Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tuesday, March 29, 2011

selalu dari bait pertama..

   Jika ada yang bilang hidup ini penuh warna, itu benar..jika ada yang menyebutkan dunia ini adalah keindahan yang selalu lekat dengan kebahagiaan. itu juga benar...hmm..namun tak sepenuhnya benar. karena orang-orang yang menyebutnya tadi telah berada dalam puncak kehidupan, jika ini menyangkut karir, mungkin orang ini telah berada di puncak kesuksesan, jika orang yang mengucap ini orang seorang pasangan, mungkin dia sedang berada di puncak rasa cinta kepada sang kekasih..

     mungkin akan berbeda rupa tanggapan jika yang menjawab adalah seorang yang berada di bawah. seorang yang gagal membawa karirnya pada puncak kesuksesan mungkin akan menjawab dunia ini sangat liar dan kejam, tak mengenal belas kasih dan tak bisa memberikan keadilan, begitu juga dengan seorang yang selalu terolak cintanya, mungkin akan menjawab kehidupan ini penuh kemunafikan, memandang cinta dari harta dan kekuasaan. dan lain sebagainya..

    nah, permasalahannya bagaimana kita akan menyatukan dua persepsi yang berbeda akan eksistensi dan potensi dunia ini..?? mungkin jawaban teraman adalah dengan menunjukkan relatifitas akan dunia ini, menganggap bahwa semuanya serba mungkin dan berbeda. menurut keyakinan dan pengetahuan. namun jika kita menuhankan relativitas, dimanakah letak kepastian itu??


       kita kembali pada hakikat kehidupan ini, dua contoh persepsi di atas menggambarkan bahwa realatifitas dunia sangat terpengaruh oleh heterogenitas yang ada. dunia bisa terlihat kejam, bisa juga terlihat sangat lembut, tergantung pada posisi apa kita menilainya. pada posisi puncak atau bawah..sebenarnya tulisan ini tidak berdampak apa-apa bagi kita karena pengaruh terbesar adalah dari diri kita sendiri, hal-hal diluar hanyalah sugesti-sugesti kecil yang berbisik di belakang kita, maka orang yang sering terkena sugesti orang lain adalah orang yang tidak mempunyai komitmen dan kekuatan jiwa. hanya saja dari sebuah persepsi, kita akan menjalani dengan arah yang berbeda, seorang preman yang mempersepsikan dunia sebagai ring pertandingan, akan memenuhi kehidupannya dengan kekerasan, bahkan dengan orang lemah sekalipun,

   seorang karir yang memiliki persepsi bahwa dunia adalah ladang kesempatan karir, waktu adalah uang, kebahagiaan adalah dengan kekayaan, maka dia akan menjalani kehidupannya dengan otak penuh kapitalitas. komersialitas, dan hedon..masa bodoh dengan keadaan orang lain, yang difikirkan hanyalah uang dan karir..begitu juga pandangan-pandangan hidup pragmatis lainnya yang lahir dari sebuah pemahaman dunia dari satu sudut pandang.

     tiada solusi terbaik dari ini semua selain kembali pada bait pertama, sebuah prolog yang mendasari seorang untuk memandang dan bersikap terhadap dirinya dan dunianya..tanpa bait pertama tidak akan muncul bait berikutnya. dan tidak akan sampai pada tulisan utuh..lalu apa yang dimaksud dengan bait pertama itu...???yaitu asal usul kita sehingga sampai pada tujuan hidup kita sebenarnya,,,,

     kita hidup, kita muncul di dunia dari sebuah rahim suci seorang ibu. lalu berkembang dengan sangat sempurna sehingga kita bisa merasakan nikmatnya hidup di dunia meski dengan nasib yang berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya, karena ada Tuhan yang menciptakan kita dengan ke-Maha Kuasaan dan Maha PemurahNya, yaitu Allah. lalu untuk apa Allah menciptakan kita..?? apakah Allah menciptakan kita begitu saja kemudian membiarkan kita berulah di dunia ini??? lantas kemana kita akan berakhir, dan bagaimana akhirnya...?? apakah kita berakhir kemudian hilang seperti mimpi begitu aja..?? lantas bagaimana jiwa kita nantinya..???
     kita diciptakan dan dihidupkan di dunia ini dengan alasan, teman...sebagaimana seorang karyawan yang diterima perusahaan untuk bekerja dan mempromosikan perusahaannya. kita ada untuk beribadah, untuk menyembah kepada Allah swt, bukan yang lain. untuk itulah ketika Allah menciptakan permulaan, Allah menciptakan akhiran juga, itu yang disebut sebagai titik keseimbangan, yaitu kehidupan akhirat, kehidupan kekal dibalik tabir kematian. maka disitulah letak keadilan Allah, orang yang tertindas tidak akan selamanya tertindas, Orang yang diatas tidak selamanya diatas, meskipun beberapa diantaranya iya. lalu bagaimana Allah menggariskan titik keseimbangan antara awalan dan akhiran tadi, yaitu dengan sebuah agama, Islam..

