Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, March 26, 2011

SyuKuR SaRaT MaKnA..

   telaah malam tlah berganti dengan pagi, para pujangga langit bernyanyi menyambut para malaikat turun ke bumi, adzan bersahutan penuh cinta, mataku bergerak perlahan dari katupannya. doa ku panjatkan..karna hari ini Allah masih memberiku kesempatan memperbaiki duniaku tahap demi tahap dengan penuh kesyukuran juga harap. aku tak sanggup membayangkan. andai sang malaikat disisiku ini berhenti menulis, sedang aku masih bergumul dengan dosa, apa hendak kukata saat berhadapan denganNYA..dan aku masih bersyukur aku hidup dalam penuh keislaman..diluar sana banyak sekali kudapati manusia dilahirkan tanpa kenal Tuhan, dan hidup tanpa aturan..sekali lagi memuncak kesyukuranku, aku ditempatkan dalam keluarga yang penuh dengan keislaman..setidaknya ini yang memang kubutuhkan, untukku mencari bekal, di dunia lainku nanti...akhirat..

     kubasuh mukaku dan ku berwudhu..merasakan tiap gemericik air suci yang menyegarkan syaraf-syaraf ku yang sebelumnya lelap dalam tidurku tadi malam. hembusan angin subuh seolah ingin memelukku dengan kesegaran, seolah-olah aku sedang bermandikan embun..dan lagi-lagi doa kupanjatkan..semoga nantinya aku kembali ke akhirat dalam kesucian jiwa..

     begitu pula saat aku berjalan ke masjid, langkah kulewati perlahan, melewati persawahan yang teduh tenang dengan dzikir pagi mereka. aku merasakan ada kekuatan tersendiri. ditengah kerumunan dengkuran dunia, hanya beberapa diantaranya bangun dan melangkahkan kaki ke masjid, berburu senyuman Tuhannya. sedang dimasjid telah berkerumun hamba-hamba Allah berdzikir dan berdoa..hampir-hampir batinku bergetar dan merasakan, inilah kekuatan Islam itu..


     aku bersyukur..atas apa yang kurasakan..meski terkadang rasa gundah menghampiri, rasa tidak puas melirik, dan sifat-sifat lainnya, namun aku merasa kekurangan-kekuranganku ini adalah bagian dari kelebihanku sendiri, bagaimana aku merasa kurang jika aku sedang aku masih sanggup berfikir akan kekuranganku, setidaknya aku sadar bahwa kekurangan ini hanyalah uji. saat berangkat kuliah berjalan kaki sejauh satu kilo meter berpayung terik dan bergumul keringat misalnya, kadangkala rasa kecewa melihat begitu banyaknya para mahasiswa lain yang pergi ke kampus naik motor dan berparfum memikat penuh kesegaran, namun aku hanya bisa tersenyum dan terus tersenyum, 

      aku yakin ada kasih sayang lebih dari Allah untukku, karena disetiap langkahku ada doa yang mengiringi pandanganku, itulah yang selalu aku biasakan dihidupku, ketika berada ditengah para mahasiswa yang berada aku berdoa,'ya Allah..jangan samakan kedudukanku dengan mereka yang melupakanmu dan saat suatu nanti aku berada seperti mereka, aku berlindung padaMU akan sifat pelit dan kesombongan' itulah yang menjadi kekuatan tersendiri bagiku, ditambah aku adalah tipe pemikir yang mendalam..saat dijalan aku bersimpangan dengan orang-orang yang lebih kurang beruntung dariku aku selalu berdoa,'ya Allah..aku berlindung dariMU akan kemiskinan yang menyesakkan akhiratku, dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba yang dekat dengan orang miskin.'

    nikmat mana lagi yang sanggup kudustakan, ketika fikiran-fikiran seperti itu selalu muncul di benakku, meskipun aku hanya bisa berharap, namun aku yakin suatu saat nanti Allah akan memberiku jawaban. sebagaimana sebagian doaku yang tlah dijawabNYA dengan penuh kejutan. dan lagi-lagi aku hanya bisa bersyukur dan menjadikan alasan atas kesabaranku ini..jika aku melihat para lelaki yang ganteng dan didekati para wanita, aku tidak menafikan bahwa secara manusiawi aku iri. tapi dengan segala pemahamanku serta fikiran-fikiran baikku pada Allah, aku hanya tersenyum menjawab semua itu...apalah arti semua itu bagi akhiratku..

