Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Wednesday, April 6, 2011

ibu kita sama, teman..

ibu kita sama teman, meskipun berbeda wujud..namun hati mereka sama...penuh ketulusan...mereka berusaha memberikan yang terbaik buat kita, meski dengan cara yang berbeda sesuai sifat dasar beliau-beliau itu...namun tak ada lagi alasan..semuanya untuk kebaikan kita nantinya...

kadangkala kita terlalu menikmati segala yang tlah diberikan orang tua kita, sampai-sampai kita gak sadar bahwa sikap kita selama ini seperti mem'perbudak' mereka..hmmm..cukup ekstrim memang kata-kata ini, namun ketika kita berusaha mengurai kembali atas apa saja yang tlah diberikan dan dikorbankan kepada kita, kemudian kita membalikkannya dengan merefleksi 'apa balasan kita terhadap mereka selama ini'..maka kata 'pembudakan' memang benar-benar tepat..apalagi jika kita adalah seorang anak tunggal atau terakhir..itu sudah dapat ditebak..bagaimana kita terhadap mereka..


itulah bagaimana alam mengajarkan kita...proses kehidupan memberikan kita satu intuisi hidup yang terkadang sulit untuk dimengerti. kita terbentuk dari posisi kita di dunia ini.. namun hidup ini adalah pilihan, kita bisa berubah jika kita mau, atau kita diam jika meragu..dan sebaik manusia adalah yang mengerti posisi dia dan menjadi yang terbaik..

menjadi yang terbaik bukanlah sesuatu yang tabu teman, kita hanya butuh kesadaran penuh untuk mengaplikasikan niatan itu, jadilah apa yang seharusnya membentuk seperti apa kita..jadilah anak yang berbakti pada orang tua, maka kamu akan menjadi anak yang terbaik buat orang tuamu meskipun nantinya kamu tidak menjadi orang sukses, namun berbaktimu pada orang tua cukup menjadi alasan untuk memaklumi kegagalanmu di pekerjaan, belajarlah dengan rajin di kelas, maka kamu akan menjadi pelajar yang terbaik meski kamu tidak rangking pertama, karena setidaknya kamu telah berusaha memaksimalkan potensi yang ada..

aku dan kamu sama, kita pernah memiliki masa-masa kekanakan yang penuh manja dan kepuasan, minta ini, minta itu..menangis ketika minta sesuatu, lalu dengan berat hati ibumu mengabulkannya karna betapa kasih sayangnya ibu. sampai puncak-puncaknya, ketika kita beranjak ke masa remaja, tidak hanya semakin sulit permintaan yang kita buat untuk mereka, namun rasa egois kita, ketidak patuhan kita, kecuekan kita pada mereka, membuat mereka lebih sakit karena mereka merasa gagal dalam membentuk dan mendidik kita, tidak sadarkah kamu ketika ibumu menangis pilu karena keinginan-keinginanmu, ibumu selalu mengelus dada melihat ketidak berbaktianmu kepada mereka...bahkan sampai sakit-sakitan memikirkanmu..

mungkin kamu masih belum merasakan itu semua teman, namun pernahkah engkau membayangkan, jika suatu saat nanti tiba-tiba mereka meninggalkanmu sendiri di dunia ini..??? tidak hanya kau akan terpukul karena duniamu akan berubah dengan ketiadaan mereka. dan hatimu akan berkata dengan penuh penyesalan, kamu tak lagi punya kesempatan untuk membahagiakan mereka...

membahagiakan mereka..??? mungkin kamu tersadar betapa kata-kata tadi tak pernah terlintas di fikiran kita sebelumnya karena saking terbuainya kita akan segala yang kita dapatkan dari jerih mereka...namun jika ini benar-benar terjadi...mungkinkah kamu hanya akan menyesal..???

atau kamu baru tersadar ketika kamu menjadi bapak dari anak yang bersifat sama seperti sifatmu dulu...benar-benar merasakan kepiluan dalam mendidik anak...dengan berbagai masalah diluar yang juga harus kamu selesaikan dalam ranahmu sebagai bapak rumah tangga...