    sedikit orang yang mengartikan agama selama ini..mereka menganggap bahwa agama hanya sebatas keyakinan. kalau agama hanya sebatas keyakinan, bagaimana agama dapat mengatur hajat hidup milyaran orang dengan pandangan hidup dan ornamen pemikiran yang berbeda-beda??? agama adalah sebuah peraturan hidup yang didasari sebuah keyakinan kuat pada sang pencipta peraturan hidup tadi, keyakinan tanpa aturan,, tidak akan tercapai sebuah kesejahteraan hidup karena manusia hidup dengan seenaknya tanpa batas, sedangkan peraturan tanpa keyakinan, hanya akan memunculkan perbedaan persepsi dan melakukan benturan-benturan keyakinan tanpa takut siksaan.

    maka kita akan kembali pada bait pertama, sebagai makhluk Allah yang akan mengisi kehidupan ini dengan ibadah dan menyembah kepadaNYA. dari situ akan tercipta keselarasan hidup dan penyatuan milyaran otak yang berisi pemikiran pada satu pandangan hidup yang lurus dan benar, ideologi Islam..dari sini akan menjadi landasan betapa tidak berharganya hidup ini tanpa sebuah keyakinan yang benar, betapa ruginya hidup ini untuk dihabiskan dengan sesuatu yang sia-sia. maka hidup tak lebih bermanfaat selain menjalankan aturan hidup agama ini, sebagai bentuk komitmen pada keyakinan yang kita ambil. Islam..maka segala sesuatu yang ada akan kita hadapkan pada bagaimana Islam memandang dan mensikapinya. dan kita benar-benar menyerahkan semuanya pada Allah. itulah Islam..

      lalu adakah yang lebih baik daripada itu semua. apalagi menghadapi keadaan sekaranga dimana begitu banyaknya aliran-aliran kepercayaan dan keadaan yang menghimpit kaum muslimin sehingga ada sekelompok orang yang begitu pasrah dengan keadaan dan 'terpaksa' menggunakan cara dan sistem yang bukan Islami untuk menegakkan Islam. lalu dimana keyakinan kita pada Alqur'an dan As Sunnah yang telah dijanjikan Allah sebagai kitab pedoman sepanjang masa, apapun dan bagaimanapun keadaannya..???

     lalu ada juga yang mengutamakan 'ukhuwah' di atas segalanya untuk mempertemukan dan menyatukan berbagai macam fikiran,kepercayaan, dan ideologi yang ada agar tercipta masyarakat yang rukun, harmonis, dan tenteram. lalu apakah dengan bertoleransi meskipun menyangkut 'keyakinan' akan mengatasi segalanya..?? sedangkan setiap keyakinan itu bentrok dengan keyakinan lainnya, setiap argumen selalu berbenturan dengan yang lainnya..jika memanjakan salah satu keyakinan, lalu keyakinan yang lain juga minta dimanja dan diakui, sedangkan tiap kepala mempunyai ideologi yang berbeda-beda. sampai kapan kita akan bersatu, bukannya malah akan memperburuk keadaan..??

    begitulah demokrasi mengajarkan peperangan dalam kedamaian yang di koar-koarkan.. mengajarkan kehancuran dalam setiap perbaikan yang dijanjikannya. bukankah lebih baik kita kembali kepada petunjuk Al Qur'an dan as Sunnah dengan mengajak setiap keyakinan, aliran, dan ideologi kembali pada satu garis keyakinan yang lurus.ideologi Islam, daripada harus mengurusi satu persatu pemikiran yang tidak tahu dimana ujungnya. dan merusak keyakinan yang lurus menjadi bengkok.

     lagi-lagi kita harus kembali pada bait pertama. bait penuh perjuangan dan pengorbanan,,karena tanpa itu kita hanya akan meneruskan bait kehidupan kita dengan tanpa arah dan tujuan, melebar kemana-mana dan tidak terstruktur sempurna..bait dimana kita hanya membawa Islam sebagai panji bendera, bait dimana kita hanya memegang satu pengait yang terjulur dari langit. bait dimana tiada perbedaan, tiada strata, dan tiada tujuan lain, hanya Islam, sehingga kita benar-benar melanjutkan tiap bait yang ada dengan hati-hati agar jangan sampai keluar dari garis Islam. karena Islam adalah proses dan tujuan, keyakinan dan aplikasi, semuanya tersadur indah di bait pertama. seluruhnya, dan selamanya....^^

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--