Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, May 15, 2011

merangkai mimpi dalam 3x4 meter??

      4 tahun lalu, ketika ijasah kelulusan SMU telah ada ditanganku, aku bersikeras untuk kuliah di luar kota, meskipun hampir semua keluargaku tidak mengizinkan, entah urusan biaya lah, pergaulan lah, dan alasan-alasan lainnya, karena dibalik bersikerasku ini tersimpan tekad yang begitu kuat untuk merubah pandangan hidupku, merubah jalan hidupku, karena aku tahu masa kecilku tidak lebih dari sebatas rumah dan sekolah. aku tidak pernah tahu bagaimana dunia luar itu yang orang sering mengatakan liar, aku ingin seperti teman-teman lain yang sudah sering berjimbun dengan keadaan diluar, aku bosan dengan kehidupan rumahan, karena aku seorang pria, bukan wanita.


    aku menolak untuk kuliah di kotaku sendiri meski dengan iming-iming apapun, karena aku tahu, hidupku nanti juga tak lebih dari sebatas kuliah rumahan, alias kuliah-pulang-makan-tidur. dan aku sudah benar-benar bosan dengan itu, apalagi ayah tidak pernah puas dengan yang aku raih dan miliki, di rumah hanya bersitegan dan beradu mulut. karena ayahku seorang yang keras dan aku seorang anak terakhir yang tumbuh dalam kemanjaan juga pengekangan , penuh peraturan, hingga dulu aku bingung mau kukemanakan masa depanku kalau hanya menuruti apa kata mereka...

       dan dulu akhirnya aku bisa keluar dari dunia kecilku, aku kuliah di salah satu universitas swasta di solo. meskipun dengan syarat ini dan itu. lalu aku mulai mengukir dan merancang masa depanku dengan baik. aku masuk ke dalam beberapa organisasi, dan aku bebas mengekspresikan diriku sendiri dengan penuh kebebasan, dan dari situ aku merasakan bahwa aku sebenarnya mempunyai potensi yang luar biasa.

       di awal-awal kehidupanku diluar ini aku telah menjadi ketua divisi di salah satu organisasi yang aku geluti, dan prestasi kuliahku pun mulai nampak.aku menjadi salah satu mahasiswa yang disegani di kampus, namun ketika aku kembali ke rumah, tidak ada respek yang begitu berarti dari keluargaku, tidak ada komentar apapun tentang prestasi ini, sama saja, aku dirumah tetaplah sebagai anak yang manja dan pemalas, aku agak meredup kala itu..namun kucoba untuk tekan...

      di awal-awal perkuliahan aku masih sanggup menikmati perjuangan dalam kesederhanaan, namun ketika perjuanganku ini seolah tak ada artinya bagi mereka, aku merasakan hidup diluar ini kembali menjadi berat dan menyakitkan.. apalagi ketika tidak ada pengertian tentang kebutuhanku, aku semakin kalut..kekhawatiran mereka terlalu besar, ketika aku bilang aku butuh kendaraan, mereka berfikir aku minta kendaraan agar bisa jalan-jalan dan melupakan kuliahku, aku disuruh benar-benar hidup prihatin, entah ini dari rasa manjaku atau fikiran logisku, tapi aku merasa ini sangat berat..lalu harapanku untuk memperbaiki mindset ku menjadi lebih baik itu pupus, aku menikmati perjalanan hidupku disini tanpa arah, tanpa tujuan...planning yang kubuat kusobek-sobek dan kubuang ke tempat sampah, mungkin aku pun nantinya menjadi sampah.

      prestasiku lambat laun turun dan semakin rusak, dulu yang ketika ada tugas aku selalu menjadi target untuk dimintai jawaban, sekarang aku berbalik menanyakan tugas ke mereka, aku menjadi pasif di kelas, seperti orang goblok. untuk berangkat ke kampus pun rasanya berat, karena harus berjalan melewati panas yang segitu panasnya di sepanjang jalan menuju ke kampus, yang dibilang tidak dekat, bahkan sangat jauh, semua teman yang mengantarku ke kos sependapat dengan itu. bahkan ketika aku mencoba membicarakan masalah ini di rumah, tanggapannya begitu membuatku kalut, jaraknya tidak begitu jauh lah, manja lah...aku gak habis fikir apa aku memang manja sedangkan teman-teman ku yang melihat keadaanku begini hampir tidak percaya dengan ini..

