Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, March 27, 2011

ya Rabb, Dimana Asaku kini..??

telah lekat langkahku di semester 6 ini, dan aku masih tercatat sebagai mahasiswa FKIP Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surakarta, beberapa langkah kecil lagi kubutuhkan untuk menyabet gelar sarjana dan mengambil arah lain untukku meneruskan cita-cita dalam sejarah singkat hidupku ini. namun kenapa..asa ini tiba-tiba redup dan tak bernyawa..seperti lentera tak berminyak. hanya gaduh ditelan malam..riskan...

selama ini nilai index kumulatif pun tak ada yang begitu mendengungkan fikiran. masih tergolong memuaskan dengan kepala tiga..dan kemampuanku juga masih sanggup disejajarkan dengan para juara yang ada..namun semangatku pergi tanpa permisi..kucari namun tiada jejak yang sanggup kutelusuri..dan aku merapuh kali ini, tersudut sunyi meski telinga selalu dikagetkan dengan dentingan masa yang tak pernah lelah berjalan..teng..teng..teng..aku hanya diam, seperti kapal pesiar yang dipermainkan gelombang..

mungkin kebosanan letak alasan ini, iya..memang kuakui aku selalu bosan..dan untuk kali ini sang bosan belum bisa terobati..segala cara udah kujalani..mencoba refleksikan keadaan, mencoba memprihatinkan fikiran, atau menyederhanakan konsep..namun belum juga sirna.lalu apakah harus menunggu nilai semester ini muncul lalu aku baru menyesal tanpa tepi..lalu apa guna logika-logika yang selama ini aku banggakan, obyektifitas yang selalu ku terapkan dalam setiap masalah. kalau untuk kali ini aku harus kembali pada pemikiran jaman batu, konvensional..!!!


tiap kali kudapati teman seangkatan yang begitu serius mengerjakan tugas dan aku terdiam tanpa alasan, hatiku berontak..namun sayang,,bebalku lebih dalam dan lebih paham bagaimana merayu fikiranku..memang aku akui, dari awal aku tak pernah menikmati kuliah ini seperti teman-teman yang lain, yang pada kumpul-kumpul seusai kuliah, pergi jalan-jalan bareng ke suatu tempat.berhedon-hedon. senang-senang. akrab banget dengan dosen, kuliah tanpa beban...aku tidak pernah merasakan itu semua.karena diriku dari kecil tidak didik seperti itu, dan aku tak punya apa-apa untuk mengikuti gaya mereka. meskipun secara personal aku iri dengan itu semua..

ya Rabb, dimana asaku kini..??asa yang tersusun dari mimpi-mimpi indahku dulu, yang kurajut pelan-pelan dengan sedikit ikhtiar dan doa-doa harapan..lalu kau memberiku jawaban secara perlahan dengan kepastian, yang kini aku telah meresakannya meski baru beberapa persen..yang aku harus melanjutkan merajut mimpi-mimpiku ini lagi dan lagi...menyelesaikan S1 ku ini, kemudian melanjutkan S2 sospol UI..hampir saja aku meraihnya ya Rabb..namun kini aku menghapusnya sendiri..dengan asa yang seolah tak terfikirkan...aku bingung, laksana seorang pejuang yang kehilangan senjata...

'menikah di tengah kuliah, agar lebih bertanggung jawab dan bersemangat' sebagaiman saran teman-teman ikhwan yang lain, pernah aku memikirkan itu, dan aku benar-benar berfikir, karena ini bukan masalah membalikkan telapak tengan..antara iya dan tidak. andaipun iya aku cukup meyakinkan keluargaku dengan segala komitmen untuk menge-goal kan niatku ini.namun aku berfikir ulang-ulang dan terus mengulangnya, 21 satu tahun aku mengenal diriku sendiri, dan aku yakin, aku belum membutuhkan itu, bagiku belum ada alasan yang kuat bahwa dengan menikah aku sanggup memperbaiki kekacauanku ini..yang jelas, kalau aku tidak sanggup mengatasinya sekarang, maka sampai kapanpun dan bagaimanapun aku tetap akan begini, karna hanya diriku yang sanggup mengubah diriku sendiri (dengan kehendak Allah tentunya), tiada yang dapat mempengaruhiku untuk berubah lebih baik, atau bahkan lebih buruk, kecuali dari diriku sendiri, dan aku selalu merasakan begitu dulu, ratusan kali...hanya aku yang tahu, hanya aku yang menjalani, dan hanya aku yang sangguo merubahnya......

mungkin pembaca bertanya-tanya, "tidakkah kamu prihatin dengan keadaan ortumu, dengan biaya yang begitu besar untuk membiayai kuliahmu, napa kamu malah malas-malasan begini, kapan kamu akan membahagiakan mereka.berarti kamu durhaka kepada mereka...bla..la..bla.."

