waktu, kita digariskan mengisi masa kecil kita bersama. mengayuh sepeda kecil kita beriringan menembus desiran angin sawah yang tampak ceria melihat tawa canda kita berdua, atau terkadang kita sengaja berbelok arah dan menuju ke pasar rakyat yang diadakan setahun sekali menjelang ramadhan. sekali lagi, belum ada cinta..hanya masa kecil yang saling berpautan selama tiga tahun ini.

     masih lekat difikiranku saat kita berkejar-kejaran dengan teman-teman lainnya di lapangan luas depan sekolah kita saat les terakhir di sore hari mempersiapkan ujian terakhir besok. seolah tiada satu kerutan kesedihanpun terlihat di dahi kita. kita berlari-lari penuh intuisi langit dan tertawa bagaikan sepasang kelinci di padang rumput yang luas,

      ada satu kenangan manis yang selalu menempel erat difikiranku seolah tak rela untuk kulupakan, ketika kita duduk di bangku kelas enam, aku sebagai ketua kelas kala itu, di hari ulang tahunku, kado misterius yang tiba-tiba ada di salam tasku membuatku sangat surprise dan sangat surprise,. kado yang kali pertama aku dapat sepanjang hidupku, kutulis rapi dalam diary masa kecilku, sebagai momen indah dari sang misterius, meski sampai sebelas tahun ini aku belum menemukan siapa pemilik sesungguhnya, namun aku berprasangka itu adalah dia, terima kasih.^^

      perpisahan kedua kurasakan lagi, ketika pendidikan dasar kita selesai dan masing-masing melanjutkan pendidikan ke sekolah yang berbeda, dia melanjutkan di sekolah umum negeri, sedang aku di sekolah islam negeri. entah kenapa aku merasa ada yang terlewatkan setelah perpisahan kita. meskipun hampir setiap tahun kita berkumpul lagi bereuni sambil bersilaturahmi di guru sekolah dasar kita saat hari raya, namun tetap saja. tidak seperti yang lalu.

       dari hari hingga minggu berganti penuh urutan, hingga bulan dan tahun ikut mengiri, kita tumbuh dalam keremajaan, dengan kepribadian yang mulai terbentuk. dia melanjutkannya di sekolah favorit, dan aku di sekolah islam terpadu.hampir kita jarang bertemu, karena aku tinggal di asrama,namun meski jauh. dia masih saja selalu dalam fikiran, aku takut terjebak dalam perasaan pertama. jatuh cinta. entah kenapa selalu ada perasaan 'ggrrr' dan grogi ketika kita saling bertemu dan bersalam sapa, meskipun aku menutupi perasaanku dengan mencandainya juga teman yang lain, namun aku kalah dalam menutupi perasaanku sendiri. teman kecil itu serasa istimewa, dan aku tetap mengistimewakannya meskipun sering kali terdengar kabar dia sedang merajut hubungan kasih dengan lelaki ini dan lelaki itu, aku seolah gila dengan perasaanku sendiri..ada cerita menarik dari ini, suatu ketika saat aku sedang dalam pertimbangan memilih sekolah mana, aku berazzam untuk memilih satu sekolah dengan alasan dia, lalu kutulis dalam selembar kertas dan kumasukkan dalam amplop, sampai sekarang. tulisan azzamku untuknya 7 tahun lalu tersebut masih ada dan kusimpan meskipun mulai memudar tulisannya. tiap kali aku pulang di rumah, kusempatkan untuk membacanya sambil tersenyum sendiri, melihat jejak perasaan remajaku kala itu..

      sekarang kita telah beranjak dewasa, tiada lagi klise-klise merah jambu masa remaja yang begitu berwarna, aku telah memilih jalan hidupku sendiri, dan begitupun dia, kita masih berkomunikasi lewat sms meskipun tidak intens, masih ada sedikit sisa kenangan yang membuat kita selalu dekat, terbuka untuk saling curhat dan menasehati. aku hanya berharap, suatu saat nanti dia benar-benar menjadi bidadari untuk suami pilihannya.. dan aku menjadi pangeran untuk istriku sendiri nantinya.

1 comments:

Siti_Fitriah said...

emmmm, sush wat d ungkapin.., jdi kfikiran jga ma msa kcilku dlu...
qm tau?
aq smbil ktwa2 kcil ..., hehe

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--