Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Thursday, April 14, 2011

MenCoBa MeMbeRonTak..

entah mau kuawali darimana tulisanku ini...aku seperti tengah berada di kesunyian yang panas.
jariku menari mengukir tulisan ini saat tubuh bongsorku masih bersimbah keringat dan memanas, ku coba untuk mendingiknanya dengan lantai kamar ini...aku bersimbah keringat bukan karena habis bertengkar, kawan..aku bersimbah keringat bukan karena habis SPA, seperti orang kebanyakan. namun baru saja aku mengukur teriknya matahari tepat di tengah siang seperti ini, mengukur langkah demi langkah dengan gontai dan malas, bahkan jaket pemberian ibuku yang sedang kupakai tak mampu menahan panasnya siang ini, ransel yang berisi buku-buku kuliah semakin menambah porsi keringat yang keluar dari tubuhku, hanya topi cokelat lamaku yang sedikit menahan wajah legamku dari sorotan matahari, namun tetap saja udara panas tak segan menepuk2 pipiku dengan santainya..
.
beberapa menit tadi, seorang mahasiswa bodoh pulang kuliah berjalan kaki ratusan meter dengan gontai, dengan kepala menunduk tertutupi topi dan kedua tangan merapat ke pipi..menghindari panas siang ini, sedang di sampingnya para mahasiswa bersliweran dengan motor-motor mereka, berdandan rapi memboncengkan ceweknya dengan penuh percaya diri.
hampir-hampir menabrak sang mahasiswa yang sedang berjalan menikmati panas di pinggir jalan ini...melewati jalanan yang ramai, melewati persawahan yang hijau, melewati warung-warung makan yang mengernyitkan ludah ditenggorokan. hanya sapaan ibu gembala tua saat melintas membuatnya harus mengangkat muka dan bersenyum sapa.,entah mulai kapan saling mengenal. mungkin hanya dia yang setiap paginya berjalan kaki, dan gampang untuk dikenal. namun itu hanya sekilas. kemudian dia kembali bergerilya dengan panasnya..

ironis, perjuangan yang menyesakkan batin, bahkan teman-temanku yang terkadang menawariku boncengan tak percaya kalau aku jalan kaki sejauh ini antara kampus dan kosan. aku hanya tersenyum..juga saat aku dirumah saudara-saudaraku menggodaku kenapa sekarang semakin menghitam kulitku..dan akupun hanya tersenyum..namun dengan hati yang panas,,,ingin rasanya suatu saat ketika mereka mampir ke kampusku, kan kuajak berjalan kaki dari kampus sampai kos...agar mereka tahu,,bagaimana rasanya semua ini..namun tak ada guna aku meluapkan semua keluh kesah keadaan ini, sedang mereka hanya akan berkomentar,tiada hasil apa-apa..

aku sangat dekat dekat ibu, dan sangat jauh dengan bapak..aku pernah mengeluhkan hal ini dan ibuku malah seperti  menderita, dan aku kapok untuk menceritakannya lagi..lalu aku berusaha menaikkan berat badanku agar ibuku berfikir aku nyaman hidup di kota orang ini.pernah ibuku bertanya kenapa memilih kosan yang jauh, tidak yang dekat saja. aku ingin menceritakan bagaimana pergaulan di dekat kampus ini, dan aku lebih memilih kosan yang islami walaupun jauh,,namun aku tidak berani bercerita...karna ibuku sangat lembut, aku takut ada kekhawatiran lagi..

sedang bapakku tidak terlalu peduli dengan semua ini, mungkin karena dulu dia juga seperti ini..aku maklum,tiap kali dirumah, aku hanya bersantap wejangannya tentang aku harus begini dan begini,,tanpa ingin tahu bagaimana keadaanku disana sebenarnya,.aku melihatnya seolah seprti mantan presiden soeharto di era orde baru.agak fundamenmemang.sedang tiap kali aku melihat motor yang terparkir dirumahku..hatiku kembali panas...lalu aku memberontak dalam fikiran,'apakah terlalu mewah kalau aku memakai motor nganggur itu untuk kuliah???'

aku tahu ini hanya egoku..aku harus bersabar dengan perjuangan ini, mungkin karena aku anak terakhir yang dari kecil suka bermanja-manja dan tidak terbiasa dengan keadaan seperti ini,,,3 tahun bergulat dengan terik matahari dan seokan jalan panjang...

jika keluargaku berfikir dengan hidup prihatin seperti ini aku bisa menjadi orang sukses nantinya, aku takut mereka akan kecewa..karena sekarang aku berada diambang kegentingan..kuliahku keteteran karena ini. aku males kalau kuliah siang. harus ribut dengan angin siang yang panas dan menguras keringat membasahi semua pakaianku, yang akhirnya aku tidak nyaman dalam perkuliahan. lalu akhirnya aku bolos, dan bolos lagi...bahkan karena aku ingin menghindar dengan panas terik yang menyengat ini aku terpaksa lemah dalam berorganisasi, mengorbankan amanah yang ada,,,,

mungkin aku memang akan terlambat lulus dalam kuliah ini, dan semoga mereka memahami dengan keadaanku ini, sebagaimana aku memahami mereka untuk tidak meminta ini itu..seperti teman kuliah lain yang lebih beruntung dari aku,,,,

namun aku masih selalu berharap, Allah memberikanku kesabaran,lebih-lebih kado istimewa untukku, yaitu nasib yang menyenangkan...saat ini..aku seperti di ujung tanduk..sejak 3 tahun yang lalu, dan entah akan berakhir kapan...

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--