Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Friday, April 15, 2011

SeBuah KeJeLaSaN...

     pernah suatu kali aku berfikir meskpun sangat jarang sekali ni otak dipake, saking jarangnya hingga sulit untuk berfikir,,,hmm..aku berfikir begini,' kalau aku sudah berkeluarga dan punya anak, aku mau pindah ke amerika saja ahh...' hehe..memang rada aneh kalo ke Bali aja belum pernah, masak pengen ke Amerika, pertanyaan yang logis pasti, pake uangnya sapa baaangg..???(yeee..kali aja sepuluh taon lagi jadi milyarder..amiennn), ada pertanyaan lagi ngapain kesana, disitu kan bukan negeri muslim, ntar gimana pendidikan anakmu dan perkembangan mereka, bisa-bisa jadi sekuler...??? nah kalo pertanyaan yang ini mulai ada titik terang..pendidikan anak...kenapa gak di Indonesia aja ya...kan udah negeri Muslim(sebenarnya masih kontroversial untuk menentukan itu..), mayoritas penduduk beragama Islam, banyak sekali lembaga-lembaga pendidikan Islam..trus apa lagi..???

    Moral, yah..itu alasan pertama kenapa aku pengen pindah ke Amerika atau negara Eropa lainnya, pendidikan moral adalah satu hal yang sangat penting untuk diterapkan pada pendidikan permulaan sang anak. yang nantinya akan melandasi bagaimana perkembangan anak seharusnya. dan satu-satunya cara mendidik moral anak yang paling efektif adalah dengan memberikan figur yang baik dan benar. karena hal yang paling berpengaruh dalam perkembangan psikologi anak adalah masalah sosial, lebih tepatnya adalah lingkungan. jika lingkungan itu baik, maka secara pasti InsyaAllah sang anak tumbuh dengan baik, begitu pula jika sang anak tumbuh dalam lingkungan yang buruk, maka sudah dapat dipastikan sang anak akan seperti lingkungan itu. lingkungan disini adalah sesuatu yang bisa mempengaruhi dari luar, seperti keluarga, sekolah, teman bermain, dan lain-lain.

    lalu bagaimana dengan Indonesia, tidakkah dengan banyaknya nilai-nilai keislaman disini akan mendukung perkembangan baik sang anak??? yaa..tapi untuk figur yang baik itu belumlah sampai pada taraf yang benar, dengan keadaan konstruksi sosial yang seperti ini sang anak akan semakin ragu pada kebenaran dan akan selalu kebingungan dan ragu untuk meyakini sesuatu..bagaimana tidak, di Indonesia banyak sekali kasus yang 'lucu', seorang yang dianggap kyai tega memperkosa muridnya, seorang aktifis terjerat kasus korupsi, seorang pejabat muslim menonton video porno di ruang sidang, seorang hartawan menindas rakyat miskin,, atau seorang polisis yang diahrapkan mampu mengamankan masyarakat malah dijauhi masyarakat karena seringnya memalak warga di jalan dan asal memenjarakan orang.

    sebaliknya, di ranah yang lebih ke bawah, banyak orang-orang miskin yang berbaik hati, sehingga kebenaran tidak terlihat sebagai kebenaran karena orang-orang yang dianggap mempunyai nilai kebenaran tidak memakai kebenaran itu sendiri, akhirnya runtuhlah para figur-figur yang seharusnya dijadikan teladan, lalu apalagi yang akan dicontoh oleh seorang anak?? sedangkan seorang ustad yang dikenal memiliki ilmu agama yang tinggi juga berkelakuan baik malah di jebloskan ke penjara dan pondok pesantren dituduh sebagai pusat terosisasi...bisa-bisa anakku nanti bilang, 'yang benar-yang mana pah?? lha yang pernah kesangkut tindak pidana bisa keluyuran kemana-kemana, sedangkan seorang muslim yang taat gak berani kemana-mana(karena takut disergap n dijebloskan ke penjara dengan tuduhan terorisme).

     di sisi lain lagi, banyak aliran-aliran sesat yang dikukuhkan sebagai bagian dari HAM, tapi para muslimin yang menuntut HAK keyakinan yang diracuni kemurniannya ditangkap dan dijebloskan penjara karena dinilai merusak kerukunan beragama. bisa-bisa sang anak jadi gila karena saking bingungnya menentukan mana yang benar-dan mana yang salah. karena di Indonesia benar-benar 'nothing is imposible' yang benar bisa jadi salah, yang salah bisa jadi benar...karena tidak ada yang tidak mungkin..

    sedangkan di Amerika, terlepas dari apapun, seorang warga negara amerika yang baik akan baik juga pada tetangganya, pada teman-temannya, sedangkan yang rusak juga bisa terlihat dari luarnya..setidaknya disana tidak ada 'kamuflase' kebenaran sehingga kita bisa memberikan contoh kepada anak kita 'ini loh kelakuan yang baik itu, itu loh kelakuan yang salah itu'..sedangkan kalau di Indonesia hari ini terlihat bershodaqoh di masjid, besoknya terjerat korupsi, setidaknya sebuah hiprokitisasi mempunyai pengaruh dlam pendidikan anak, mereka jadi pandai berbohong dan tidak takut dosa, karena mereka melihat lingkungan mereka seperti itu...nah...

     sebenarnya saya tidak menuduh seseorang secar personal, atau institusional pribadi, ini hanyalah sebuah gambaran bagaimana ketidaktegasan berujung pada kerancuan aturan hidup, lebih dalam lagi menyangkut idealisme dan ideologi.. jika kita seorang muslim, hiduplah sebagai muslim sejati, karena dari situlah kita akan dikenal. sesungguhnya Islam itu agama yang benar-benar sempurna, namun sayang, ummatnya lah yang merusaknya sendiri. maka sebelum anda menyesal karena kesalahan mendidik anak anda, didiklah diri anda sendiri sebagai mana prinsip yang anda junjung ini.....

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--