aku telah memikirkan itu semua dan aku pernah menjalani itu semua..aku hanya menunggu masa, dan belaian Allah yang menggetarkan potensi juga semangatku, entah dengan jalan apa...aku menunggu dan terus menunggu...karena aku tahu, sejatinya Allah telah memberikan potensi yang sangat luar biasa padaku,,aku sangat percaya karena aku hampir-hampir mengalaminya dan Allah sering memperlihatkan kepadaku, hanya seolah semua potensiku sedang terikat kuat dan tak sanggup keluar,,aku menunggu lepasnya ikatan itu,,lalu aku akan menggetarkan dunia...aku yakin dan aku sangat yakin...entah berapa lama aku akan menunggu,,namun aku yakin aku akan mendapatkannya...

bagi ibukku tiada yang lebih diharapkan dariku selain manfaat akhirat dariku...beliau selalu bilang dan selalu kuingat pesan-pesan itu. beliau tidak pernah berharap aku menjadi seorang pejabat yang kaya raya namun lupa denga agamaku..beliau tidak bangga dengan itu...beliau lambang ketulusan kasih sayang dan esensi kehidupan...

bagi bapakku tak ada kesuksesan selain mempunyai kekuatan dan kekuasaan di dunia ini. maka dari kecil aku dididik keras dan penuh kedisiplinan, dalam agama juga. dia mengajarkanku untuk menjadi orang penting di dunia ini..agar banyak orang yang menghargaiku dan aku menjadi lebih bermanfaat.tidak dengan menjadi orang miskin yang selalu bergantung pada orang lain..aku hormati keputusannya..itu memberikan obsesiku akan dunia ini..

dan bagi kakak-kakakku tiada yang lebih hebat di duni ini selain rajutan hubungan kekeluargaan yang baik..mereka mengajarkan ku betapa pentingnya sebuah pengorbanan untuk sebuah ikatan itu, bagaimanapun aku nantinya, untuk tidak memisahkan diri dari jalinan ini..kalau aku menjadi orang yang kurang beruntung, mereka berharap agar aku tidak menjauh dari mereka, dan kalau aku jadi orang besar nanti, mereka berharap aku tidak melupakan mereka..perbincangan-perbincangan hangat yang ada setiap kali aku di rumah, berkumpul, makan bersama, bahkan saling membantu...itu memberikanku sebuah arti bahwa aku berada pada didikan yang benar selama ini..dan sampai sekarang syurgaku masih di rumahku sendiri..itulah yang terkadang membuatku tiba-tiba pulang tanpa alasan dari Solo ke Kudus,karena aku seolah mendapat energi ketika aku melihat mereka, berkumpul, bercanda, dengan keluargaku, ponakan-ponakanku...hanya itulah yang aku butuhkan ketika aku benar-benar down di dunia ini..

mereka mengajariku keseimbangan..diantara prinsip ibuku yang sangat condong ke kanan, yaitu hanya akhirat yang diutamakan, masa bodoh dengan keadaan di dunia, prinsip bapakku yang sangat condong ke kiri, aku harus menaklukkan dunia ini..aku harus menjadi orang sukse dan disegani..juga dengan prinsip kakak-kakakku, bagaimanapun keadaan nanti, keluargalah satu-satunya tempat kembali,,tempat naungan diantara kejam hidup ini..dan aku ingat semua pesan-pesan ini....

namun sayang,,dan sangat disayangkan...aku sekarang tepuruk dan lupa dengan semua itu...jujur aku bingung,karena dari dulu aku selalu menuruti apa kata keluargaku..dari SD sampai SMA aku terus mengikuti apa kata mereka, tidak semuanya salah, karena aku berusaha berbuat baik kepada mereka dengan sifat penurutku ini, dan aku yakin mereka tidak pernah bermaksud jahat kepadaku, namun karena seringnya aku menuruti kata mereka aku sekarang seolah kehilangan arah dan tak bisa berpijak sendiri saat mereka mulai melepas wewenang mereka seiring kedewasaanku...ibukupun merasakan goyahnya diriku dan pernah menanyakan kepadaku 'sebenarnya inginmu tu apa nak, kamu ingin jadi apa?, kok dari dulu kamu nurut aja apa kata orang tua dan keluargamu.'aku hanya bilang aku gak tahu bu,,mungkin ini salah satu alasan kenapa aku gontai begini. terutama aku adalah anak terakhir yang terlalu manja dulu. aku hampir tak mempunyai visi.pun akhirnya misiku tak pernah keluar..aku hanya menjalani dengan pandangan yang hampir kabur...aku tidak tahu harus bagaimana. yang terpenting aku masih berada lurus di jalan agamaku. dan tentang duniaku ini, aku baru saja akan memikirkannya...

mungkin memang menikah jalan satu-satunya untukku keluar dari pergulatan ini, hanya saja calonpun aku tak tahu...aku pun tidak begitu dekat dengan yang namanya pergaulan, aku seorang introvert yang berkutat dengan dunianya sendiri...biarlah. Allahu a'lam bis shawab, mungkin saja bidadari yang akan mengubah hidupku ini adalah anda, pembaca tulisanku ini..^^..

ya Rabb, hamba berlindung dari kehidupan yang tiada memberi maanfaat bagi diri hamba sendiri dan makhluk-makhlukMu yang lain...

Allahumma la sahla illa ma ja'altahu sahla, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahla..Allahummar hamni...

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--