      ya,,mungkin aku memang manja, dan sebagaimana mindset manjaku, aku takkan meminta apa yang tak ada, aku tak mengharap apa yang tak bisa kudapatkan..ketika aku melihat motor di rumahku yang jarang terpakai, hampir-hampir aku ingin menyulutnya dengan korek api..

      aku tahu hubunganku dengan ayah tidak pernah sedekat anak-anak lainnya, mungkin karena dari kecil aku selalu dipukuli dan dimarahi, bahkan sampai aku beranjak dewasa, terkadang ketika aku melihat salah seorang temenku sedang mengobrol akrab dengan ayahnya  di telpon, aku hanya tersenyum karena untuk duduk satu bangku dengan ayahku saja terasa berat, mungkin karena dari kecil mindsetku terbentuk dari kebiasaan bahwa ketika ayah mendekatiku, pasti bliau hendak memukul atau memarahiku, jadi terkadang secara spontan aku langsung beranjak pergi ketika ayahku datang, meskipun hati kecilku tidak menginginkan itu.sebenarnya semua kakakku merasakan semua itu, namun karena salam masa pertumbuhan mereka, mereka berani memberontak sedangkan aku selalu nurut karena aku orangnya penakut dan nurutan, psikisku terbentuk seperti ini, bahkan sampai diambang pintu kedewasaan yang sebenarnya harus dibuang, namun cacat psikis seperti ini sulit untuk dihilangkan.

      dan sekarang semuanya sudah hancur...!!! dan ketika aku sudah jatuh dan terpuruk seperti ini, kakak-kakakku baru kelihatan perhatiannya padaku, sehingga aku menjadi merasa semakin berdosa, dulu aku merusakkan diri karena mereka acuh padaku, tapi sekarang ketika aku sudah hancur, mereka menampakkan perhatiannya, sedangkan aku tidak sanggup mengembalikan keadaanku...kalut, berdosa, hah..!!!!!!!!

merangkai mimpi dalam 3x4 meter.

     ini bukan luas kuburan atau apa, ini adalah luas kamarku yang menjadi naunganku selama ini, ketika aku tidak bisa pergi kemana-mana, bahkan untuk keluar cari makan, maka disinilah tempatku menghibur diri, dengan laptop kesayanganku satu-satunya yang selalu kuhidupin, sampai-sampai teman-teman kosku mengatakan laptopku ini sebagai pacar tersayangku...mungkin memang aku kurang bersyukur, tidak sanggup menahan rasa sedih ketika melihat orang-orang lain bernasib mujur, bisa bersenang-senang dan menikmati hidup mereka dengan kegembiraan, sedangkan aku merana dengan segala tuntutanku disini, sampai membuatku stres dan fikiranku kembali menjadi seperti saat ABG dulu, tiada kedewasaan, tiada kebijaksanaan,,aku seolah rela merusak hidupku sendiri, dan aku tak tahu mengapa aku setega ini dengan diriku sendiri..karena biasanya orang lain merugikan orang lain untuk/karena dirinya sendiri, tapi kalau akau merugikan diri sendiri karena mereka.hmmh..aku memang aneh....

      untuk orang-orang terdekatku, maafkan jika aku tidak mau mengerti kalian ketika kalian tidak mau mengerti tentangku, maafkan ketika aku tidak sanggup membanggakan kalian karena kalian tidak perhatian, maafkan jika kalian tidak bisa mengandalkanku karena aku berfikir kalian tidak bisa kuandalkan...aku terlalu beruntung untuk dianggap manusia dan aku sulit untuk mengerti semua ini...tapi inilah aku..........

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--