teman...
sekarang kita tlah beranjak dewasa bukan...sudah tak ada lagi masa remaja yang penuh dengan kesenangan, kita sudah mulai berfikir kedepan..sekarang apa yang kita lakukan harus benar-benar menjadi tanggung jawab kita sendiri. bukan orang tua kita...meskipun kita masih bergantung pada mereka secara finansial. bukankah lebih bijak jika kita berusaha meringankan beban mereka sedikit..


pernahkah kamu membayangkan suatu saat nanti anakmu kuliah di luar kota sendiri dan tanpa pengawasan, teman??? lalu bagaimanakah perasaanmu kala itu???khwatir..takut..was..was...???jika engkau telah mengerti, maka seperti inilah yang ibumu fikirkan tentangmu ini....
belum lagi ketika kamu mulai berjalan tidak sebagaimana yang mereka harapkan, bahkan semua keperluanmu telah dilebihkan..namun kuliahmu hancur berantakan, dan kondisimu memprihatinkan..pernahkah kamu membayangkan dalam posisi itu dan bagaimanakah perasaanmu..??miris bukan.....

teman...
ibumu masih hidup di dunia ini...akupun tahu bagaimana sulitnya membahagiakan ibu karena jalan fikiran antara kita dan ibu kita berbeda se-beda umur dan pemahan antara kita dengan mereka..namun sadarkah bahwa sedikit saja kita berbuat baik padanya itu seperti mereka mendapatkan syurganya di dunia ini..namun kita tidak pernah memperdulikan perasaan mereka..lagi lagi hanya membuat miris hati ketika kita pulang ke rumah..sedang doa-doa masih slalu dipanjatkan seusai shalat mereka...

teman...
sebenarnya ibu kita tidak pernah muluk-muluk meminta harapan pada kita,,bahkan lebih lembut dari ayah...mereka cuma ingin kita menjadi orang baik dan taat pada agama...itu saja, sebenarnya mudah untuk melaksanakan, namun tanpa kesadaran dan kecintaan kita pada mereka, itu terlihat sangatlah sulit...

maka dari itu teman,
setidaknya pahamilah mereka, memahami bagaimana kerja keras ayahmu untuk menuruti maumu, atau pengorbanan ibumu untuk membujuk ayahmu menuruti permintaanmu, juga doa-doa mereka..setidaknya dengan memahami itu semua kita tahu,,bahwa mereka benar-benar menyayangi kita...

bercerminlah teman, perhatikanlah bagaimana engkau slalu dalam rasa enak selama ini, lalu pandangilah matamu dengan penuh kejujuran, apa balasan kita untuk mereka...balasan untuk sikap-sikap mereka pada kita, dan balasan untuk harapan-harapan mereka pada kita nanti...
tidak ingatkah ketika kau bersama ayahmu bertemu salah satu teman ayahmu, lalu kemudian mereka saling berbicara tentang anak mereka, dan ayahmu berusaha menutupi kalau anaknya bukanlah seperti yang dia harapkan selama ini, sedang ayahmu semakin teriris mendengar cerita temannya yang menyanjung-nyanjung kesuksesan anaknya..pernahkah kau menyadari bagaimana perihnya itu..

maka meminta maaflah pada mereka, itu sangat kecil, namun sadarilah, itu benar-benar membahagiakan mereka. lalu turutilah apa kata mereka, meskipun terkadang itu berlawanan dengan inginmu, dengan berusaha menjadi anak yang berbakti, itu sudah bisa menjadikan alasan betapa mereka mulai bangga denganmu...ini semua tak akan lama, teman, mereka sudah tak lagi muda dan mulai rapuh diterpa usia..maka nikmatilah sisa-sisa pertemuan ini, bayangkanlah selalu akan perpisahan kita dengannya suatu saat nanti..maka kau akan merasakan betapa beruntungnya masih mendapati mereka di dunia ini.....

teman, suatu saat engkau pasti akan mengakui, bahwa ibumu adalah syurgamu saat ini....tiada yang bisa mengubahmu selain kesadaranmu sendiri..maka setidaknya tinggalkanlah egomu sejenak dan mulailah berfikir secara mendalam...hanya dia satu-satunya hartamu saat ini..berfikirlah...sebelum engkau menyesal nantinya....


'tribute to my little friend who accompany me in this foreign town..'

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--