    bijaksana...ya..kebijaksanaan dalam memahami tiap sudut permasalahan dalam kehidupan ini, benar sekali...setidaknya memahami asal mula dan tujuan kita lahir ke dunia itu cukup menjadikan alasan kita untuk bersikap arif dan bijaksana sebagaimana yang tlah Rasulullah teladankan pastinya, keyakinan bahwa dunia tidak hanya bisa dipandang dari sisi logika, kita punya Allah yang Maha Berkehendak, yang mampu mengubah seseorang dari keadaan sangat miskin menjadi sangat kaya, dari sangat terhina menjadi sangat terhormat, begitu sebaliknya. apalagi yang kita cari selain dari bekal keyakinan yang kuat pada Tuhan kita ini dan harapan yang tinggi hingga mampu membuat seorang miskin menahan tangannya untuk meminta-minta bahkan memberikan harta satu-satunya pada orang miskin yang lain dengan harapan keridhoan Allah. lalu suatu saat Allah menggantinya dengan yang lebih baik dan lebih banyak dari yang dia sedekahkan tadi.kemudian dia mensyukuri atas nikmat yang Allah berikan itu dan bersabar lalu Allah memberikannya lagi dan lagi juga menjanjikannya syurga. subhanallah....

      barangkali jika orang miskin tadi juga miskin terhadap keyakinannya pada Allah, dia tidak akan merasakan nikmat yang Allah berikan meski dalam kadar yang kecil, lalu dia hanya menjadi pengeluh dan kufur terhadap nikmat Allah. dia tidak menerima keadaannya, dan menghinakan dirinya. itulah benih dari pentingnya keyakinan dan pengetahuan kita akan Allah..aku selalu berharap menjadi hamba yang dekat dengan Allah dalam segala keadaan, cukup Allah..sungguh..karena hanya dariNYA segala sesuatu bisa berubah. orang miskin yang merasakan kesyukuran dan ketenangan hidup, atau seorang kaya yang terus berambisi menambah kekayaannya dan tidak tenang atas hartanya itu tadi, lalu berfikirlah, yang mana yang lebih tinggi kedudukannya disisi Allah???

     dari berbagai pengalaman yang ada, sempat aku benci dengan orang-orang yang haus kekuasaan. orang kaya yang sedikitpun tidak mau melirik orang-orang yang kekurangan meski hanya bantuan biasa. para penguasa yang memperkaya dirinya sendiri dengan mendzolimi para rakyat yang miskin membuatku geram dan berdoa pada Allah,'ya Allah..jadikanlah diriku wasilah darimu untuk menolong hamba-hambaMU yang terdzolimi dan menderita ini' bagaimana tidak, sedikit bantuan dari para jutawan sebenarnya sangat membantu orang-orang yang berada digaris kemiskinan, tapi mereka lebih memilih mengganti mobil mereka dengan tipe terbaru daripada membantu orang-orang miski, karena mereka berfikir itu tidak bermanfaat, padahal kedermawanan itu memberikan manfaat yang sangat besar dan berlipat-lipat bagi pendermanya, selain itu, bantuan mereka juga sangat bermanfaat bagi orang-orang kecil, sekali lagi itulah perbedaan yang jelas dari sebuah keyakinan..aku menyebutnya IMAN..

      bahkan di lingkungan kampus pun para mahasiswa golongan bawah yang begitu kuat  imannya enggan mengambil beasiswa 'kurang-mampu' dan memilih untuk memburu beasiswa prestasi atau setidaknya mereka bekerja sambilan untuk menutup kebutuhan mereka. sedangkan mahasiswa 'edan' yang hidup sangat berkecukupan mencoba membohongi data dan mengambil beasiswa 'kurang-mampu' yang seharusnya bukan hak mereka. lalu apakah mereka sama derajatnya di sisi Allah..???

    syukur tidak dapat hanya diartikan sebagai kebahagiaan hidup. syukur tidak pas kecuali selalu berdampingan dengan sabar, karena tiada kesyukuran melainkan orang itu merasakan kesabaran. dan semuanya tidak akan kita dapatkan kecuali kita mendapatkan kuncinya, yaitu IMAN, keyakinan kita pada Allah. maka tiada yang sanggup mewarnai hidup ini selain pada keyukuran juga kesabaran yang terangkum dalam bingkai iman yang hanif. jika kita dalam keadaan kekurangan dan menderita, kita bersabar dan menahan dari perubuatan hina, lalu kita masih sanggup merasakan kenikmatan Allah meskipun dari celah yang sempit, itu akan menambah kesyukuran juga menambah kecintaan Allah pada kita, setidaknya harapan di akhirat membuat kita berjiwa besar. atau jika kita diberi kelebihan, kita benar-benar mensyukurinya, setidaknya itu yang membuat kita peka terhadapa orang-orang yang membutuhkan dan kita merasa lapang untuk terus memberikan bantuan, Allah ridho dan mencintai kita. lalu apa lagi yang kita butuhkan di  dunia ini kalau bukan kecintaan Allah kepada kita...

     syukur memang bukan hal yang utama, karena kesyukuran tidak bisa dibuat-buat, melainkan ada motif atau landasan yang memotivasinya, yaitu keimanan kita pada Allah swt. karena dari keimanan itulah sifat sabar dan syukur itu muncul. semoga kita termasuk golongan orang-orang yang penuh keimanan yang selalu berusaha menjadi hamba terbaik di jalanNYA,,wallahu a'lam bisshowab..

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--